Sejumlah Menteri Jadi Sorotan, Gus Sholah Berharap Publik Tunggu 1 Tahun

Kompas.com - 24/10/2019, 17:30 WIB
Pengasuh Pesantren Tebuireng Jombang Jawa Timur, KH. Salahuddin Wahid, saat dimintai tanggapan terkait susunan kabinet Indonesia Kerja, Kamis (24/10/2019). KOMPAS.COM/MOH. SYAFIÍPengasuh Pesantren Tebuireng Jombang Jawa Timur, KH. Salahuddin Wahid, saat dimintai tanggapan terkait susunan kabinet Indonesia Kerja, Kamis (24/10/2019).

JOMBANG, KOMPAS.com - Susunan Kabinet Indonesia Maju yang diumumkan dan dilantik Presiden Joko Widodo pada Rabu (23/10/2019), menjadi sorotan publik karena dinilai tidak sesuai dengan pos menteri yang ditempati.

Di antara para menteri yang paling mendapat sorotan, yakni Menteri Agama Fachrul Razi dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim.

Menanggapi hal ini, pengasuh Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, KH. Salahuddin Wahid tidak memungkiri jika penunjukan sejumlah menteri menuai sorotan tajam di masyarakat.

Baca juga: Wacana Gerindra Gabung Koalisi Pemerintahan, Ini Kata Gus Sholah

Meski demikian, adik kandung KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ini meminta publik memberi kesempatan kepada sejumlah menteri yang jadi sorotan untuk membuktikan kinerjanya. 

"(Kekurangan) tentunya iya lah, dan itu wajar saja. Paling banyak disorot kan Menteri Agama, sama Menteri Pendidikan," kata Gus Sholah saat ditemui Kompas.com, di Pesantren Tebuireng Jombang, Kamis (24/10/2019).

Menurut mantan anggota Komnas HAM ini, penyusunan kabinet merupakan hak prerogatif presiden.

Meski dinilai kurang cakap, dia menyatakan keputusan tersebut harus dihormati semua pihak sebagai proses politik dan demokrasi di Indonesia.

"Kita menghormati lah pilihan presiden, kalau ada kekurangan ya kekurangan itu kita tutupi. Dalam pandangan saya, kekurangan itu mungkin dalam masalah pendidikan, masalah konsep-konsep keagamaan yang tidak mudah juga untuk menentukan sikap dan menyampaikan pendapat," ujar Gus Sholah.

Wakil menteri

Menurut Gus Sholah, komposisi menteri dalam kabinet Indonesia Kerja masih jauh dari sempurna untuk mewujudkan visi misi yang dicanangkan Jokowi-Ma'rif Amin.

Meski demikian, kata cucu KH. Hasyim Asy'ari, tokoh pendiri Nahdlatul Ulama sekaligus pendiri Pesantren Tebuireng Jombang tersebut, para menteri yang ditunjuk perlu diberi kesempatan untuk membuktikan kinerjanya.

Baca juga: Gus Sholah Minta Pemerintah Naikkan Harga Rokok agar Tak Terjangkau Anak

Selain memberi kesempatan untuk pembuktian kinerja, Menteri Agama dan Menteri Pendidikan yang paling banyak mendapat sorotan, perlu diperkuat dengan penunjukan wakil Menteri.

"Banyak pihak yang menyatakan itu kurang tepat. Tapi sekali lagi, ini kan hak (prerogatif) presiden. Kita juga tidak bisa menyatakan begitu saja tanpa memberikan kesempatan. Kita beri kesempatan lah, paling tidak satu tahun, atau perlu juga ada Wakil Menteri," ujar Gus Sholah. 

 

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sambut Pemudik, Ganjar Minta Seluruh Kepala Desa di Jateng Buat Tempat Karantina Covid-19

Sambut Pemudik, Ganjar Minta Seluruh Kepala Desa di Jateng Buat Tempat Karantina Covid-19

Regional
UPDATE Kasus Corona di Gresik: Pasien Positif Corona 5 Orang, 57 PDP

UPDATE Kasus Corona di Gresik: Pasien Positif Corona 5 Orang, 57 PDP

Regional
Berstatus PDP, Kepala Kantor Kemenag Kota Blitar Meninggal Dunia

Berstatus PDP, Kepala Kantor Kemenag Kota Blitar Meninggal Dunia

Regional
Hujan Deras Sebabkan Longsor di Tana Toraja, 3 Warga Tewas Tertimbun

Hujan Deras Sebabkan Longsor di Tana Toraja, 3 Warga Tewas Tertimbun

Regional
Hasil Rapid Test PDP Hamil di Padang Sidempuan yang Meninggal Reaktif

Hasil Rapid Test PDP Hamil di Padang Sidempuan yang Meninggal Reaktif

Regional
Bayi Baru Lahir Tergeletak di Atap Rumah, Diduga Dilempar Ibu Kandungnya

Bayi Baru Lahir Tergeletak di Atap Rumah, Diduga Dilempar Ibu Kandungnya

Regional
Tak Patuh, 4 ODP di Purwokerto Dikarantina Paksa

Tak Patuh, 4 ODP di Purwokerto Dikarantina Paksa

Regional
Kabar Baik dari Magetan, 8 Pasien Positif Corona Dinyatakan Sembuh

Kabar Baik dari Magetan, 8 Pasien Positif Corona Dinyatakan Sembuh

Regional
Beroperasi Mulai Senin, RS Darurat Corona di Pulau Galang Sediakan 3 Klaster Perawatan

Beroperasi Mulai Senin, RS Darurat Corona di Pulau Galang Sediakan 3 Klaster Perawatan

Regional
Himbau Tidak Mudik, Wali Kota Hendi Yakin Pemerintah Kasih Libur Pengganti Lebaran

Himbau Tidak Mudik, Wali Kota Hendi Yakin Pemerintah Kasih Libur Pengganti Lebaran

Regional
Cegah Corona, Operasional Penerbangan Bandara Ahamd Yani Semarang Dibatasi

Cegah Corona, Operasional Penerbangan Bandara Ahamd Yani Semarang Dibatasi

Regional
Tiga Pasien Positif Corona di RSUD Zainoel Abidin Aceh Sembuh

Tiga Pasien Positif Corona di RSUD Zainoel Abidin Aceh Sembuh

Regional
Kisah Pilu di Balik Longsor Tanah Datar, Anak Tewas Saat Gendong Ibunya yang Lumpuh

Kisah Pilu di Balik Longsor Tanah Datar, Anak Tewas Saat Gendong Ibunya yang Lumpuh

Regional
Isolasi Diri di Hutan Sepulang dari Jakarta, 8 Pemuda Aceh Tidur di Tenda dan Jaring Ikan di Sungai

Isolasi Diri di Hutan Sepulang dari Jakarta, 8 Pemuda Aceh Tidur di Tenda dan Jaring Ikan di Sungai

Regional
Kader PDIP Kota Semarang Serahkan Gajinya untuk Bantu Penanganan Covid-19

Kader PDIP Kota Semarang Serahkan Gajinya untuk Bantu Penanganan Covid-19

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X