Penjelasan BPJS Kesehatan soal Tunggakan Rp 20 Miliar ke RSUD Ungaran

Kompas.com - 24/10/2019, 06:31 WIB
Ilustrasi BPJS Kesehatan Kompas.com/ Luthfia Ayu AzanellaIlustrasi BPJS Kesehatan

UNGARAN, KOMPAS.com - Sebanyak 42.320 anggota Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Ungaran yang beralamat di Kabupaten Semarang, tidak menjalankan kewajibannya membayar iuran secara rutin.

Para anggota tersebut termasuk dalam kategori Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU).

Kepala Cabang BPJS Ungaran Titus Sri Hardianto mengatakan, total anggota BPJS Kesehatan di Kabupaten Semarang ada 101.251 jiwa.

"Memang terhitung banyak anggota di Kabupaten Semarang yang tidak membayar iuran," ujar Titus, Rabu (23/10/2019).

Baca juga: BPJS Kesehatan Tunggak Rp 20 Miliar ke RSUD Ungaran, Setiap Ditagih Tak Direspons

Titus mengungkapkan, banyaknya keterlambatan pembayaran iuran berakibat pada tidak seimbangnya pengeluaran dengan pendapatan yang diterima setiap bulan.

BPJS Ungaran membawahi area Kabupaten Semarang, Kabupaten Kendal, dan Kota Salatiga dengan total anggota 274.000 orang.

Namun dari jumlah tersebut, 30 persen anggota menunggak pembayaran.

Titus mengakui ada tagihan dari RSUD Ungaran yang belum terbayarkan karena masih dalam proses verifikasi.

Dikatakan, setiap tagihan yang masuk akan diverifikasi dan selanjutnya dilaporkan ke BPJS pusat. 

"Nanti BPJS pusat yang melakukan pembayaran. Kalau yang untuk RSUD Ungaran, saat ini verifikasi yang dilakukan sampai di bulan Mei sampai Juli, tagihan sekitar Rp 10,5 miliar," ujar dia.

Pembayaran diprioritas terhadap layanan yang lebih dulu masuk verifikasi, atau dengan cara first in first out.

Menurutnya, ada tiga opsi untuk menyeimbangkan neraca BPJS Kesehatan, yaitu penyesuaian tarif agar sesuai dengan kondisi saat ini. Penyesuaian tarif terakhir dilakukan pada 2016.

Opsi kedua, penyesuaian manfaat yang berarti pengurangan terhadap layanan kepada anggota BPJS.

Terakhir, berharap adanya dana talangan dari pemerintah.

"Dari ketiga opsi tersebut, pilihan dana talangan adalah yang paling realistis dan tidak menganggu layanan kepada masyarakat," ujar Titus.

Dia mengimbau kepada anggota BPJS Kesehatan agar tertib dan rutin melakukan pembayaran iuran.

Menurutnya, pola pikir masyarakat saat ini masih banyak yang mencari untung dari BPJS, yakni membayar tapi mendapat layanan yang lebih.

Padahal, yang lebih utama adalah kegotongroyongan, yakni anggota yang sehat membantu anggota yang sakit.

Baca juga: Menunggak Iuran BPJS dan Terlilit Hutang, Alasan Pasutri Gelapkan Mobil Rental

Sebelumnya, Direktur RSUD Ungaran Setya Pinardi mengungkapkan, ada tagihan ke BPJS Ungaran sebesar Rp 20 miliar yang hingga saat ini belum dibayarkan.

Kondisi ini bisa mengganggu pelayanan karena sebanyak 80 persen pasien adalah anggota BPJS.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

5 Fakta Baru Kasus Fetish Kain Jarik Berkedok Riset, Mengaku Ada 25 Korban dan Dijerat UU ITE

5 Fakta Baru Kasus Fetish Kain Jarik Berkedok Riset, Mengaku Ada 25 Korban dan Dijerat UU ITE

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 8 Agustus 2020

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 8 Agustus 2020

Regional
Jawaban Wakil Wali Kota Tegal soal Pencitraan hingga Sembunyikan Data

Jawaban Wakil Wali Kota Tegal soal Pencitraan hingga Sembunyikan Data

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 8 Agustus 2020

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 8 Agustus 2020

Regional
Saat Gubernur Edy Rahmayadi Mantu di Tengah Pandemi...

Saat Gubernur Edy Rahmayadi Mantu di Tengah Pandemi...

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 8 Agustus 2020

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 8 Agustus 2020

Regional
Dendam dengan Orangtua, Pemuda Ini Bunuh dan Cabuli Anaknya

Dendam dengan Orangtua, Pemuda Ini Bunuh dan Cabuli Anaknya

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 8 Agustus 2020

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 8 Agustus 2020

Regional
2 Poliklinik di RSUD Aceh Tamiang Ditutup, 59 Tenaga Medis Dites Swab

2 Poliklinik di RSUD Aceh Tamiang Ditutup, 59 Tenaga Medis Dites Swab

Regional
Tanam Sayur di Pekarangan Selama Pandemi, Ibu-ibu Ini Raup Belasan Juta Rupiah

Tanam Sayur di Pekarangan Selama Pandemi, Ibu-ibu Ini Raup Belasan Juta Rupiah

Regional
Gunung Sinabung Kembali Erupsi Setinggi 2.000 Meter

Gunung Sinabung Kembali Erupsi Setinggi 2.000 Meter

Regional
Ini Pengakuan Tersangka Fetish Kain Jarik kepada Polisi

Ini Pengakuan Tersangka Fetish Kain Jarik kepada Polisi

Regional
Kasus Fetish Kain Jarik, Pelaku Ditetapkan sebagai Tersangka UU ITE

Kasus Fetish Kain Jarik, Pelaku Ditetapkan sebagai Tersangka UU ITE

Regional
6 Penyelam Marinir Dikerahkan Cari WN Amerika yang Hilang di Teluk Ambon

6 Penyelam Marinir Dikerahkan Cari WN Amerika yang Hilang di Teluk Ambon

Regional
Kronologi Ditemukannya Kerangka Manusia oleh 2 Pelajar, Berawal dari Bau Busuk

Kronologi Ditemukannya Kerangka Manusia oleh 2 Pelajar, Berawal dari Bau Busuk

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X