Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 23/10/2019, 19:55 WIB
Andi Muhammad Haswar,
Robertus Belarminus

Tim Redaksi


KOTA BARU, KOMPAS.com - Seorang ayah di Kecamatan Kelumpang Hulu, Kabupaten Kota Baru, Kalimantan Selatan (Kalsel), tega mencabuli anak tirinya sendiri.

Aksi bejat tersebut dilakukan pelaku berinisial SS terhadap korban MH yang masih di bawah umur sebanyak 15 kali sejak tahun 2018.

Kapolsek Kelumpang Hulu, Ipda Rifandy P Putra, mengatakan, SS awalnya tergiur dengan anaknya yang sering memakai celana pendek jika sedang berada di rumah.

"Jadi, tersangka ini awalnya tergiur terhadap korban karena tersangka ini bernafsu melihat korban sering memakai celana pendek jika di rumah," ujar Rifandi, Rabu (23/10/2019).

Baca juga: 4 Fakta Kasus Pencabulan 7 Bocah Perempuan oleh Guru Ngaji

Rifandy mengatakan, MH juga kerap diancam jika tak melayani nafsu bejat ayahnya sehingga korban tak berani melapor kepada ibu maupun kakaknya.

"Kalau dari hasil interogasi kami, korban ini diancam sampai tidak berani melapor," tambah Rifandy.

Kasus ini terungkap setelah SS kedapatan langsung oleh kakak korban saat hendak memukul korban.

Karena kedapatan memukul korban, sang kakak kemudian curiga dan menanyakan sebab korban dipukul oleh ayah tiri mereka.

Setelah didesak, korban akhirnya mengaku jika SS sering mencabulinya.

"Si kakak yang melapor setelah tersangka kepergok memukuli korban, dari situ korban bercerita kepada kakaknya," ucap Rifandy.

Mengetahui dilaporkan oleh anaknya, SS kemudian kabur meninggalkan rumah.

Baca juga: Ancam Akan Bunuh, Ayah Cabuli Putri Kandung Usia 14 Tahun

Tak sampai sehari, SS menyerahkan diri diantar oleh rekannya karena sudah merasa tak tahan dikejar oleh polisi.

"Setelah memukul korban dan kedapatan oleh kakaknya, tersangka langsung kabur, tapi tak sampai sehari kemudian tersangka menyerahkan diri di antar oleh rekannya," ujar Rifandy.

Untuk kepentingan penyidikan, tersangka kini mendekam di sel tahanan Polsek Kelumpang Hulu.

Tersangka diancam Pasal Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Fakta dan Kronologi Bentrokan Warga 2 Desa di Lombok Tengah, 1 Orang Tewas

Fakta dan Kronologi Bentrokan Warga 2 Desa di Lombok Tengah, 1 Orang Tewas

Regional
Komunikasi Politik 'Anti-Mainstream' Komeng yang Uhuyy!

Komunikasi Politik "Anti-Mainstream" Komeng yang Uhuyy!

Regional
Membedah Strategi Komunikasi Multimodal ala Komeng

Membedah Strategi Komunikasi Multimodal ala Komeng

Regional
Kisah Ibu dan Bayinya Terjebak Banjir Bandang Berjam-jam di Demak

Kisah Ibu dan Bayinya Terjebak Banjir Bandang Berjam-jam di Demak

Regional
Warga Kendal Tewas Tertimbun Longsor Saat di Kamar Mandi, Keluarga Sempat Teriaki Korban

Warga Kendal Tewas Tertimbun Longsor Saat di Kamar Mandi, Keluarga Sempat Teriaki Korban

Regional
Balikpapan Catat 317 Kasus HIV Sepanjang 2023

Balikpapan Catat 317 Kasus HIV Sepanjang 2023

Regional
Kasus Kematian akibat DBD di Balikpapan Turun, Vaksinasi Tembus 60 Persen

Kasus Kematian akibat DBD di Balikpapan Turun, Vaksinasi Tembus 60 Persen

Regional
Puan: Seperti Bung Karno, PDI-P Selalu Berjuang Sejahterakan Wong Cilik

Puan: Seperti Bung Karno, PDI-P Selalu Berjuang Sejahterakan Wong Cilik

Regional
Setelah 25 Tahun Konflik Maluku

Setelah 25 Tahun Konflik Maluku

Regional
BMKG: Sumber Gempa Sumedang Belum Teridentifikasi, Warga di Lereng Bukit Diimbau Waspada Longsor

BMKG: Sumber Gempa Sumedang Belum Teridentifikasi, Warga di Lereng Bukit Diimbau Waspada Longsor

Regional
Gempa Sumedang, 53 Rumah Rusak dan 3 Korban Luka Ringan

Gempa Sumedang, 53 Rumah Rusak dan 3 Korban Luka Ringan

Regional
Malam Tahun Baru 2024, Jokowi Jajan Telur Gulung di 'Night Market Ngarsopuro'

Malam Tahun Baru 2024, Jokowi Jajan Telur Gulung di "Night Market Ngarsopuro"

Regional
Sekolah di Malaysia, Pelajar di Perbatasan Indonesia Berangkat Sebelum Matahari Terbit Tiap Hari

Sekolah di Malaysia, Pelajar di Perbatasan Indonesia Berangkat Sebelum Matahari Terbit Tiap Hari

Regional
Kisah Pengojek Indonesia dan Malaysia di Tapal Batas, Berbagi Rezeki di 'Rumah' yang Sama...

Kisah Pengojek Indonesia dan Malaysia di Tapal Batas, Berbagi Rezeki di "Rumah" yang Sama...

Regional
Menara Pengintai Khas Dayak Bidayuh Jadi Daya Tarik PLBN Jagoi Babang

Menara Pengintai Khas Dayak Bidayuh Jadi Daya Tarik PLBN Jagoi Babang

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com