Anang: Kita Belum Punya "Big Data" Lagu Indonesia

Kompas.com - 23/10/2019, 17:55 WIB
Musisi Anang Hermansyah (kiri) di Mapolda Jatim, Rabu (23/10/2019). KOMPAS.COM/A. FAIZALMusisi Anang Hermansyah (kiri) di Mapolda Jatim, Rabu (23/10/2019).

SURABAYA, KOMPAS.com - Musisi Anang Hermansyah mengatakan, sampai saat ini Indonesia belum punya sistem big data lagu Indonesia.

Mewakili kelompok seniman, dia berharap Presiden Jokowi merealisasikan sistem big data pada Kabinet Indonesia Maju yang baru dibentuk.

Kata suami Ashyanti ini, lima tahun lalu Presiden Jokowi sudah meletakkan dasar-dasar penegakan hukum tentang hak cipta.

Bahkan penegakan hukumnya bisa disebut lebih terarah.

"Lima tahun ke depan menurut saya lebih diperkuat dengan pembuatan infrastruktur berupa sistem big data untuk lagu Indonesia," kata Anang saat ditemui di Mapolda Jatim, Rabu (23/10/2019).

Baca juga: Risma Akui Merasa Rugi Tolak Tawaran Jadi Menteri Jokowi

Diketahui Kapolda Jatim mengumpulkan para seniman se-Jatim untuk membahas hak cipta.

Menurut Anang, sistem big data lagu Indonesia sudah tertuang dalam amanat konstitusi undang-undang, yakni Undang-undang nomor 28 tahun 2014 tentang Hak Cipta dan undang-undang nomor 5 tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.

Dia sendiri mengaku sedih Indonesia yang sudah 74 tahun merdeka belum memiliki data direktori lagu-lagu baik tradisional maupun modern.

"Padahal data tersebut dapat menjadi kunci untuk penegakan hak cipta dan hak terkait ekosistem musik di Indonesia," ujar dia.

Jika data lagu Indonesia terkonsolidasi dengan baik dan rapi, maka menurutnya akan lebih mudah menegakkan hak cipta.

"Lembaga Manajemen Kolektif (LMK) sudah dibentuk, sekarang tinggal sistem big data saja yang belum. Saya berharap lima tahun ke depan Pak Jokowi bisa merealisasikannya," ujar  Anang.

Baca juga: Cerita Risma Hitung Untung Rugi Tolak Tawaran Jadi Menteri Jokowi

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

2 Balita Tewas Terbakar Dalam Mobil Tetangga, Pemilik Kendaraan dan Orangtua Dinilai Lalai

2 Balita Tewas Terbakar Dalam Mobil Tetangga, Pemilik Kendaraan dan Orangtua Dinilai Lalai

Regional
Pelempar Bom Molotov di Rumah Pegawai Pengadilan Tinggi Pura-pura Silaturahim Lebaran

Pelempar Bom Molotov di Rumah Pegawai Pengadilan Tinggi Pura-pura Silaturahim Lebaran

Regional
Polisi dan TNI Akan Dampingi dan Awasi 'New Normal' di Jabar Selama 14 Hari

Polisi dan TNI Akan Dampingi dan Awasi "New Normal" di Jabar Selama 14 Hari

Regional
2 Balita Tewas Terbakar di Dalam Mobil Tetangga, Pemilik Halalbihalal, Orangtua Bekerja

2 Balita Tewas Terbakar di Dalam Mobil Tetangga, Pemilik Halalbihalal, Orangtua Bekerja

Regional
UPDATE Corona Maluku 27 Mei: 188 Positif, 8 Meninggal, 34 Pasien Sembuh

UPDATE Corona Maluku 27 Mei: 188 Positif, 8 Meninggal, 34 Pasien Sembuh

Regional
Tepergok Istri Saat Perkosa Tetangga, Bapak 2 Anak Ditangkap Polisi

Tepergok Istri Saat Perkosa Tetangga, Bapak 2 Anak Ditangkap Polisi

Regional
UPDATE Corona Kalsel 27 Mei: 703 Pasien Positif, 71 Meninggal, 81 Sembuh

UPDATE Corona Kalsel 27 Mei: 703 Pasien Positif, 71 Meninggal, 81 Sembuh

Regional
Oknum TNI Adu Jotos dan Tembak Warga Sipil di Nunukan

Oknum TNI Adu Jotos dan Tembak Warga Sipil di Nunukan

Regional
'Genting Berjatuhan, Saya Mengangkat Lemari Kayu Demi Menyelamatkan Ayah'

"Genting Berjatuhan, Saya Mengangkat Lemari Kayu Demi Menyelamatkan Ayah"

Regional
14 Tahun Gempa Yogya, Gotong Royong Jadi Modal untuk Bangkit

14 Tahun Gempa Yogya, Gotong Royong Jadi Modal untuk Bangkit

Regional
Protes Pembagian BLT, Warga di Maluku Tengah Segel Kantor Desa

Protes Pembagian BLT, Warga di Maluku Tengah Segel Kantor Desa

Regional
Dilempar Bom Molotov, Rumah Pegawai Pengadilan Tinggi Tanjung Karang Terbakar

Dilempar Bom Molotov, Rumah Pegawai Pengadilan Tinggi Tanjung Karang Terbakar

Regional
Pembuat Petasan Tewas Kena Ledakan Mercon, Dua Anak Terluka

Pembuat Petasan Tewas Kena Ledakan Mercon, Dua Anak Terluka

Regional
Update Covid-19 Papua: Total 652 Kasus Positif, 800 Sampel Antre Diperiksa di Lab

Update Covid-19 Papua: Total 652 Kasus Positif, 800 Sampel Antre Diperiksa di Lab

Regional
Tersesat di Permukiman, Ambulans Pasien Covid-19 Diamuk Massa, Ini Kronologinya

Tersesat di Permukiman, Ambulans Pasien Covid-19 Diamuk Massa, Ini Kronologinya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X