Fakta Baru Penggelapan Dana Nasabah BNI Ambon, Amankan 3 Buah Ponsel hingga FY Ditetapkan Tersangka

Kompas.com - 22/10/2019, 12:06 WIB
Kantor BNI Cabang Ambon di jalan Said Perintah, Kecamatan Sirimau, Ambon KOMPAS.COM/RAHMAT RAHMAN PATTYKantor BNI Cabang Ambon di jalan Said Perintah, Kecamatan Sirimau, Ambon

KOMPAS.com - Setelah melakukan serangkai pemeriksaan oleh penyidik, akhirnya Polda Maluku menetapakan Wakil Kepala BNI Kantor Cabang Utama Ambon, berinisial FY sebagai tersangka atas kasus dugaan penggelapan dana nasabah senilai Rp 58,95 miliar.

Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol Muhamad Roem Ohoirat mengatakan, FY ditangkap di perumahan Citraland di kawasan Lateri Ambon Jumat pekan lalu saat sedang bersama dua orang rekannya yakni SP dan DN.

Menurut Roem, tidak menutup kemungkinan ada sindikat yang terlibat dalam kasus tersebut sebagaimana keterangan pihak BNI, hal itu akan terbukti dalam penyidikan.

Berikut ini fakta baru selengkapnya:

1. FY ditetapkan tersangka

Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol Muhamad Roem Ohoirat, Senin (21/10/2019)KOMPAS.COM/RAHMAT RAHMAN PATTY Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol Muhamad Roem Ohoirat, Senin (21/10/2019)

Polisi menetapkan Wakil Kepala BNI Kantor Cabang Utama Ambon, FY, atas kasus dugaan penggelapan dana nasabah senilai Rp 58.95 miliar dan kini telah mendekam di sel tahanan Polda Maluku.

“Pada saat ditangkap yang bersangkutan ada bersama dua orang, di antaranya salah satu adalah SP dan satu adalah DN, kemudian sudah diambil keterangan jadi satu orang ini sudah jadi tersangka,” kata Roem kepada wartawan di ruang kerjanya, Senin (21/10/2019).

Untuk dua orang yakni DN dan SP yang saat itu berada bersama tersangka saat penangkapan hanya dimintai keterangan dan tidak ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut.

“Dong (mereka) berdua hanya diambil keterangan saja,” ujarnya.

Baca juga: Pembobolan Dana Nasabah BNI Ambon, FY Resmi Jadi Tersangka dan Ditahan

2. Bisa mengarah pada TPPU

IlustrasiKOMPAS/TOTO S Ilustrasi

Roem menjelaskan, terkait kasus tersebut, saat ini yang ditangani oleh penyidik adalah tindak pidana perbankan.

Namun, sambugnya, tidak menutup kemungkinan jika kasus tersebut bisa mengarah pada tindak pidana pencucian uang (TPPU) jika dalam hasil penyidikan nanti ada bukti yang mengarah pada tindakan pidana tersebut.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cerita Eks Sandera Abu Sayyaf, Sering Dimarahi dan Dipukul dengan Senjata

Cerita Eks Sandera Abu Sayyaf, Sering Dimarahi dan Dipukul dengan Senjata

Regional
Begini Cara Pemprov Riau Cegah Masuknya Virus Corona

Begini Cara Pemprov Riau Cegah Masuknya Virus Corona

Regional
Saat Jokowi Tertawa Mendengar Sertifikat Tanah Ingin Digadai untuk Jual Es Degan

Saat Jokowi Tertawa Mendengar Sertifikat Tanah Ingin Digadai untuk Jual Es Degan

Regional
Pemkot Semarang Targetkan Seluruh Bidang Tanah Bersertifikat pada 2021

Pemkot Semarang Targetkan Seluruh Bidang Tanah Bersertifikat pada 2021

Regional
Balita Warga China di Ruang Isolasi RSUD NTB Bukan Suspect Virus Corona

Balita Warga China di Ruang Isolasi RSUD NTB Bukan Suspect Virus Corona

Regional
Hoaks, Pasien Terkena Virus Corona Dirawat di RSUD Moewardi Solo, Dokter: Kami Pantau Kena Bronkitis Akut

Hoaks, Pasien Terkena Virus Corona Dirawat di RSUD Moewardi Solo, Dokter: Kami Pantau Kena Bronkitis Akut

Regional
Sultan HB X Tak Bisa Larang Turis asal China Berwisata ke DIY

Sultan HB X Tak Bisa Larang Turis asal China Berwisata ke DIY

Regional
Mayat Perempuan Berseragam Pramuka di Tasikmalaya Pernah Dilaporkan Hilang

Mayat Perempuan Berseragam Pramuka di Tasikmalaya Pernah Dilaporkan Hilang

Regional
Diduga Terinfeksi Virus Corona, WN China di Cilacap Diobservasi

Diduga Terinfeksi Virus Corona, WN China di Cilacap Diobservasi

Regional
Terkait Virus Corona, 235 WN China Dipulangkan dari Batam

Terkait Virus Corona, 235 WN China Dipulangkan dari Batam

Regional
RSBP Batam Siagakan 7 Ruangan Isolasi untuk Pasien Virus Corona

RSBP Batam Siagakan 7 Ruangan Isolasi untuk Pasien Virus Corona

Regional
RSUD Dr Moewardi Solo Siapkan 2 Ruangan Isolasi Khusus Tangani Pasien Terindikasi Virus Corona

RSUD Dr Moewardi Solo Siapkan 2 Ruangan Isolasi Khusus Tangani Pasien Terindikasi Virus Corona

Regional
Gubernur Edy Rahmayadi Sebut Ada Warga Sumut Masih Berada di Wuhan China

Gubernur Edy Rahmayadi Sebut Ada Warga Sumut Masih Berada di Wuhan China

Regional
Antisipasi Virus Corona, RSMH Palembang Siagakan 2 Ruang Isolasi

Antisipasi Virus Corona, RSMH Palembang Siagakan 2 Ruang Isolasi

Regional
Cerita Ratu Keraton Agung Sejagat di Lapas, Dibully Sesama Penghuni hingga Ingin Ajarkan Make Up

Cerita Ratu Keraton Agung Sejagat di Lapas, Dibully Sesama Penghuni hingga Ingin Ajarkan Make Up

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X