Angin Kencang di Magelang: Fenomena Tak Biasa, Ribuan Warga Mengungsi hingga Status Tanggap Darurat

Kompas.com - 22/10/2019, 08:27 WIB
Bupati Magelang Zaenal Arifin mengunjungi pengungsi korban bencana angin kencang di Balai Desa Ketundan Kecamatan Pakis Kabupaten Magelang, Senin (21/10/2019) KOMPAS.COM/IKA FITRIANABupati Magelang Zaenal Arifin mengunjungi pengungsi korban bencana angin kencang di Balai Desa Ketundan Kecamatan Pakis Kabupaten Magelang, Senin (21/10/2019)

MAGELANG, KOMPAS.com - Pemerintah Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, menetapkan status tanggap darurat bencana pasca-musibah angin kencang yang terjadi 20 hingga 21 Oktober 2019 lalu.

Musibah ini menyebabkan banyak rumah warga rusak hingga pohon tumbang menutup akses jalan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang mencatat, angin kencang meluas hingga 7 kecamatan meliputi Kecamatan Pakis, Sawangan, Kajoran, Ngablak, Tegalrejo, Srumbung, dan Dukun. Ratusan warga terpaksa mengungsi di lokasi lebih aman.

Baca juga: Angin Kencang Tak Berhenti Terjang Permukiman Warga di Magelang, Ratusan Rumah Rusak

Bupati Megelang Zaenal Arifin menjelaskan, status darurat bencana diputuskan agar dampak bencana segera bisa ditangani dan menentukan langkah strategis selanjutnya.

Tanggap darurat berlaku selama 14 hari ke depan.

"Status darurat itu harus kita tetapkan agar kita segera bisa menangani bencana ini dengan cepat. Dengan status darurat ini, secara regulasi kita bisa melakukan langkah-langkah yang strategis," kata, Zaenal di sela-sela meninjau para korban bencana di tempat pengungsian Pogalan, Kecamatan Pakis, Senin (21/10/2019) malam.

Rumah-rumah rusak diterjang angin kencang di permukiman warga di lereng Merbabu Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang, Senin (21/10/2019).KOMPAS.COM/IKA FITRIANA Rumah-rumah rusak diterjang angin kencang di permukiman warga di lereng Merbabu Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang, Senin (21/10/2019).

Hingga Senin malam, jumlah pengungsi korban angin kencang mencapai 853 KK atau 2.682 jiwa.

Mereka mengungsi di Balai Desa Ketundan dan masjid-masjid di Kecamatan Pakis.

Lalu sekitar 94 jiwa tercatat telah mengungsi di Balai Desa Pogalan dan di titik-titik lainnya.

Rumah mereka rusak akibat diterjang angin.

"Kami sangat prihatin terjadinya bencana ini. Kami juga sangat mengapresiasi atas sinergitas dan kesigapan para personel baik TNI, POLRI, dan para relawan yang telah membantu proses assasment dan evakuasi warga," ungkap Zaenal.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Magelang, Edi Susanto, mengatakan, fenomena angin kencang memang kerap terjadi terutama di masa-masa perubahan musim.

Namun angin kali ini berbeda karena terjadi berlangsung lama. Pihaknya sedang berkonsultasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

"Biasanya angin puting beliung ini hanya berlangsung sebentar saja, terutama di masa-masa perubahan musim. Tetapi anehnya ini terjadi selama dua hari belakangan ini. Maka sedang kami konsultasikan dengan BMKG," terang, Edi.

Baca juga: Kunjungi Pengungsi Angin Kencang, Khofifah Minta Sekolah Darurat Didirikan

Edi juga mengimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik, sambil menunggu arahan para petugas di lapangan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Regional
Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Regional
Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Regional
Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.