Pembobolan Dana Nasabah BNI Ambon, Polisi Pastikan Keterlibatan Pihak Lain

Kompas.com - 21/10/2019, 19:36 WIB
Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol Muhamad Roem Ohoirat, Senin (21/10/2019) KOMPAS.COM/RAHMAT RAHMAN PATTYKabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol Muhamad Roem Ohoirat, Senin (21/10/2019)

AMBON,KOMPAS.com-Penyelidikan kasus dugaan pembobolan dana nasabah senilai ratusan miliar rupiah di Bank Negara Indonesia ( BNI) Cabang Ambon saat ini masih terus dilakukan oleh penyidik Ditreskrimsus Polda Maluku.

Dalam kasus tersebut, Wakil Kepala BNI Cabang Ambon, FY yang sebelumnya dilaporkan pihak BNI ke polisi telah resmi ditetapkan sebagai tersangka dan kini telah ditahan di sel tahanan Polda Maluku.

Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol Muhamad Roem Ohoirat mengatakan terkait penyelidikan dan penyidikan kasus tersebut, dia belum dapat menjelaskannya secara detail karena saat ini materi kasus tersebut masih disusun.

“Yang menyangkut dia punya materi kasus dan lain-lain itu nanti besok baru saya dan Direskrimsus sampaikan karena tadi mereka ada susun dia punya bahan-bahan biar dikasih itu  lengkap,” kata Roem kepada wartawan di ruang kerjanya, Senin (21/10/2019).

Baca juga: Pembobolan Dana Nasabah BNI Ambon, FY Resmi Jadi Tersangka dan Ditahan

Saat disinggung  kasus tersebut merupakan sebuah sindikat yang berpotensi melibatkan pihak lain, Roem tidak mengelak.

Menurut Roem terkait ada sindikat yang terlibat dalam kasus tersebut sebagaimana keterangan pihak BNI, hal itu akan terbukti dalam penyidikan kasus tersebut.

 Namun, dia meyakini jika kasus tersebut sudah pasti melibatkan pihak lain.

“Kalau menyangkut itu (sindikat) urusan penyidik nanti besok baru disampaikan kalau yang model begini bukan satu orang, tapi untuk siapa-siapa yang terlibat tunggu besok,” ungkapnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, kasus dugaan pembobolan dana nasabah BNI Cabang Ambon dilaporkan ke SPKT Polda Maluku apda 8 Oktober 2019 lalu.

Adapun pihak yang terlapor yakni FY yang juga Wakil Kepala BNI Cabang Ambon.

Baca juga: Kasus Pembobolan Dana Nasabah BNI Ambon, Polisi Sebut Akan Ada Kejutan

Kasus tersebut dilaporkan pihak BNI setelah dalam hasil investigasi internal ditemukan adanya investasi tidak wajar yang dilakukan FY. Pihak BNI pun menyebut jika FY terlibat dalam sindikat investasi tidak wajar.

Saat ini FY telah resmi ditetapkan sebagai tersangka dan telah ditahan di sel tahanan Polda Maluku.

FY ditangkap di sebuah rumah di Citraland di kawasan Lateri Ambon Jumat pekan lalu saat sedang bersama dua orang yakni SP dan DN. 

 

 

 

 



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wanita Ini Jual Rumah dan Siap Dinikahi Pembelinya

Wanita Ini Jual Rumah dan Siap Dinikahi Pembelinya

Regional
Ibu-ibu Bawa Anaknya Demo Tuntut Sekolah Dibuka, Ini Tanggapan Disdik Pamekasan

Ibu-ibu Bawa Anaknya Demo Tuntut Sekolah Dibuka, Ini Tanggapan Disdik Pamekasan

Regional
Positif Corona, Sekda Grobogan: Keluhan Saya Tidak Bisa Tidur Nyenyak

Positif Corona, Sekda Grobogan: Keluhan Saya Tidak Bisa Tidur Nyenyak

Regional
Mahasiswanya Gantung Diri Diduga Depresi Skripsi Sering Ditolak Dosen, Ini Penjelasan Universitas

Mahasiswanya Gantung Diri Diduga Depresi Skripsi Sering Ditolak Dosen, Ini Penjelasan Universitas

Regional
2 Pasien Covid-19 di Riau Merasa Nyeri di Perut dan Ulu Hati

2 Pasien Covid-19 di Riau Merasa Nyeri di Perut dan Ulu Hati

Regional
Menkes Terawan Akan Pimpin Langsung Penanganan Covid-19 di Jawa Timur

Menkes Terawan Akan Pimpin Langsung Penanganan Covid-19 di Jawa Timur

Regional
Viral, Video Ibu-ibu Unjuk Rasa di Depan SD, Tuntut Sekolah Dibuka Kembali

Viral, Video Ibu-ibu Unjuk Rasa di Depan SD, Tuntut Sekolah Dibuka Kembali

Regional
Pejabat Desa Perkosa Bocah SD Yatim Berkali-kali, Ketahuan Saat Coba Lamar Korban

Pejabat Desa Perkosa Bocah SD Yatim Berkali-kali, Ketahuan Saat Coba Lamar Korban

Regional
19 Tenaga Medis di Samarinda Positif Corona karena Transmisi Lokal

19 Tenaga Medis di Samarinda Positif Corona karena Transmisi Lokal

Regional
Dekan UNS Surakarta: 25 Mahasiswa PPDS Positif Covid-19 Belum Ada yang Diwisuda

Dekan UNS Surakarta: 25 Mahasiswa PPDS Positif Covid-19 Belum Ada yang Diwisuda

Regional
Kasus Covid-19 di Jatim Tinggi, Menkes Terawan Berkantor di Surabaya Setiap Akhir Pekan

Kasus Covid-19 di Jatim Tinggi, Menkes Terawan Berkantor di Surabaya Setiap Akhir Pekan

Regional
Duka di Masamba, 13 Orang Tewas dan 46 Orang Hilang akibat Diterjang Banjir Bandang

Duka di Masamba, 13 Orang Tewas dan 46 Orang Hilang akibat Diterjang Banjir Bandang

Regional
Adaptasi Kebiasaan Baru, ASN Pemprov Papua Barat 'Ngantor' Mulai 15 Juli

Adaptasi Kebiasaan Baru, ASN Pemprov Papua Barat "Ngantor" Mulai 15 Juli

Regional
Serahkan Diri ke Polisi, Petugas P2TP2A yang Cabuli Korban Pemerkosaan Didampingi Keluarga

Serahkan Diri ke Polisi, Petugas P2TP2A yang Cabuli Korban Pemerkosaan Didampingi Keluarga

Regional
Bikin Resah, Pasien Covid-19 Tolak Karantina, Malah Santai Keluyuran dan Beli Sayuran

Bikin Resah, Pasien Covid-19 Tolak Karantina, Malah Santai Keluyuran dan Beli Sayuran

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X