Santri yang Tewas di Sumsel Alami Kaki Patah dan Tempurung Kepala Retak

Kompas.com - 21/10/2019, 17:09 WIB
Jenazah Piter Romadoni (14) ketika menjalani proses visum di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Palembang, Sumatera Selatan. Piter sebelumnya meninggal lantaran diduga terjatuh dari pohon kelapa di pondok pesantren pesantren Raudhatul Ulum Sakatiga di Kabupaten Ogan Ilir, Senin (21/10/2019). KOMPAS.COM/AJI YK PUTRAJenazah Piter Romadoni (14) ketika menjalani proses visum di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Palembang, Sumatera Selatan. Piter sebelumnya meninggal lantaran diduga terjatuh dari pohon kelapa di pondok pesantren pesantren Raudhatul Ulum Sakatiga di Kabupaten Ogan Ilir, Senin (21/10/2019).

 

PALEMBANG, KOMPAS.com- Dokter forensik Rumah Sakit Bhayangkara Palembang telah melakukan pemeriksaan terhadap jenazah Piter Romadoni (14) seorang santri pondok pesantren Raudhatul Ulum Sakatiga, di Kabupaten Ogan Ilir, yang ditemukan tewas mendadak.

Dari hasil pemeriksaan, tim forensik menemukan luka memar di bagian tubuh koban yang disebabkan oleh benda tumpul.

Dokter forensik Rumah Sakit Bhayangkara Palembang Kompol Mansuri mengatakan, luka dibagian tubuh Piter diduga akibat terjatuh. Hal itu terlihat dari luka yang ada di bagian kepala dan kaki.

"Kaki korban patah, tempurung kepalanya juga retak. Kalau dilihat sepertinya accident. Paling parah adalah luka di kepala yang diduga menyebabkan korban meninggal,"kata Mansuri, Senin (21/10/2019).

Baca juga: Santri Tewas Terjatuh dari Pohon Kelapa Jam 2 Dini Hari, Orangtua Heran

Mansuri menjelaskan, pemeriksaan visum Piter berlangsung selama dua jam dan disaksikan oleh keluarga korban.

Dugaan meninggalnya korban akibat kecelakaan, juga diperkuat dengan keterangan saksi.

 "Informasinya jatuh dari pohon, dilihat dari luka sepertinya memang demikian,"jelas Mansuri.

Diberitakan sebelumnya, Piter Romadoni (14) seorang Santri pondok pesantren Raudhatul Ulum Sakatiga di Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan ditemukan tewas mendadak, Senin (21/10/2019).  

Jenazah Piter saat ini telah berada di rumah sakit Bhayangkara Palembang, untuk dilakukan visum. 

Nur Asiah (43), ibu dari korban mengatakan, ia mengetahui anaknya tersebut meninggal setelah dihubungi pihak pesantren sekitar pukul 06.00 WIB.  

"Pihak pesantren bilang anak saya di Rumah Sakit Bari Palembang. Setelah disana, Piter sudah meninggal," kata Nur. 

Baca juga: Bukan Cuma Agama, Santri Juga Perlu Kuasai Teknologi

Keterangan sementara dari pihak pesantren, Piter meninggal karena terjatuh dari pohon kelapa di pesantren tempatnya belajar, sekitar pukul 02.00 WIB. 

Namun, Nur mengaku tak mengetahui apa penyebab anaknya itu memanjat pohon kelapa pada dini hari.  

 

 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X