Asrama Mahasiswa Papua di Tomohon Terbakar, Ini Kronologi Kejadiannya

Kompas.com - 20/10/2019, 20:47 WIB
Asrama Papua yang terletak di Kelurahan Talete Dua, Kecamatan Tomohon, Kota Tomohon, Sulut, terbakar, Minggu (20/10/2019) sekitar pukul 10.00 WITA. Dok. Humas Polda SulutAsrama Papua yang terletak di Kelurahan Talete Dua, Kecamatan Tomohon, Kota Tomohon, Sulut, terbakar, Minggu (20/10/2019) sekitar pukul 10.00 WITA.

MANADO, KOMPAS.com - Asrama mahasiswa Papua Kamasan VIII yang terletak di Kelurahan Talete Dua Lingkungan III, Kecamatan Tomohon Tengah, Kota Tomohon, terbakar pada Minggu (20/10/2019) sekitar pukul 10.00 Wita.

Kejadian tersebut mengundang perhatian serius Kapolda Sulawesi Utara (Sulut) Irjen Pol Sigid Tri Hardjanto.

Sempat beredar informasi simpang siur terkait kejadian tersebut, maka Kapolda didampingi para pejabat utama, di antaranya Dirreskrimum, Dirintelkam dan kabid Humas langsung menyambangi Mapolres Tomohon untuk memperoleh informasi pasti kejadian, Minggu sore.

Baca juga: Asrama Papua di Tomohon Terbakar, Ini Keterangan Resmi Polisi

Di Mapolres, Kapolda bertemu langsung dengan Kapolres Tomohon AKBP Raswin Sirait dan tersangka pembakaran, NRM alias Novel (21). Turut hadir saat itu, Wali Kota Tomohon Jimmy Eman.

Di hadapan Kapolda dan Wali Kota, Novel mengatakan bahwa ia juga kaget bisa terjadi kebakaran di asrama yang dihuninya.

Ia pun bercerita terkait kebakaran asrama tersebut. Saat di kamar sendirian, ia sengaja bermain api.

“Pas cuma main-main, pas bakar kertas biasa, pas mau kontak macis langsung terbakar. Pas mau buang langsung kena busa, busa langsung terbakar tiba-tiba mau padam, takut, jadi langsung keluar. Dapa dengar kebakaran, sudah samua langsung lari keluar,” ujar Novel seperti seperti dikutip dari rilis tertulis Humas Polda Sulut, Minggu malam.

Saat itu, katanya, ada yang mau coba padamkan api, namun karena api terlanjur membesar akhirnya semua orang lari keluar bangunan.

Novel sendiri merupakan salah satu mahasiswa UKIT Tomohon jurusan arsitek, yang masuk tahun 2018.

Saat ditanya bagaimana suasana kampus dan Kota Tomohon, lelaki asal Biak Papua ini menjawab bahwa di kampus ia tidak aktif belajar, dan ia hanya sering pulang ke asrama. Ia pun mengakui hidup di Kota Bunga Tomohon itu enak.

“Enak hidup di Sulawesi Utara, Tomohon, Minahasa, orangnya baik-baik, ramah-ramah,” katanya.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X