KILAS DAERAH

Bukan Cuma Agama, Santri Juga Perlu Kuasai Teknologi

Kompas.com - 20/10/2019, 17:30 WIB
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil melaksanakan Sholat Subuh Berjamaah di Masjid Ponpes Al Basyariah 2 Jalan Mahmud, Cigondewah Hilir, Kabupaten Bandung, Minggu (20/10/2019). dok. Provinsi Jawa BaratGubernur Jawa Barat Ridwan Kamil melaksanakan Sholat Subuh Berjamaah di Masjid Ponpes Al Basyariah 2 Jalan Mahmud, Cigondewah Hilir, Kabupaten Bandung, Minggu (20/10/2019).

KOMPAS.com - Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil meminta para santri untuk bisa menguasai teknologi, selain ilmu agama.

Pasalnya, Indonesia diprediksi menjadi negara dengan kekuatan ekonomi terbesar ketiga di dunia pada 2045.

Untuk mewujudkan hal tersebut, selain pertumbuhan ekonomi yang minimal harus di angka lima persen dan terjaganya kondusivitas sosial politik, generasi muda juga dituntut harus kompetitif.

"Belajar agama harus, (tapi) santri juga harus menguasai teknologi dan mengikuti perkembangan zaman," kata Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil, di hadapan ratusan santri Pondok Pesantren Al Basyariyah 2, Kabupaten Bandung.

Baca juga: Emil Minta Santri Tak Hanya Ahli Al Quran, tapi Juga Kuasai Teknologi

Lewat rilis yang diterima Kompas.com, Minggu (20/10/2019), Emil lebih lanjut menjelaskan bayangannya soal kekuatan ekonomi Indonesia pada 2045.

Menurutnya, 26 tahun dari sekarang, 70 persen masyarakat Indonesia berada pada usia produktif.

Untuk itu, Emil mengimbau pengurus pondok pesantren (ponpes) memberikan skill tambahan kepada para santri yang saat ini mayoritas adalah Generasi Z.

"Lengkapi dengan skill tambahan agar santrinya kompetitif, misalnya bahasa Inggris dan pengetahuan tentang entrepreneur di era Revolusi Industri 4.0 ini," imbaunya.

Baca juga: RUU Pesantren Disahkan, Santri Lantunkan Salawat Nabi

Terkait kemampuan bahasa Inggris, Emil mengajak para santri atau pengurus ponpes mengikuti program English for Ulama tahap dua yang akan diadakan pada 2020.

Pasalnya, pemerintah Provinsi Jabar sudah menyiapkan anggaran sebesar Rp 15 miliar per tahun untuk melatih para ulama di Jabar untuk belajar bahasa Inggris.

Sebagai informasi, pada 2019 ini ada lima ulama yang telah lulus program English for Ulama tahap satu.

Mereka akan berangkat pada 2 November ke sejumlah kota di Inggris untuk berdakwah dan menyiarkan Islam yang damai.

"Silakan bagi santri atau ustad di sini daftar untuk program English for Ulama berikutnya, nanti kami kirim untuk berdakwah Islam menggunakan bahasa Inggris di negara lainnya," ujar Emil.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X