Polda Maluku: Pemberhentian Sementara Kombes AW Terkait Pelanggaran Prosedur

Kompas.com - 19/10/2019, 20:10 WIB
Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol Muhamad Roem Ohoirat saat memberikan keteranagn kepada waratwan terkait kasus pembobolan dana nasabah  BNI Cabang Ambon di runag kerjanya, Kamis (17/10/2019) KOMPAS.COM/RAHMAT RAHMAN PATTYKabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol Muhamad Roem Ohoirat saat memberikan keteranagn kepada waratwan terkait kasus pembobolan dana nasabah BNI Cabang Ambon di runag kerjanya, Kamis (17/10/2019)

AMBON,KOMPAS.com-Direktur Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Maluku, Kombes AW bersama lima anak buahnya resmi dicopot dari jabatannya.

Pencopotan Kombes AW dan lima anak buahnya itu diduga terkait penanganan kasus pembobolan dana nasabah BNI senilai ratusan miliar rupiah.

Meski telah dicopot dari jabatannya, namun Polda Maluku mengatakan, pencopotan Kombes AW dan lima anak buahnya itu hanya pemberhentian sementara.

Baca juga: Pelaku Sindikat Pembobol BNI di Ambon Ditangkap

Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol Muhamad Roem Ohoirat mengatakan, pemberhentian sementara dalam jabatan dan tugas terhadap Kombes AW dan 5 anggota Ditkrimum Polda Maluku tidak ada hubungannya dengan kasus pembobolan BNI

Pemberhentian sementara dalam jabatan dan tugas sehari-hari terhadap Kombes AW dan beberapa kawan-kawan di Krimum tidak ada hubungannya dengan materi kasus BNI 46 Cabang Ambon,” ungkap Roem dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Sabtu (19/10/2019).

Menurut Roem pemberhentian sementara Kombes AW dan lima anak buahnya itu hanya terkait dugaan melanggar prosedur penanganan awal kasus tersebut.

Dia mengatakan, proses penyidikan suatu tindak pidana dalam kepolisian sudah diatur dalam Peraturan Kapolri Nomor 14 tahun 2012 tentang Management Penyidikan Tindak Pidana.

“Terkait dengan dugaan melanggar prosedur penanganan awal dari kasus tersebut, di mana proses penyidikan suatu tindak pidana dalam Kepolisian sudah diatur dalam Peraturan Kapolri Nomor 14 tahun 2012 tentang Management Penyidikan Tindak Pidana,” terangnya.

Baca juga: Skandal Pembobolan BNI Ambon, Perwira Polda Maluku Diberhentikan

Awalnya kasus dugaan pembobolan dana nasabah senilai Rp 124 miliar ini ditangani oleh Ditreskrimum Polda Maluku setelah pihak BNI melaporkan kasus tersebut ke Polda Maluku pada 8 Oktober lalu.

Saat itu penyidik Ditkrimum langsung melakukan pemeriksaan terhadap empat orang saksi dari internal BNI dengan dugaan penggelapan.

Namun setelah dilakukan penyelidikan awal dengan meminta keterangan pelapor serta tiga orang saksi lainnya dan melakukan gelar perkara internal, ternyata disimpulkan perbuatan para terlapor ini masuk dalam kejahatan perbankan.

Atas pertimbangan itulah, penanganan proses hukum terkait kasus tersbeut kemudian dilimpahkan ke pihak Ditreskrimsus. 

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jumlah Pasien Covid-19 yang Sembuh Meningkat Tajam, Risma Ungkap Peran Mobil PCR

Jumlah Pasien Covid-19 yang Sembuh Meningkat Tajam, Risma Ungkap Peran Mobil PCR

Regional
Masjid di Kota Bengkulu Kembali Gelar Shalat Berjemaah

Masjid di Kota Bengkulu Kembali Gelar Shalat Berjemaah

Regional
Diduga Salah Tembak, 2 Petani di Poso Tewas Saat Panen Kopi, Ini Penjelasan Polisi

Diduga Salah Tembak, 2 Petani di Poso Tewas Saat Panen Kopi, Ini Penjelasan Polisi

Regional
50.000 Ribu Butir Obat Batuk Disalahgunakan untuk Mabuk

50.000 Ribu Butir Obat Batuk Disalahgunakan untuk Mabuk

Regional
Ibu Hamil 9 Bulan yang Ditinggal dan Bergantung Tetangga: 'Tolong Jangan Cari Suami Saya'

Ibu Hamil 9 Bulan yang Ditinggal dan Bergantung Tetangga: "Tolong Jangan Cari Suami Saya"

Regional
Ingin Awet Muda dan Cepat Kaya, Oknum Karyawan Tambang Nekat Curi Celana Dalam, Ini Ceritanya

Ingin Awet Muda dan Cepat Kaya, Oknum Karyawan Tambang Nekat Curi Celana Dalam, Ini Ceritanya

Regional
Saat Polisi Kaget Dipergoki Rekan Seprofesinya, Ketahuan Isap Sabu-sabu

Saat Polisi Kaget Dipergoki Rekan Seprofesinya, Ketahuan Isap Sabu-sabu

Regional
Kadis Pariwisata NTB: Konsep New Normal, Hotel Harus Siapkan Klinik

Kadis Pariwisata NTB: Konsep New Normal, Hotel Harus Siapkan Klinik

Regional
Warga Pasuruan Tewas Dilempar Bom Ikan, Pelaku Diduga Masuk dari Jendela

Warga Pasuruan Tewas Dilempar Bom Ikan, Pelaku Diduga Masuk dari Jendela

Regional
Keluarga Ambil Paksa Jenazah Pasien Positif Covid-19 dari Rumah Sakit di Surabaya

Keluarga Ambil Paksa Jenazah Pasien Positif Covid-19 dari Rumah Sakit di Surabaya

Regional
Pasien Covid-19 Tertua dan Bocah 3 Tahun di Sorong Dinyatakan Sembuh

Pasien Covid-19 Tertua dan Bocah 3 Tahun di Sorong Dinyatakan Sembuh

Regional
Penularan Covid-19 Disoroti Presiden Jokowi, Pemprov Kalsel: Kasus Turun di Akhir Juli

Penularan Covid-19 Disoroti Presiden Jokowi, Pemprov Kalsel: Kasus Turun di Akhir Juli

Regional
Berpacaran dengan Orang yang Sama, 3 Oknum TNI Aniaya Pelajar SMA di Depan Rumah si Gadis

Berpacaran dengan Orang yang Sama, 3 Oknum TNI Aniaya Pelajar SMA di Depan Rumah si Gadis

Regional
519 Pasien Covid-19 di Surabaya Sembuh Dalam 5 Hari, Ini Rahasia Risma

519 Pasien Covid-19 di Surabaya Sembuh Dalam 5 Hari, Ini Rahasia Risma

Regional
Viral, Nenek 67 Tahun di Minahasa Menolak BLT, Alasannya Bikin Terharu

Viral, Nenek 67 Tahun di Minahasa Menolak BLT, Alasannya Bikin Terharu

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X