Kompas.com - 19/10/2019, 15:28 WIB
Ketua DPW PKS Jabar saat menghadiri Rapat Koordinasi Wilayah PKS Jabar di Hotel Grand Pasundan, Jalan Peta, Kota Bandung, Sabtu (19/10/2019). KOMPAS.COM/DENDI RAMDHANIKetua DPW PKS Jabar saat menghadiri Rapat Koordinasi Wilayah PKS Jabar di Hotel Grand Pasundan, Jalan Peta, Kota Bandung, Sabtu (19/10/2019).

BANDUNG, KOMPAS.com - Provinsi Jawa Barat akan menggelar Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) pada tahun 2020.

Ada delapan wilayah yang akan melaksanakan pesta demokrasi itu, yakni Kabupaten Bandung, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Karawang, Kabupaten Pangandaran, Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Tasikmalaya, dan Kota Depok

Partai Keadilan Sejahtera Wilayah Jawa Barat menargetkan memenangkan empat wilayah di Pilkada Jabar 2020. Ke-empat wilayah itu, Kabupaten Bandung, Kabupaten Karawang, Kabupaten Cianjur dan Kabupaten Depok.

Baca juga: Pilkada 2020, PDIP Surakarta: Tak Perlu Modal Uang, Cukup Militansi...

Ketua DPW PKS Jabar Ahmad Syaikhu mengatakan, meski partai belum mengeluarkan surat keputusan, saat ini nama para calon kepala daerah sudah mulai mengerucut.

"Cianjur belum dilaunching masih dimatangkan tapi beberapa survei sudah keluar nama Eki Awal Muharam beliau anggota DPR RI. Di Depok kita ingin quattrick, Karawang kalau nanti jadi wakil kita dilaunching, takutnya ada perubahan," kata Syaikhu disela Rakorwil PKS Jabar di Hotel Grand Pasundan, Jalan Peta, Kota Bandung, Sabtu (19/10/2019).

Salah satu yang menarik yakni munculnya nama Netty Heryawan untuk bertarung di Pilkada Kabupaten Bandung. Padahal, PKS sudah menempatkan Gungun Gunawan sebagai Wakil Bupati Bandung.

"Kabupaten Bandung, salah satu nama Pak Gungun, kan sudah jadi Wakil Bupati, logika publiknya itu yang didorong meski ada masukan nama yang lain ke DPW. Ada yang mengusulkan Bu Netty, kita pertimbangkan," tutur Syaikhu.

Baca juga: Maju Pilkada 2020, Muhamad Siap Mundur dari Jabatan Sekda Tangsel

Menyikapi rencana koalisi, kata Syaikhu, pihaknya masih melakukan konsolidasi dengan beberapa partai.

Ia menegaskan, pola konsolidasi di daerah masih bersifat cair dan tak mengacu pada koalisi Pilpres 2019.

"Jadi koalisi masing-masing kabupaten kota akan berbeda. Kami akan menyesuaikan dengan kota kabupaten setempat. Intinya masih sangat cair, beberapa manuver parpol juga kita membangun. Komunikasi dengan sejumlah parpol sebagaimana pesan DPP yang peluang menangnya besar maka sangat cair bisa dengan siapa saja," jelasnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

Regional
12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

Regional
Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi 'Landscape' Menarik

Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi "Landscape" Menarik

Regional
Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Regional
Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Regional
Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Regional
Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Regional
Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X