Mengenal Sunan Kuning Penyebar Agama Islam di Semarang, Makamnya Ada di Komplek Lokalisasi

Kompas.com - 19/10/2019, 07:07 WIB
Juru Kunci Makam Sunan Kuning, Siti Komariyah (63) berada di Makam Sunan Kuning, Senin (28/1/2019) 
TRIBUN JATENG/JAMAL A NASHRJuru Kunci Makam Sunan Kuning, Siti Komariyah (63) berada di Makam Sunan Kuning, Senin (28/1/2019)
Editor Rachmawati

KOMPAS.com - Pemkot Semarang resmi menutup Lokalisasi Argorejo atau yang lebih dikenal dengan Lokalisasi Sunan Kuning pada 18 Oktober 2019.

Lokalisasi tersebut resmi dibentuk Pemerintah Kota Semarang sekitar tahun 1966 agar wanita pekerja seksual tidak bekerja di sudut-sudut Kota Semarang.

Saat ditutup pada 18 Oktober 2019, ada 400 lebih wanita pekerja seksual yang bekerja di lokalisasi terbesar di Kota Semarang.

Baca juga: Pascapenutupan, Sunan Kuning Akan Dijaga Ketat Agar Tak Ada Lagi Praktik Prostitusi

 

Lalu siapakah Sunan Kuning?

Tidak banyak yang tahu bahwa Sunan Kuning adalah tokoh penyebar agama Islam yang dimakamkan di Bukit Pekayangan, Jalan Sri Kuncoro I,  Kelurahan Kalibanteng Kulon, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang.

Sunan Kuning hidup sekitar tahun 1740 M.

Selain aktif sebagai pendakwah, Sunan Kuning juga dikenal pandai ilmu pengobatan.

Kemampuannya mengobati orang sakit membuat banyak masyarakat tertarik dan memeluk Islam.

Baca juga: Sunan Kuning Tutup, Pekerja di Lokalisasi Depresi, Masuk RSJ

Dilansir dari Tribunnews.com, nama asli Sunan Kuning adalah Soen An Ing. Beliau juga memiliki nama lain yakni Raden Mas Garendi atau Amangkurat V.

Sunan Kuning adalah keturunan China. Ia merupakan cucu raja Amangkurat III di Mataram, putra dari Pangeran Tepasana.

Tahun 1742, Sunan Kuning diangkat sebagai raja Amangkurat V oleh pemberontak yang menantang kekuasaan Susuhunan Pakubuwana II dan VOC.

Baca juga: Lokalisasi Sunan Kuning Semarang Resmi Ditutup

 

Bangunan bergaya China

Makam Sunan Kuning, Senin (28/1/2019)

TRIBUN JATENG/JAMAL A NASHR Makam Sunan Kuning, Senin (28/1/2019)
Tidak seperti lazimnya makam penyebar agama Islam lainnya, makam Sunan Kuning kental dengan nuansa China.

Arsitektur khas negeri tirai bambu akan menyambut pengunjung pada gerbang makam. Begitupun cungkup dan pusara. Bergaya Cina dengan warna serba merah dan kuning.

Di makan Sunan Kuning terdapat tiga bangunan bergaya China, yakni cungkup makam Sunan Kuning, cungkum makam tiga pengikutnya, dan satu musala.

Di samping makan Sunan Kuning, ada dua makan pengikutnya yakni makam Sunan Kali dan makan Sunan Ambarawa.

Baca juga: Pengakuan Pekerja Lokalisasi Sunan Kuning Sebelum Penutupan

Peziarah bisa memanfaatkan musala di kawasan pemakaman jika ingin bermalam.

Makam Sunan Kuning berada di bukit kecil di Lokalisasi Argorejo.

Untuk menuju ke makam Sunan Kuning, peziarah harus melewati gang-gang di Lokalisasi Argorejo.

Gang-gang yang selalu sibuk saat menjelang malam.

Di ujung barat komplek lokalisasi ada jalan keluar menuju perkampungan biasa. Jalan itu lah yang menuntun peziarah menuju ke makam Sunan Kuning yang ada di atas bukit.

Baca juga: Menelusuri Jejak Lokalisasi Sunan Kuning yang Ditutup dan Nasib Para Pekerja Seks

 

Diresmikan jadi lokalisasi

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi saat seremonial penutupan lokalisasi Sunan Kuning di Semarang menjadi kawasan bebas prostitusi, Jumat (18/10/2019).KOMPAS.com/RISKA FARASONALIA Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi saat seremonial penutupan lokalisasi Sunan Kuning di Semarang menjadi kawasan bebas prostitusi, Jumat (18/10/2019).
Persoalan muncul pada tahun 1962. Saat itu, Pemerintah Kota Semarang menetapkan komplek di sebelah makam Sunan Kuning sebagai lokalisasi.

Lokalisasi itu resmi dibentuk Pemerintah Kota Semarang agar wanita pekerja seksual tidak menyebar di sudut-sudut kota.

Seiringnya waktu, masyarakat mengenal lokalisasi tersebut dengan sebutan Sunan Kuning.

Pamor makam sang tokoh semakin meredup dengan gemerlapnya wisma prostitusi di sekitarnya.

Juru Kunci Makam, Siti Komariyah (63) bercerita bahwa peziarah ke Makam Sunan Kuning sudah mulai sepi.

Baca juga: Pengakuan Pekerja Lokalisasi Sunan Kuning Sebelum Penutupan

"Peziarah sekarang sepi. Setiap hari tidak tentu ada orang yang berziarah atau tidak. Kadang ada datang rombongan," ujar , Senin (28/1/2019).

Siti Komariah menjadi juru kunci di makam Sunan Kuning menggantikan suaminya yang meninggal pada tahun 2018 lalu.

Ia mengatakan para peziarah datang dari berbagai wilayah di Indonesia. Bahkan ada peziarah yang datang dari China dan Thailand.

Sebagi kuncen makam, ia biasa membersihkan komplek pemakaman dan menghantar para peziarah.

Baca juga: Lokalisasi Sunan Kuning Tutup, Jaminan Praktik Prostitusi Punah?

Artikel ini telah tayang di tribunjabar.id dengan judul Lokalisasi Sunan Kuning Ditutup, Ini Sejarah Sunan Kuning yang Seorang Pendakwah Keturunan China



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jumlah Murid yang Diduga Dicabuli Guru Ngaji di Makassar Bertambah

Jumlah Murid yang Diduga Dicabuli Guru Ngaji di Makassar Bertambah

Regional
Detik-detik Pembunuhan Bermotif Cemburu di Puskesmas Tanjung Bumi Bangkalan

Detik-detik Pembunuhan Bermotif Cemburu di Puskesmas Tanjung Bumi Bangkalan

Regional
Jenazah yang Ditemukan di Gunungkidul Dipastikan Korban Pantai Goa Cemara

Jenazah yang Ditemukan di Gunungkidul Dipastikan Korban Pantai Goa Cemara

Regional
8 Orang Tewas dalam Kecelakaan di Tol Cipali, Ini Nama-nama Korban

8 Orang Tewas dalam Kecelakaan di Tol Cipali, Ini Nama-nama Korban

Regional
1 Staf KCD Disdik Jabar Positif Covid-19, Semua Pegawai Jalani Tes Swab

1 Staf KCD Disdik Jabar Positif Covid-19, Semua Pegawai Jalani Tes Swab

Regional
Delapan Guru dan 14 Pelajar di Kalbar Positif Corona, Gubernur Tunda Sekolah Tatap Muka

Delapan Guru dan 14 Pelajar di Kalbar Positif Corona, Gubernur Tunda Sekolah Tatap Muka

Regional
Cuci Timah di Sungai, Penambang Tewas Diduga Diserang Buaya

Cuci Timah di Sungai, Penambang Tewas Diduga Diserang Buaya

Regional
Mulai Senin Ini, Tidak Pakai Masker di Pekanbaru Denda Rp 250.000

Mulai Senin Ini, Tidak Pakai Masker di Pekanbaru Denda Rp 250.000

Regional
Picu Bentrokan dan Identik Ugal-ugalan, Polisi Tasikmalaya Akan Tindak Tegas Pemilik Knalpot Bising

Picu Bentrokan dan Identik Ugal-ugalan, Polisi Tasikmalaya Akan Tindak Tegas Pemilik Knalpot Bising

Regional
Gubernur Kalsel: Wali Kota Banjarbaru Kepala Daerah yang Gigih Perangi Covid-19

Gubernur Kalsel: Wali Kota Banjarbaru Kepala Daerah yang Gigih Perangi Covid-19

Regional
Delapan Guru dan Belasan Pelajar di Kalbar Positif Covid-19

Delapan Guru dan Belasan Pelajar di Kalbar Positif Covid-19

Regional
Staf KCD Disdik Jabar Positif Covid-19, Semua Pegawai Dikarantina

Staf KCD Disdik Jabar Positif Covid-19, Semua Pegawai Dikarantina

Regional
Terlelap Tidur, Warga Desa di Situbondo Diserang Massa, 4 Mobil Dirusak, Satu Kios Bensin Dibakar

Terlelap Tidur, Warga Desa di Situbondo Diserang Massa, 4 Mobil Dirusak, Satu Kios Bensin Dibakar

Regional
Suara Knalpot Bising Hampir Memicu Bentrokan Warga di Tasikmalaya

Suara Knalpot Bising Hampir Memicu Bentrokan Warga di Tasikmalaya

Regional
Gunung Sinabung Kembali Meletus dengan Tinggi Kolom Abu 5 Km

Gunung Sinabung Kembali Meletus dengan Tinggi Kolom Abu 5 Km

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X