Pascapenutupan, Sunan Kuning Akan Dijaga Ketat Agar Tak Ada Lagi Praktik Prostitusi

Kompas.com - 18/10/2019, 16:40 WIB
Kawasan bebas prostitusi Argorejo atau Sunan Kuning. KOMPAS.com/RISKA FARASONALIAKawasan bebas prostitusi Argorejo atau Sunan Kuning.

SEMARANG.KOMPAS.com - Pascapenutupan lokalisasi Sunan Kuning pada Jumat (18/10/2019), Pemerintah Kota Semarang akan terus melakukan pengawasan untuk memastikan tidak ada lagi praktik prostitusi di kawasan tersebut.

Kepala Satpol PP Kota Semarang Fajar Purwoto mengatakan, pihaknya akan menyiapkan posko penjagaan di dua titik di sekitar kawasan bebas prostitusi tersebut.

"Pascapenutupan, kami akan melakukan upaya penjagaan ketat di Sunan Kuning. Kami siapkan dua posko di setiap pintu masuk. Akan kami awasi dibantu oleh Polres, Kodim, Kesbangpol dan kecamatan. Mulai nanti malam kami akan cek di setiap wisma karaoke kalau masih ada yang mangkal akan kami suruh pulang," jelas Fajar.

Baca juga: Lokalisasi Sunan Kuning Semarang Resmi Ditutup

Kendati praktik protitusi sudah ditutup, namun pengusaha karaoke akan diperbolehkan membuka kembali dengan syarat harus memiliki izin.

Pemkot Semarang memberikan toleransi bagi pengusaha karaoke untuk dapat segera mengurus perizinan usaha setelah dibuka kembali pada 22 Oktober 2019 mendatang.

"Setelah ini kami akan melakukan upaya penataan karaoke. Nanti malam baru akan dibicarakan regulasi pelaksanaannya yang pas seperti apa. Apabila masih ada praktik prostitusi akan langsung kami ditutup saat itu juga," jelas Fajar.

Sementara itu, salah seorang pekerja di lokalisasi Sunan Kuning, Ayu, mengaku depresi dengan adanya penutupan lokalisasi lantaran sumber penghasilannya sudah hilang.

Sementara, dirinya masih menanggung beban kehidupan keempat anaknya yang masih sekolah

"Saya masih trauma dan stress. Bingung habis ini mau gimana. Beban utang masih banyak, anak-anak di rumah juga butuh makan dan bayar sekolah. Mungkin mau menenangkan diri dulu pulang ke Temanggung. Semoga bisa dapat pekerjaan lain setelah ini," kata Ayu.

Baca juga: Pengakuan Pekerja Lokalisasi Sunan Kuning Sebelum Penutupan

Perlu diketahui, lokalisasi yang sudah berdiri sejak 1966 itu kini resmi ditutup.

Tercatat ada 448 wanita pekerja seks (WPS) mendapatkan uang tali asih dari Pemkot Semarang sebesar Rp 5 juta sebagai bekal kepulangan.

Saat ini, telah terpasang papan pengumuman bertuliskan "Wilayah Argorejo (SK) Kawasan Bebas Prostitusi" di sejumlah titik pintu masuk.

Tercantum juga Perda Nomor 5 tahun 2017 tentang ketertiban umum.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pandemi Covid-19, Kerawanan Pilkada di Kabupaten Semarang Meningkat

Pandemi Covid-19, Kerawanan Pilkada di Kabupaten Semarang Meningkat

Regional
Partai Nasdem dan Gerindra Dukung Danny Pomanto di Pilkada Makassar 2020

Partai Nasdem dan Gerindra Dukung Danny Pomanto di Pilkada Makassar 2020

Regional
Belajar dari Kasus Balita Rafadan, Orang Miskin Dilarang Sakit?

Belajar dari Kasus Balita Rafadan, Orang Miskin Dilarang Sakit?

Regional
8 Destinasi Wisata Non Pendakian di Gunung Rinjani Dibuka 7 Juli 2020

8 Destinasi Wisata Non Pendakian di Gunung Rinjani Dibuka 7 Juli 2020

Regional
Tak Lagi Kantongi Izin, 14 Tempat Karaoke di Kota Tegal Nekat Beroperasi

Tak Lagi Kantongi Izin, 14 Tempat Karaoke di Kota Tegal Nekat Beroperasi

Regional
Tekan Covid-19, Jam Malam Diberlakukan di Sidoarjo, Sejumlah Jalan Ditutup

Tekan Covid-19, Jam Malam Diberlakukan di Sidoarjo, Sejumlah Jalan Ditutup

Regional
Bawa Senjata Tajam, Ratusan Warga Bongkar Paksa Peti Jenazah Covid-19 di Jeneponto, Polisi Buru Provokotor

Bawa Senjata Tajam, Ratusan Warga Bongkar Paksa Peti Jenazah Covid-19 di Jeneponto, Polisi Buru Provokotor

Regional
Pekan Depan, Polisi Periksa Legislator Penjamin Jenazah Covid-19 di Makassar

Pekan Depan, Polisi Periksa Legislator Penjamin Jenazah Covid-19 di Makassar

Regional
8 Pasien Positif di Grobogan Sembuh, 6 di Antaranya Warga Gubug

8 Pasien Positif di Grobogan Sembuh, 6 di Antaranya Warga Gubug

Regional
Suami Bunuh Pemuda yang Baru Dikenalnya Ternyata Residivis Kasus yang Sama

Suami Bunuh Pemuda yang Baru Dikenalnya Ternyata Residivis Kasus yang Sama

Regional
Puluhan Warga Datangi RS Minta Pasien Positif Corona Dipulangkan

Puluhan Warga Datangi RS Minta Pasien Positif Corona Dipulangkan

Regional
Satgas Covid-19 Diusir Saat Jemput Pasien Positif yang Kabur di Sumenep

Satgas Covid-19 Diusir Saat Jemput Pasien Positif yang Kabur di Sumenep

Regional
Mobil dengan Kaca Pecah Ditinggal Kabur Hebohkan Warga Jember

Mobil dengan Kaca Pecah Ditinggal Kabur Hebohkan Warga Jember

Regional
Kang Emil Optimis Kegiatan Keagamaan dan Pendidikan di Jabar Pulih dengan Cepat

Kang Emil Optimis Kegiatan Keagamaan dan Pendidikan di Jabar Pulih dengan Cepat

Regional
Usut Kasus Pengambilan Jenazah Covid-19 di Makassar, Polisi Telah Periksa 11 Saksi

Usut Kasus Pengambilan Jenazah Covid-19 di Makassar, Polisi Telah Periksa 11 Saksi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X