Terduga Teroris Tambun Selatan Dua Kali Datang Ke Bandar Lampung

Kompas.com - 18/10/2019, 10:22 WIB
Tim Gegana Brimob Polda Lampung meletakkan sejumlah bahan yang diduga material pembuat bom di sebuah meja di depan rumah nenek dari terduga R di Way Halim, Selasa (15/10/2019) petang. Penggeledahan ini dilakukan karena Tim Densus 88 menemukan material bahan pembuat bom saat menangkap R di Telukbetung pada Senin (14/10/2019) kemarin. KOMPAS.com/TRI PURNA JAYATim Gegana Brimob Polda Lampung meletakkan sejumlah bahan yang diduga material pembuat bom di sebuah meja di depan rumah nenek dari terduga R di Way Halim, Selasa (15/10/2019) petang. Penggeledahan ini dilakukan karena Tim Densus 88 menemukan material bahan pembuat bom saat menangkap R di Telukbetung pada Senin (14/10/2019) kemarin.

LAMPUNG, KOMPAS.comTerduga teroris bernama Adnan yang ditangkap di Tambun Selatan pernah dua kali datang ke Bandar Lampung menemui terduga teroris R.

Informasi ini dikatakan Andri, rekan kerja terduga R di Jalan Agus Salim, Tanjung Karang Pusat.

Menurut Andri, Adnan menginap di tempat kerja dia dan R, Maestro penyewaan lightning di jalan itu.

Adnan adalah terduga teroris yang ditangkap di Tambun Selatan, Bekasi pada Rabu (16/10/2019) malam.

Baca juga: Total 40 Terduga Teroris yang Diamankan Selama 10-17 Oktober 2019

Sebelumnya menurut Mabes Polri, Adan diketahui telah merakit bom ponsel bersama terduga tiga terduga teroris lainnya yang sudah lebih dulu ditangkap di Lampung yakni R, S, Y pada Senin (14/10/2019) kemarin.

Andri mengatakan, dia pernah menjumpai Adnan saat bekerja di Maestro. Adnan menginap di gudang tempat kerjanya.

“Dua kali ke sini, yang namanya Adnan itu. Baik kok orangnya. Nah, yang namanya Y, saya gak tahu,” kata Andri, Kamis (17/10/2019).

Baca juga: Densus 88 Tangkap Lagi 4 Terduga Teroris yang Rencanakan Pengeboman

Dua kali datang

Meski tidak mengingat detail tanggal Adnan datang ke Bandar Lampung, Andri mengatakan, Adnan sudah dua kali datang yakni sebelum dan saat puasa tahun ini, sekira Juni 2019.

Menurut Andri, Adnan tidur di gudang bersama R, karena R juga sering tinggal di gudang Maestro itu.

“Kan ada kamar, R juga kerja dan tinggal disini, dia (R) itu buat Box Sound di sini,” kata Andri.

Andri mengatakan, dia sempat berbincang dengan Adnan dan mendengar Adnan ditegur oleh pemilik usaha penyewaan lightning itu karena tidak izin untuk menginap.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X