Walau Palembang Diguyur Hujan Lebat, Tapi Lokasi Karhutla Masih Membara

Kompas.com - 18/10/2019, 08:02 WIB
Palembang diguyur hujan deras setelah sebelumnya diselimuti kabut asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah Sumatera Selatan, Kamis (17/10/2019). KOMPAS.COM/AJI YK PUTRAPalembang diguyur hujan deras setelah sebelumnya diselimuti kabut asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah Sumatera Selatan, Kamis (17/10/2019).

PALEMBANG, KOMPAS.com - Wilayah Palembang diguyur hujan lebat selama kurun waktu sekitar satu jam, setelah kota itu diselimuti kabut asap tebal sejak dua bulan lalu akibat kebakaran hutan dan lahan ( Karhutla) pada Kamis (17/10/2019).

Guyuran hujan itu, merupakan hari kedua setelah hujan pertama turun pada Rabu (16/10/2019) sore kemarin dengan intensitas sedang.

Kepala Bidang Penanganan Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Selatan Ansori mengatakan, meskipun hujan turun di Palembang, beberapa wilayah yang masih terbakar belum bisa padam karena hujan tidak turun di sana.

"Beberapa kawasan di Kabupten OKI, Banyuasin dan Muba masih terbakar dan belum padam. Dikhawatirkan asapnya masih akan mengarah ke Palembang,"  kata Ansori, Kamis (17/10/2019).

Baca juga: Rumah Orangtua Kapolri Tito Karnavian di Palembang Terbakar

Hujan tidak turun di lahan gambut yang terbakar

Menurut Ansori, hujan itensitas sedang hanya dapat memadamkan api di lahan mineral.

Sementara, lokasi gambut yang masih terbakar membutuhkan hujan lebat agar dapat memadamkan api sampai ke bawah.

Namun, disisi lain, nilai Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di Palembang telah menurun dari yang sebelumnya sangat tidaksehat menjadi tidak sehat.

Sampai kamis sore, nilai ISPU menurun menjadi 118 dari sebelumnya 214.

"Udara di Palembang sudah cukup membaik akibat guyuran hujan hari ini,"ujar Ansori.

Baca juga: Calon Anggotanya Tewas, Komandan Menwa Unitas Palembang Sujud di Kaki Ibu Korban

Potensi hujan di Palembang

Sementara itu, Kepala Seksi Observasi dan Informasi Stasiun Meteorologi SMB II Palembang Bambang Beny Setiaji menjelaskan, potensi hujan diperkirakan akan berlangsung selama tiga hari, yakni 17-19 Oktober 2019.

Hal tersebut dikarenakan adanya pusat tekanan rendah di Samudera Hindia dan mengakibatkan pertemuan aliran massa udara (Kkonvergensi) dari Laut Cina Selatan dan Laut Jawa yang sarat uap air ke arah pusat tekanan rendah.

"Intensitas hujan sedang hingga lebat akan terjadi di Kabupaten Musi Rawas, Empat Lawang, Lubuk linggau, OKU, Lahat dan Palembang serta beberapa daerah lain,"jelas Bambang.

Baca juga: Kualitas Udara Masih Buruk, 500 Sekolah di Palembang Perpanjang Waktu Libur



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Terima DP Rp 20 Juta, Artis H Diduga Terjerat Prostitusi Online, Polisi Buru Fotografer Jakarta

Terima DP Rp 20 Juta, Artis H Diduga Terjerat Prostitusi Online, Polisi Buru Fotografer Jakarta

Regional
Seorang Pria Ancam Ledakkan McDonald's Makassar, Polisi: Pelaku Benci Produk Barat

Seorang Pria Ancam Ledakkan McDonald's Makassar, Polisi: Pelaku Benci Produk Barat

Regional
Pedagang Ayam Masih Berjualan Usai Swab, Setelah Positif Covid-19 Menolak Diisolasi

Pedagang Ayam Masih Berjualan Usai Swab, Setelah Positif Covid-19 Menolak Diisolasi

Regional
Gubernur Erzaldi: Pembukaan Pariwisata Terbuka di Babel Dilakukan Bertahap

Gubernur Erzaldi: Pembukaan Pariwisata Terbuka di Babel Dilakukan Bertahap

Regional
Usai Dicekoki Miras, Siswi SMP di Cilegon Dicabuli 4 Remaja 2 Kali

Usai Dicekoki Miras, Siswi SMP di Cilegon Dicabuli 4 Remaja 2 Kali

Regional
4.825 Kursi SMA/SMK Negeri di Jateng Ternyata Belum Terisi

4.825 Kursi SMA/SMK Negeri di Jateng Ternyata Belum Terisi

Regional
Dedi Mulyadi: Ekspor Jalan, Penyelundupan Benih Lobster Jalan Juga

Dedi Mulyadi: Ekspor Jalan, Penyelundupan Benih Lobster Jalan Juga

Regional
Tak Terima Ditegur, Pengendara Mobil Ugal-ugalan Tabrak Polisi hingga Tewas

Tak Terima Ditegur, Pengendara Mobil Ugal-ugalan Tabrak Polisi hingga Tewas

Regional
'Saya Meminta Maaf kepada Keluarga dan Masyarakat Sumatera Utara'

"Saya Meminta Maaf kepada Keluarga dan Masyarakat Sumatera Utara"

Regional
Pencuri Bertopeng Beraksi di OKI, Gondol Perhiasan Emas yang Ternyata Imitasi

Pencuri Bertopeng Beraksi di OKI, Gondol Perhiasan Emas yang Ternyata Imitasi

Regional
Korban Tewas Banjir Bandang di Masamba Sudah Mencapai 16 Orang

Korban Tewas Banjir Bandang di Masamba Sudah Mencapai 16 Orang

Regional
Kasus Artis HH, Polisi Kejar Fotografer J hingga Periksa Pemalsuan Surat HH untuk ke Medan

Kasus Artis HH, Polisi Kejar Fotografer J hingga Periksa Pemalsuan Surat HH untuk ke Medan

Regional
3 Hal yang Perlu Dievaluasi dari Kasus Puluhan Pekerja Media di Jatim Terjangkit Covid-19

3 Hal yang Perlu Dievaluasi dari Kasus Puluhan Pekerja Media di Jatim Terjangkit Covid-19

Regional
Hampir Menangis, Artis HH: Mohon Maaf pada Orangtua Saya dan Warga Kota Medan

Hampir Menangis, Artis HH: Mohon Maaf pada Orangtua Saya dan Warga Kota Medan

Regional
Tawarkan Destinasi dalam Kota, Pemkot Madiun Rilis Layanan Keliling Gratis Lewat Mabour Bus

Tawarkan Destinasi dalam Kota, Pemkot Madiun Rilis Layanan Keliling Gratis Lewat Mabour Bus

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X