Dicabuli Guru Les Vokal hingga Hamil 8 Bulan, Siswi SMP Alami Trauma, Pilih Berhenti Sekolah

Kompas.com - 18/10/2019, 06:30 WIB
Ilustrasi KOMPAS.com/LAKSONO HARI WIWOHOIlustrasi

PADANG, KOMPAS.com - Akibat trauma mendalam setelah dicabuli guru les olah vokalnya, siswi SMP, DPK (14) didampingi psikolog untuk mengembalikan kondisi psikologisnya.

Selain trauma, DPK juga sudah berhenti sementara dari sekolahnya. DPK juga sedang menanti kelahiran bayinya yang saat ini kandungannya berusia 8 bulan.

Hal ini disampaikan Kasat Reskrim Polres Padang Panjang AKP Hidup Mulya yang dihubungi Kompas.com, Kamis (17/10/2019).

"Dia ditangani oleh psikolog dari RSUD Padang Panjang untuk mengembalikan kondisi psikologisnya," kata Hidup.

Baca juga: Guru Les Vokal yang Cabuli Siswi SMP hingga Hamil Mengaku Khilaf

 

Berhenti sekolah

Hidup Mulya mengatakan setelah kasusnya terungkap, DPK memutuskan untuk berhenti sekolah sementara.

"Sebelumnya dia tetap sekolah kendati mengandung. Dia bisa menutupi kandungannya dengan memakai hijab lebar. Tapi setelah kasusnya terungkap dia berhenti sekolah sementara," kata Hidup Mulya.

Selain bisa menyembunyikan kandungannya dari teman-teman sekolahnya, DPK juga mampu lolos dari pengamatan orangtuanya hingga kandungannya berusia 8 bulan.

Orangtuanya akhirnya mengetahui DPK hamil setelah curiga dengan kondisi fisik anaknya yang sering lelah dan mengurung diri dalam kamar.

Sebelumnya diberitakan sambil mengajar les olah vokal, seorang guru privat berinisial ID (51) diduga tega melakukan pencabulan terhadap anak didiknya sendiri, DPK (14).

Ironisnya, perbuatan ID diketahui setelah DPK yang merupakan pelajar di sebuah SMP di Kota Padang Panjang, Sumatera Barat itu hamil 8 bulan.

Baca juga: 6 Fakta Siswi SMP Dicabuli Guru Les Vokal hingga Hamil 8 Bulan

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X