Jalan Prana Ditutup, Warga Sukabumi Gugat Presiden Rp 1

Kompas.com - 17/10/2019, 15:40 WIB
Kuasa hukum warga Jalan Prana memperlihatkan materi gugagan di PN Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (17/10/2019). DOK : SUKABUMI SYNDICATEKuasa hukum warga Jalan Prana memperlihatkan materi gugagan di PN Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (17/10/2019).

SUKABUMI, KOMPAS.com - Puluhan warga Jalan Prana, Sukabumi, Jawa Barat, menggugat Presiden Republik Indonesia dan 7 pejabat lainnya sebesar Rp1.

Langkah hukum ini menyusul penutupan akses Jalan Prana oleh Sekolah Pembentukan Perwira (Setukpa) Polri pada September lalu.

Gugatan warga yang didampingi tim kuasa hukum dari Kantor Hukum Andri Yules and Partners telah teregistrasi di Pengadilan Negeri (PN) Sukabumi Nomor 18/Pdt.G/2019/PN.SKB. Bahkan jadwal sidang perdana telah diagendakan akan digelar Selasa 19 November 2019.

"Kalau pendaftaran sudah kemarin melalui E-Court, hari ini kami datang untuk melengkapi berkas fisiknya supaya lengkap. Gugatannya sudah dapat register pengadilan dengan nomor 18, dan kami juga sudah mendapat pemberitahuan sidang perdana pada tanggal 19 November 2019," ucap kuasa hukum, Andri Yules kepada wartawan di PN Sukabumi, Kamis.

Baca juga: Tanah Bergerak di Gunung Walat Sukabumi, Warga Mulai Mengungsi

Dia menuturkan, gugatan class action atau gugatan perwakilan ini pada dasarnya diajukan penggugat karena adanya penutupan dan pembatasan akses Jalan Prana yang dilakukan Setukpa Polri secara sepihak sejak September 2019 lalu.

Penutupan sepihak ini tanpa memperhatikan rasa kemanusiaan dan keadilan bagi seluruh masyarakat yang bertempat tinggal di wilayah Jalan Prana.

Permasalahan ini mulai muncul setelah Setukpa Polri melaksanakan program kerjanya dalam penertiban aset sejak bulan Juli 2019 lalu.

"Masyarakat sudah disurati Setukpa Lemdikpol untuk tidak menggunakan jalan tersebut. Padahal jalan tersebut meliputi 10 RT, 6 RW di Kelurahan Cisarua dan Cikole. Masyarakat yang menggugat yang menguasakan kepada kami ada 120 orang atas nama seluruh masyarakat," ucap Andri.

Perlu diingat, lanjut dia, bahwa akses Jalan Prana sudah lebih dahulu ada dan dimanfaatkan masyarakat sejak zaman sebelum kemerdekaan, sebelum Setukpa mendapatkan hak pakainya.

Hal ini dapat dilihat dari bukti-bukti yang ada bahwa jalan tersebut dahulunya sudah diberi nama Gang Prana jauh sebelum Setukpa mendapatkan Hak Pakai Nomor 18.

"Dari hal tersebut dapat dilihat bahwa Jalan Prana telah ada dan memiliki fungsi sosial sebagai jalan umum yang telah dipergunakan masyarakat sekitar sejak turun-temurun sebelum Setukpa berada di area tersebut," tutur Andri.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER NUSANTARA] Umar Patek Minta Kelompok Teroris Hentikan Aksinya | YouTuber Aniaya Kakek

[POPULER NUSANTARA] Umar Patek Minta Kelompok Teroris Hentikan Aksinya | YouTuber Aniaya Kakek

Regional
Kisah di Balik Ulang Tahun Risma, Wartawan 'Kesurupan' hingga Foto di Bawah Pohon Tabebuya

Kisah di Balik Ulang Tahun Risma, Wartawan "Kesurupan" hingga Foto di Bawah Pohon Tabebuya

Regional
5 Fakta Video Viral Cucu Tendang dan Pukuli Kakek, Berawal dari Pakan Ikan yang Masuk Mulut

5 Fakta Video Viral Cucu Tendang dan Pukuli Kakek, Berawal dari Pakan Ikan yang Masuk Mulut

Regional
Cerita di Balik Siswa SD Tewas Disengat Tawon, Ingin Bongkar Sarang yang Resahkan Warga

Cerita di Balik Siswa SD Tewas Disengat Tawon, Ingin Bongkar Sarang yang Resahkan Warga

Regional
Cerita di Balik Aula SMKN 1 Miri Sragen Roboh Timbun 22 Siswa, Berawal dari Hujan Deras

Cerita di Balik Aula SMKN 1 Miri Sragen Roboh Timbun 22 Siswa, Berawal dari Hujan Deras

Regional
Usaha Pemerintah Naikkan Kesejahteraan Petani

Usaha Pemerintah Naikkan Kesejahteraan Petani

Regional
Bocah SD Tewas Terpeleset ke Parit Saat Banjir di Samarinda

Bocah SD Tewas Terpeleset ke Parit Saat Banjir di Samarinda

Regional
Seorang Pemuda Tewas Diduga Dibunuh usai Pesta Miras

Seorang Pemuda Tewas Diduga Dibunuh usai Pesta Miras

Regional
Di Hari Ulang Tahunnya Ke-58, Risma Dikerjai Wartawan

Di Hari Ulang Tahunnya Ke-58, Risma Dikerjai Wartawan

Regional
Gedung SD Nyaris Ambruk, Siswa Ketakuan hingga Kerap Digigit Rayap Saat Belajar

Gedung SD Nyaris Ambruk, Siswa Ketakuan hingga Kerap Digigit Rayap Saat Belajar

Regional
Ridwan Kamil Jamin Gizi Bayi Kembar Siam di Bekasi agar Bisa Dioperasi Pemisahan

Ridwan Kamil Jamin Gizi Bayi Kembar Siam di Bekasi agar Bisa Dioperasi Pemisahan

Regional
Menag Akan Cari Jalan Tengah Terkait Polemik Aset First Travel

Menag Akan Cari Jalan Tengah Terkait Polemik Aset First Travel

Regional
Mantan TNI Ditemukan Tewas dalam Keadaan Sujud, Istri Curiga Akibat Kekerasan

Mantan TNI Ditemukan Tewas dalam Keadaan Sujud, Istri Curiga Akibat Kekerasan

Regional
Cerita Petugas Polsuska yang Melihat Seorang Pria Melompat ke Rel Saat Kereta Api Melaju

Cerita Petugas Polsuska yang Melihat Seorang Pria Melompat ke Rel Saat Kereta Api Melaju

Regional
Dua Kelompok Mahasiswa UNM Makassar Bentrok, 7 Orang Terluka

Dua Kelompok Mahasiswa UNM Makassar Bentrok, 7 Orang Terluka

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X