Fakta Baru 6 Polisi yang Bawa Senpi Saat Amankan Demo di Kendari, Jalani Persidangan hingga Uji Balistik di Luar Negeri

Kompas.com - 17/10/2019, 13:24 WIB
Lima bintara polisi yang membawa senjata api saat pengamanan aksi unjuk rasa mahasiswa di Kendari menjalani sidang disiplin di Aula Dit Propam Polda Sultra, Kamis (17/10/2019). KOMPAS.COM/KIKI ANDI PATILima bintara polisi yang membawa senjata api saat pengamanan aksi unjuk rasa mahasiswa di Kendari menjalani sidang disiplin di Aula Dit Propam Polda Sultra, Kamis (17/10/2019).

KOMPAS.com - Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Sulawesi Tenggara (Sultra), menggelar sidang disiplin 6 anggota polisi yang telah melanggar standard operational procedur (SOP) saat pengamanan aksi unjuk rasa mahasiswa menolak UU KPK dan sejumlah RUU di gedung DPRD Sultra pada Kamis (26/9/2019) lalu.

Dari enam polisi yang melanggar SOP, lima polisi menjalani sidang dispilin di ruang Dit Propam Polda Sultra, Kamis (17/10/2019).

Kelima anggota polisi yang disidang dengan pangkat bintara berinisial GM, MI, MA, H dan E dari satuan Reserse Kriminal dan Intel di polres dan Polda Sultra.

Sementara satu orang perwira berinisial DK akan menjalani persidangan besok Jumat (18/10/2019).

Berikut ini fakta terbaru selengkapnya:

1. Lima polisi yang bawa senjata api disidang

Ilustrasi PolisiThinkstock/Antoni Halim Ilustrasi Polisi

Polda Sultra mengelar sidang disiplin pada lima polisi yang melanggar SOP saat mengamankan aksi unjuk rasa mahasiswa di gedung DPRD Sultra, Kamis (26/9/2019) lalu.

Sidang disiplin dilakukan di Ruang Dit Prompam Polda Sultra. Sementara satu orang perwira inisial DK akan menjalani sidang Jumat besok.

Kabid Propam Polda Sultra AKBP Agoeng Adi Koerniawan mengatakan, DK belum menjalani proses persidangan karena berbeda kesatuan sehingga tidak disatukan proses sidangnya.

“Yang menyidangkan ini Ankum Ka Yanmanya karena yang kelima terperiksa hari ini sudah dipindahkan di bagian Yanma. Sedangkan DK dia bagian operasional jadi yang akan menyidangkannya juga karo operasionalnya,” ujar Agoeng di lokasi, Kamis.

“Telah diperintahkan oleh Kapolri, diteruskan kepada Kapolda, Kapolres dan seluruh bagian agar ketika pengamanan aksi unjuk rasa dilarang membawa dan menggunakan senjata tetapi diduga kelima ini membawa senjata,” sambungya.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X