Fakta Terkini Pasca-rusuh di Penajam Paser Utara, Situasi Kondusif hingga 3 Pelaku Ditangkap

Kompas.com - 17/10/2019, 09:53 WIB
Massa membawa senjata tajam di Pelabuhan Ferry Penajam Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Rabu (16/10/2019). IstimewaMassa membawa senjata tajam di Pelabuhan Ferry Penajam Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Rabu (16/10/2019).

KOMPAS.com - Pasca-penikaman yang terjadi di Pantai Nipah-nipah, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur (Kaltim), pada Rabu (16/10/2019), yang sebelumnya sempat mencekam saat ini sudah kondisif.

Diketahui dua warga yang ditikam berinisial RN (18) dan CD (19), pada Rabu sekitar pukul 23.00 Wita.

Akibat penikaman tersebut, RN mengalami luka berat dan CD meninggal dunia.

Keluarga korban yang tak terima dengan kejadian itu mendatangi lokasi tempat tinggal pelaku di Gang Buaya kilometer 1 Pelabuhan Feri Penajam dengan membawa senjata tajam, Rabu sekitar pukul 13.30 Wita.

Mereka mencari pelaku hingga membakar sejumlah bangunan kayu di kawasan pelabuhan.

Sementara itu, aparat kepolisian PPU berhasil mengamankan tiga diduga pelaku penikaman.

Berikut ini fakta terkini selengkapnya:

1. Diduga berawal dari bunyi knalpot motor

Ilustrasi knalpot motorStanly/Otomania Ilustrasi knalpot motor

Mengutip dari Tribun Kaltim di Penajam, Kapolres PPU Sabil Umar melalui Kasat AKP Dian Puspitosari membeberkan, pemicu amukan massa berasal dari kasus penikaman.

Kejadian berawal pada hari Rabu sore korban selesai bermain bola di lapangan futsal yang terletak di Kilometer 3,5 Kelurahan Penajam, Kecamatan Penajam.

Saat korban hendak pulang menggunakan sepeda motor yang dikendarainya, korban memainkan gas atau mengopel gas sepeda motor.

Dan saat itu, sekelompok pemuda merasa terganggu dengan suara knalpot, kemudian emosi dan lagsung mendatangi korban.

Lalu mengajak korban ketemuan di Pantai Nipah-nipah.

Selanjutnya, sekira Pukul 23.00 Wita korban dan terlapor bersama teman-teman yang masih diselediki jumlahnya ini bertemu di daerah Pantai Nipah-nipah.

Hingga terjadilah penikaman dengan mengunakan sajam terhadap korban.

"Iya benar terjadi penikaman di Pantai Nipah-nipah, tapi sudah kita tangani," ungkapnya.

Baca juga: Pelabuhan Feri di Calon Ibu Kota Negara Mencekam, Sejumlah Bangunan Dibakar

2. Polisi amankan tiga pelaku diduga penikaman

Ilustrasi ditangkapKOMPAS.com/ Junaedi Ilustrasi ditangkap

Pasca-kejadian tersebut, sambungnya, pihaknya telah mengamankan tiga orang yang diduga terlibat dalam kasus penikaman itu.

Hanya saja cuma satu orang yang melakukan penikaman tersebut dan saat ini sedang dilakukan pemeriksaan.

"Ada tiga orang yang kita amankan setelah mereka kabur ke Balikpapan. Tapi masih kita periksa, hanya satu saja pelaku penikamannya yang lain kita kenakan pasal pembawaan senjata tajam," ujarnya.

Baca juga: Tipu Calon Polisi hingga Ratusan Juta Rupiah, Pria Ini Ditangkap Polisi

3. Sempat mencekam

Ilustrasi bentrokKOMPAS.com/Tigor Munthe Ilustrasi bentrok

Seorang warga PPU yang enggan disebutkan berada di lokasi kejadian, menceritakan, hingga pukul 19.00 Wita, kondisi di pelabuhan feri masih mencekam.

Mobil Pemadam Kebakaran (Damkar) dihadang massa menggunakan senjata tajam saat hendak memadamkan api yang membakar sejumlah bangunan di daerah calon ibu kota negara tersebut.

"Malah makin ribut karena pemadam dihadang massa pakai mandau (senjata tajam khas Kalimantan). Apinya makin nyebar," kata dia melalui pesan singkat kepada Kompas.com dari lokasi kejadian pukul 19.00 Wita.

Ia mengatakan, sebagian warga mengungsi untuk mencari lokasi aman. Aliran listrik menuju kawasan sekitar juga dipadamkan.

Baca juga: Selamatkan Ratusan Orang Saat Kerusuhan, 2 Warga Papua Terima Penghargaan

4. Polisi minta masyarakat untuk tidak menyebarluaskan gambar dan video

Ilustrasi PolisiThinkstock/Antoni Halim Ilustrasi Polisi

Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Ade Yaya Suryana meminta masyarakat untuk tidak menyebarluaskan gambar atau video yang sekiranya dapat memperkeruh suasana.

Ia pun berharap, tidak ada upaya-upaya di luar koridor hukum, apalagi melanggar hukum terkait peristiwa tindak pidana yang menewaskan satu orang pemuda ini.

"Pihak kepolisian meminta masyarakat percayakan proses penanganan permasalahan ini. Semua kepada aparat penegak hukum yang berwenang. Mohon kepada seluruh elemen masyarakat untuk sama-sama menjaga keamanan dan ketertiban," ujarnya.

Baca juga: Cerita Putri, Korban Kerusuhan di Wamena Lolos dari Maut dan Trauma Kembali ke Papua

5. Situasi sudah kondusif

Pasca-penikam yang terjadi di Pantai Nipah-nipah, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, sudah mulai kondusif

Sehari sebelumnya, kondisi PPU sempat mencekam, karena keluarga korban tidak terima dengan peristiwa tersebut.

"Kondisi sudah kondusif di lokasi kejadian pasca-kejadian kericuhan di Penajam Paser Utara sejak sore kemarin," ungkap Kapendam Kol Kav Dino Martino dari Kodam VI Mulawarman dikutip dari Tribun Kaltim.

Baca juga: 4 Fakta Baru Pasca-kerusuhan Wamena, 2 Provokator Ditangkap

Penulis: (Kontributor Samarinda, Zakarias Demon Daton, | Editor Farid Assifa)/TribunKaltim

 



Sumber
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Regional
Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Regional
Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Regional
Ketua PWI Sumut Apresiasi Inisiatif Bobby Nasution Ajak Wartawan Berdialog

Ketua PWI Sumut Apresiasi Inisiatif Bobby Nasution Ajak Wartawan Berdialog

Regional
Bobby Nasution Akan Bangun Ruang Wartawan di Balai Kota Medan

Bobby Nasution Akan Bangun Ruang Wartawan di Balai Kota Medan

Regional
Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Regional
Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Regional
Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Regional
Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Regional
Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Regional
Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Regional
Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Regional
Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Regional
Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Regional
Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X