Gubernur Sumsel Ancam Cabut Izin Perusahaan yang Melakukan Pembakaran

Kompas.com - 17/10/2019, 07:54 WIB
Kondisi kabut asap pekat yang menyelimuti kota Palembang akibat kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah Sumatera Selatan. KOMPAS.com/AJI YK PUTRAKondisi kabut asap pekat yang menyelimuti kota Palembang akibat kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah Sumatera Selatan.

PALEMBANG, KOMPAS.com - Kondisi kebakaran hutan dan lahan ( Karhutla) di Sumatera Selatan saat ini masih terus berlangsung. Bahkan, kabut asap masih menyelimuti kota Palembang.

Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru pun menegaskan, ia akan mencabut izin Perusahaan yang melakukan pembakaran.

Para Bupati dan Walikota telah diminta untuk menginventarisir seluruh administrasi perizinan perusahaan, terutama yang wilayahnya terbakar.

"Saya sudah intruksikan kepada Bupati/Walikota untuk inventarisir. Cabut saja ijin perusahaan kalau ada yang melanggar klausul. Ini diluar sidik hukum, ini administrasi,"kata Herman usai menghadiri diskusi pengendalian dan pencegahan karhutla di Palembang, Rabu (16/10/2019).

Baca juga: Rumah Orangtua Kapolri Tito Karnavian di Palembang Terbakar

Menurut Herman, permasalahan kebakaran hutan dan lahan selalu saja terjadi tiap tahun. Bahkan, beberapa lokasi yang terbakar merupakan wilayah yang dekat dengan konsesi.

Ia pun akan melakukan sidak kepada seluruh perusahaan perkebunan di Sumatera Selatan dalam waktu dekat  untuk melihat kesiapan seluruh peralatan pemadam kebakaran.

"Tanggung jawab perkebunan bukan hanya CSR untuk infrastruktur di sekitarnya saja. Tapi tanggung jawab juga, khususnya kebakaran lahan di sekitar wilayah mereka,"ujarnya.

Herman mengaku sempat melakukan patroli udara di beberapa titik lokasi kebakaran hutan dan lahan.

Dalam pantauan itu, wilayah konsesi memang tidak mengalami kebakaran. Namun, areal konsesi yang mengalami kebakaran.

Baca juga: Kualitas Udara Masih Buruk, 500 Sekolah di Palembang Perpanjang Waktu Libur

Ia pun menegaskan, meskipun itu diluar wilayah konsesi, pihak perusahaan semestinya dapat bertindak dengan melakukan pemadaman secara cepat.

"Lokasi sekitar juga merupakan tanggung jawab perusahaan,"jelasnya.

Kebakaran hutan dan lahan di Sumsel diketahui menyebabkan kabut asap pekat yang menyelimuti kota Palembang.

Bahkan, akibat kabut asap yang tak kunjung usai, kualitas udara menjadi buruk dan berada di level tidak sehat.

Pemerintah kota palembang pun akhirnya mengambil langkah untuk meliburkan 500 sekolah dari tingkatan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sampai SMP selama satu pekan.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemerintah Daerah Ini Sediakan WiFi Gratis 24 Jam Bagi Pendaftar CPNS

Pemerintah Daerah Ini Sediakan WiFi Gratis 24 Jam Bagi Pendaftar CPNS

Regional
APBD Jateng 2020 Disahkan Sebesar Rp 28,3 Triliun

APBD Jateng 2020 Disahkan Sebesar Rp 28,3 Triliun

Regional
Trans Jateng Diprotes Awak Mikrobus di Purbalingga, Begini Respons Pemprov

Trans Jateng Diprotes Awak Mikrobus di Purbalingga, Begini Respons Pemprov

Regional
Hujan dan Angin Kencang di Banyuasin, 83 Rumah Rusak

Hujan dan Angin Kencang di Banyuasin, 83 Rumah Rusak

Regional
Pelaku Penggelapan Dana Nasabah BNI Ambon Kirim Toyota Alphard ke Temannya di Surabaya

Pelaku Penggelapan Dana Nasabah BNI Ambon Kirim Toyota Alphard ke Temannya di Surabaya

Regional
Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan Lukai 6 Orang, Ini Nama-namanya

Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan Lukai 6 Orang, Ini Nama-namanya

Regional
Sungai Anyar di Solo Tercemar Limbah Detergen

Sungai Anyar di Solo Tercemar Limbah Detergen

Regional
Nasib Warga di Daerah Rawan Bencana di Sukabumi Tunggu Hasil Kajian Badan Geologi

Nasib Warga di Daerah Rawan Bencana di Sukabumi Tunggu Hasil Kajian Badan Geologi

Regional
Pasca-bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan, Seluruh Driver Ojol yang Masuk ke Mapolresta Samarinda Diperiksa

Pasca-bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan, Seluruh Driver Ojol yang Masuk ke Mapolresta Samarinda Diperiksa

Regional
Sosok Djaduk Ferianto di Mata Dewa Budjana, Juki Kill The DJ, hingga Syaharani

Sosok Djaduk Ferianto di Mata Dewa Budjana, Juki Kill The DJ, hingga Syaharani

Regional
Pasca-bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan, Linmas di Surabaya Dilengkapi Rompi Anti-Peluru

Pasca-bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan, Linmas di Surabaya Dilengkapi Rompi Anti-Peluru

Regional
Pendaftar CPNS di Jatim Capai 2.362, Tertinggi Ketiga Nasional

Pendaftar CPNS di Jatim Capai 2.362, Tertinggi Ketiga Nasional

Regional
8 Kabupaten Kota di Jabar Rawan Pelanggaran Pilkada, Mana Saja?

8 Kabupaten Kota di Jabar Rawan Pelanggaran Pilkada, Mana Saja?

Regional
Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan Sering Pergi Pagi Pulang Tengah Malam

Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan Sering Pergi Pagi Pulang Tengah Malam

Regional
Sekolah Terendam Banjir, Siswa MTsN Matangkuli Terpaksa Diliburkan

Sekolah Terendam Banjir, Siswa MTsN Matangkuli Terpaksa Diliburkan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X