6 Fakta Siswi SMP Dicabuli Guru Les Vokal hingga Hamil 8 Bulan

Kompas.com - 17/10/2019, 07:07 WIB
Ilustrasi orangtua ShutterstockIlustrasi orangtua

Setelah upayanya berhasil, tersangka melakukannya lagi hingga empat kali sejak Januari 2019 lalu.

"Ada empat kali tindakan pencabulan sejak Januari 2019 lalu. Selain menggunakan obat bius, korban juga diminta tutup mulut dan dikasih uang hingga akhirnya kasusnya terungkap," katanya.

Baca juga: Sambil Mengajar, Guru Les Vokal Cabuli Pelajar SMP hingga Hamil 8 Bulan

3. Terbongkar karena orangtua curiga

Mulya mengatakan, setelah dicabuli guru les vocalnya, DPK menyembunyikan kehamilannya hingga usia kandungan 8 bulan kepada orangtuanya.

Selain dari orangtuanya, DPK juga mampu menyembunyikan kandungannya dari teman-teman sekolah dan gurunya.

Namun, karena orangtuanya curiga melihat anaknya sering kelelahan dan ada perubahan dari tubuh akhirnya terbongkar.

Bahkan selama hamil, korban tetap sekolah seperti biasanya.

Menurut Hidup Mulya, kehamilannya baru terbongkar setelah orangtuanya curiga dengan kondisi tubuh DPK yang cepat lelah dan hampir selalu mengurung diri dalam kamar.

"Sampai 8 bulan tidak ada yang tahu hingga orangtuanya curiga karena dia sering kelelahan dan ada perubahan di tubuhnya." sambungnya.

Baca juga: Siswi SMP yang Dicabuli Guru Les Vokal Sembunyikan Kehamilan hingga 8 Bulan

4. Sembunyikan kehamilan dengan hijab besar

Ilustrasi hamilShutterstock Ilustrasi hamil

Mulya menjelaskan, korban menutupi kehamilannya dengan mengunakan hijab besar.

Dengan menggunakan hijab besar itu, orangtua dan teman-teman sekolah tidak mengetahui DPK sedang hamil.

"Dia bisa menyembunyikan kandungan hingga 8 bulan dengan menggunakan hijab besar," katanya. 

Baca juga: Siswi Korban Pencabulan Guru Les Sembunyikan Kandungan Gunakan Hijab Besar

5. Trauma dan berhenti sekolah sementara

Ilustrasi traumaake1150sb Ilustrasi trauma

Akibat kejadian itu, DPK yang menjadi korban pencabulan guru les olah vokalnya sendiri mengalami trauma.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Video Viral Ibu Mengamuk di Depan Penghulu, Kades: Dia Tidak Dikasih Tahu Jam Pernikahan

Video Viral Ibu Mengamuk di Depan Penghulu, Kades: Dia Tidak Dikasih Tahu Jam Pernikahan

Regional
Ani Gelapkan Uang Nasabah Rp 7,7 M untuk Beli Rumah, Tas, dan Jalan-jalan ke Luar Negeri

Ani Gelapkan Uang Nasabah Rp 7,7 M untuk Beli Rumah, Tas, dan Jalan-jalan ke Luar Negeri

Regional
Cerita Petani Kopi di Kendal yang Sulit Jual Hasil Panen karena Wabah

Cerita Petani Kopi di Kendal yang Sulit Jual Hasil Panen karena Wabah

Regional
Mengaku Polisi, Lima Orang Culik dan Aniaya Teman Kerja

Mengaku Polisi, Lima Orang Culik dan Aniaya Teman Kerja

Regional
Seorang Dokter Positif Covid-19, Puskesmas di Kupang Ditutup Sementara

Seorang Dokter Positif Covid-19, Puskesmas di Kupang Ditutup Sementara

Regional
Persiapan Piala Dunia U-20, Pemkot Solo Cari Lokasi Pemindahan PKL Manahan

Persiapan Piala Dunia U-20, Pemkot Solo Cari Lokasi Pemindahan PKL Manahan

Regional
Kasus Guru SD Tewas dalam Ember, Rekan Kantor Curiga Korban 3 Hari Tak Masuk Kerja

Kasus Guru SD Tewas dalam Ember, Rekan Kantor Curiga Korban 3 Hari Tak Masuk Kerja

Regional
Viral Video Polisi Lepaskan Tembakan di Tengah Jalan Seperti di Film, Ini Penjelasan Kapolres Ogan Ilir

Viral Video Polisi Lepaskan Tembakan di Tengah Jalan Seperti di Film, Ini Penjelasan Kapolres Ogan Ilir

Regional
Guru SD Dibunuh Tetangga, Polisi: Pelaku Sering Mengintip Korban Saat Mandi

Guru SD Dibunuh Tetangga, Polisi: Pelaku Sering Mengintip Korban Saat Mandi

Regional
Alasan Bawaslu Jember Belum Periksa 26 Penyelenggara yang Diduga Dukung Paslon Independen

Alasan Bawaslu Jember Belum Periksa 26 Penyelenggara yang Diduga Dukung Paslon Independen

Regional
Keluarga Guru SD yang Tewas dalam Ember: Kalau Bisa, Nyawa Dibayar Nyawa...

Keluarga Guru SD yang Tewas dalam Ember: Kalau Bisa, Nyawa Dibayar Nyawa...

Regional
Balita 2 Tahun, Anak Bidan di Sinjai, Terinfeksi Covid-19

Balita 2 Tahun, Anak Bidan di Sinjai, Terinfeksi Covid-19

Regional
BNPB Nilai Warga Lereng Merapi di Sleman Sudah Tangguh Bencana

BNPB Nilai Warga Lereng Merapi di Sleman Sudah Tangguh Bencana

Regional
Kesaksian Tetangga Temukan Guru SD Tewas dalam Ember: Saya Tidak Kuat Melihat Jenazahnya..

Kesaksian Tetangga Temukan Guru SD Tewas dalam Ember: Saya Tidak Kuat Melihat Jenazahnya..

Regional
Kasus Positif Corona Jabar Pecah Rekor, Bertambah 962 Orang dalam Sehari

Kasus Positif Corona Jabar Pecah Rekor, Bertambah 962 Orang dalam Sehari

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X