9 Penangkapan Terduga Teroris Pascapenusukan Wiranto, Polisi Amankan 26 Orang dan 4 Kg Bahan Bom

Kompas.com - 17/10/2019, 06:36 WIB
Rumah terduga teroris di Kelurahan Tulus Rejo, Kota Malang, Selasa (15/10/2019) KOMPAS.com/ANDI HARTIKRumah terduga teroris di Kelurahan Tulus Rejo, Kota Malang, Selasa (15/10/2019)
Editor Rachmawati

7. Terduga teroris di Kota Malang

Seorang terduga teroris berinisial R (27) ditangkap Densus 88 Mabes Polri, Selasa (15/10/2019).

R ditangkap di Jalan Ciliwung Kota Malang saat melintas bersama istrinya, PM (32).

Selain melakukan penangkapan, tim Densus 88 juga menggeledah rumah terduga teroris itu di Kelurahan Tulus Rejo, Kota Malang.

Berdasarkan informasi di lapangan, rumah itu milik purnawirawan Polri.

Diduga, istri terduga teroris itu merupakan anak dari purnawirawan Polri tersebut.

"Pemiliknya pensiunan polisi. Sudah tua," kata Kholil, salah satu satpam komplek perumahan.

Baca juga: Densus 88 Tangkap Satu Terduga Teroris di Malang

 

8. Terduga teroris di Poso miliki 4 kg bahan bom

Ilustrasi TerorismeShutterstock Ilustrasi Terorisme
Awd warga di Poso, Provinsi Sulawesi Tengah, ditangkap tim Densus 88 antiteror, karena diduga terlibat dengan jaringan Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora.

Ia ditangkap di rumah tersangka di jalan Pilau Batam, Kelurahan Moengko Baru, Kecamatan Poso pada Minggu, 13 Oktober 2019.

Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah Brigjen Pol Lukman Wahyu Arianto mengatakan, polisi memgamankan sejumlah barang bukti berupa campuran bahan peledak, seperti 3 kotak tuperware berisi campuran olahan bahan kimia dan 1 buah breaker glass merk Bomex.

Lalu gelas kaca kimia 500 ml, 1 dus kecil peluru PCP, kaca bekas pecahan botol serta 10 batang pipa besi yang sudah dipotong-potong.

Total berat bahan pembuatan bom ini mencapai 4 kilogram.

Saat penggerebekan, salah satu teroris AZ nelarikan diri.

Baca juga: Densus 88 Tangkap Terduga Teroris yang Miliki Bahan Bom 4 Kg di Poso

 

9. Dua rumah teroris di Sukoharjo digeledah Densus 88

Barang bukti buku tentang ajaran jihad diamankan dalam penggeledahan rumah terduga teroris di Cemani, Grogol, Sukoharjo, Jawa Tengah, Rabu (16/10/2019).KOMPAS.com/LABIB ZAMANI Barang bukti buku tentang ajaran jihad diamankan dalam penggeledahan rumah terduga teroris di Cemani, Grogol, Sukoharjo, Jawa Tengah, Rabu (16/10/2019).
Densus 88 Antiteror Mabes Polri kembali menggeledah rumah terduga teroris di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, Rabu (16/10/2019).

Berdasarkan pantauan Kompas.com, penggeledahan dilakukan di dua lokasi. Pertama, di rumah milik terduga teroris AS (35) di Gang Murai Nomor 15 RT 002 RW 022, Waringinrejo, Cemani, Grogol.

Penggeledahan dilanjutkan di rumah KH (44) Gang Manggis, RT 002 RW 015, Cemani, Grogol.

KH merupakan warga Semanggi, Solo.

Baca juga: Densus 88 Geledah Indekos Terduga Teroris AK di Sukoharjo

Sejak menikah, KH tinggal di rumah mertuanya Gang Manggis, Cemani, Sukoharjo.

Selama tinggal di rumah mertua, KH merupakan sosok tertutup.

Setiap kali diundang dalam acara bersama warga, dia tidak pernah datang menghadiri acara itu.

AS, diketahui sebagai penyandang disabilitas, juga belum lama tinggal di Gang Murai Cemani.

SUMBER: KOMPAS.com (Christoforus Ristianto, Devina Halim, Robinson Gamar, Agie Permadi, David Oliver Purba, Muhamad Syahri Romdhon, Tri Purna Jaya, Andi Hartik, Mansur, Labib Zamani)

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mengunci Teman Kencan di Kamar dan Curi Motornya, HL: Saya Minta Uang, Dia Tidak Kasih

Mengunci Teman Kencan di Kamar dan Curi Motornya, HL: Saya Minta Uang, Dia Tidak Kasih

Regional
Update Uji Klinis Vaksin Covid-19, Sudah 1.089 Relawan Disuntik

Update Uji Klinis Vaksin Covid-19, Sudah 1.089 Relawan Disuntik

Regional
Kisah Pengubur Jenazah Covid-19, Menangis Lihat Keluarga yang Pasien Dikuburkan

Kisah Pengubur Jenazah Covid-19, Menangis Lihat Keluarga yang Pasien Dikuburkan

Regional
16 Tenaga Medis RSUD Soedono Madiun Sembuh dari Covid-19, Dipulangkan Hari Ini

16 Tenaga Medis RSUD Soedono Madiun Sembuh dari Covid-19, Dipulangkan Hari Ini

Regional
Polisi Tangkap Oknum ASN yang Cabuli Anak di Buton

Polisi Tangkap Oknum ASN yang Cabuli Anak di Buton

Regional
Sejarawan UGM Tanggapi Kontroversi Penyiksaan Para Jenderal di Film G30S/PKI

Sejarawan UGM Tanggapi Kontroversi Penyiksaan Para Jenderal di Film G30S/PKI

Regional
Tiga Bocah Temukan Janin Bayi di Sungai Cidurian Bandung, Diduga Hasil Aborsi

Tiga Bocah Temukan Janin Bayi di Sungai Cidurian Bandung, Diduga Hasil Aborsi

Regional
Soal Potensi Tsunami 20 Meter, Pemprov Jabar Siapkan Manajemen Krisis

Soal Potensi Tsunami 20 Meter, Pemprov Jabar Siapkan Manajemen Krisis

Regional
Tenaga Medis Jemput Pasien Covid-19 yang Punya Komorbid, Malah Dilumuri Kotoran

Tenaga Medis Jemput Pasien Covid-19 yang Punya Komorbid, Malah Dilumuri Kotoran

Regional
Tak Dibayar Usai Berkencan, Seorang PSK Curi Motor Pelanggan

Tak Dibayar Usai Berkencan, Seorang PSK Curi Motor Pelanggan

Regional
Tiga Ibu Hamil Positif Covid-19 Melahirkan di RSUCM Aceh Utara, Semua Bayinya Negatif

Tiga Ibu Hamil Positif Covid-19 Melahirkan di RSUCM Aceh Utara, Semua Bayinya Negatif

Regional
Tiga Kecamatan di Kampar Riau Berlakukan PSBM

Tiga Kecamatan di Kampar Riau Berlakukan PSBM

Regional
Riau Peringkat 3 Nasional Penambahan Terbanyak Kasus Covid-19, Setelah DKI Jakarta dan Jabar

Riau Peringkat 3 Nasional Penambahan Terbanyak Kasus Covid-19, Setelah DKI Jakarta dan Jabar

Regional
Kisah Meli Sang Juara LIDA 2020 Asal Cianjur, Hidup Sederhana di Rumah Reyot

Kisah Meli Sang Juara LIDA 2020 Asal Cianjur, Hidup Sederhana di Rumah Reyot

Regional
Gatot Nurmantyo: KAMI Bukan Alat buat 'Nyapres', kalau Jadi Partai Saya Keluar...

Gatot Nurmantyo: KAMI Bukan Alat buat "Nyapres", kalau Jadi Partai Saya Keluar...

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X