PT Atlasindo Utama Bakal Kembali Menambang Gunung Sirnalanggeng hingga Tak Bersisa

Kompas.com - 17/10/2019, 06:15 WIB
Spanduk penolakan Gunung Sirnalanggeng kembali ditambang PT Atlasindo Utama dibentangkan dalam sidang pengajuan UKL-UPL di Hotel Swiss-Belinn Karawang, Rabu (16/10/2019). KOMPAS.COM/FARIDASpanduk penolakan Gunung Sirnalanggeng kembali ditambang PT Atlasindo Utama dibentangkan dalam sidang pengajuan UKL-UPL di Hotel Swiss-Belinn Karawang, Rabu (16/10/2019).

KARAWANG, KOMPAS.com - PT Atlasindo Utama berencana menambang kembali Gunung Sirnalanggeng di Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Karawang.

Rencana ini pun menuai penolakan dari sejumlah pihak yang tak ingin gunung itu habis.

Kepala Teknik Tambang PT Atlasindo Utama Aris Wijaya pun memberikan keterangannya. 

Menurut dia, dalam dokumen Upaya Pengelolaan Lingkungan (UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UPL) yang diajukan, pihaknya akan menambang batu andesit yang tersisa di Gunung Sirnalanggeng.

Di mana batu yang tersisa di gunung itu mencapai 2.609.760 bank meter cubic (bcm) atau setara 6.785.376 ton.

"Masih lama untuk (bisa) memperluas tambang sampai 3-4 tahun," kata Aris saat sidang UKL - UPL bersama Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Karawang di Swiss-Belinn Hotel Karawang, Rabu (16/10/2019).

Baca juga: Dieksploitasi, Setengah Gunung Sirnalanggeng Hilang

Dalam dokumen UKL dan UPL yang diajukan PT Atlasindo Utama, Gunung Sirnalanggeng akan dikupas tanahnya menggunakan ekskavator, dibor menggunakan mesin blasting, hingga diledakkan menggunakan dinamit.

Kondisi Gunung Sinarlenggang ini saat ini tinggal separuhnya, karena sudah ditambang perusahaan itu sebelumnya.

Untuk menghancurkan batuan, perusahaan itu rencananya bakal menggunakan bahan peledak campuran seperti Ammonium Nitrate Fuel Oil (ANFO) dan dinamit lengkap dengan detonatornya.

Untuk satu tahun operasi, rencananya Atlasindo bakal menggunakan 4 ribu Kg dinamit, 175 ribu Kg ANFO dan 6.500 buah detonator.

Peledakan akan dilakukan saat tengah hari, antara pukul 12.00 WIB hingga 13.00 WIB.

Dalam dokumen UKL - UPL itu tertera, peledakan akan dilakukan tiga kali salam seminggu.

Dalam satu operasi peledakan, dinamit bakal disimpan di 50 lubang.

Baca juga: Warga Tuntut Penambangan Gunung Sirnalanggeng Ditutup karena Khawatir Resapan Air Hilang

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jadi Tuan Rumah Hari Aksara Internasional, Hotel di Garut Penuh

Jadi Tuan Rumah Hari Aksara Internasional, Hotel di Garut Penuh

Regional
Pemda Siapkan Bantuan untuk 1.445 Rumah Warga Bojonegoro yang Rusak

Pemda Siapkan Bantuan untuk 1.445 Rumah Warga Bojonegoro yang Rusak

Regional
Gubernur Sulbar Lupa Pakai Kacamata, Teks Pancasila Dibaca Tertukar

Gubernur Sulbar Lupa Pakai Kacamata, Teks Pancasila Dibaca Tertukar

Regional
Pengakuan Begal yang Tusuk Sopir Taksi Online 23 Kali: Saya Mau Bayar Utang Rp 1,5 Juta

Pengakuan Begal yang Tusuk Sopir Taksi Online 23 Kali: Saya Mau Bayar Utang Rp 1,5 Juta

Regional
Pemprov Kaltim Buka CPNS Lulusan SMK untuk Penyuluh Pertanian

Pemprov Kaltim Buka CPNS Lulusan SMK untuk Penyuluh Pertanian

Regional
Evaluasi Pilkada Langsung, PKB Nilai Pilkada Asimetris Lebih Rasional

Evaluasi Pilkada Langsung, PKB Nilai Pilkada Asimetris Lebih Rasional

Regional
Pemuda Cianjur Daur Ulang Kantong Kresek Jadi Paving Blok

Pemuda Cianjur Daur Ulang Kantong Kresek Jadi Paving Blok

Regional
Aksi Pelajar yang 'Prank' Jadi Pocong Berakhir Tanpa Proses Hukum

Aksi Pelajar yang "Prank" Jadi Pocong Berakhir Tanpa Proses Hukum

Regional
Terduga Teroris yang Ditangkap di Kampar Buat Tempat Persembunyian di Kebun Karet

Terduga Teroris yang Ditangkap di Kampar Buat Tempat Persembunyian di Kebun Karet

Regional
Aksi Mogok Protes Trans Jateng Berakhir, Mikrobus di Purbalingga Kembali 'Narik'

Aksi Mogok Protes Trans Jateng Berakhir, Mikrobus di Purbalingga Kembali "Narik"

Regional
Kasus Mahasiswa Unitas Palembang Tewas Saat Diksar Menwa, Polisi: Kemungkinan Tersangka Bertambah

Kasus Mahasiswa Unitas Palembang Tewas Saat Diksar Menwa, Polisi: Kemungkinan Tersangka Bertambah

Regional
Pemutaran Film 'Kucumbu Tubuh Indahku' Dihentikan Paksa di Bandar Lampung

Pemutaran Film "Kucumbu Tubuh Indahku" Dihentikan Paksa di Bandar Lampung

Regional
Bencana Angin Kencang di Bojonegoro Meluas, 1.445 Rumah Warga Rusak

Bencana Angin Kencang di Bojonegoro Meluas, 1.445 Rumah Warga Rusak

Regional
Risma Ingin Sirkuit Bung Tomo Digelar Kejuaraan Balap Internasional

Risma Ingin Sirkuit Bung Tomo Digelar Kejuaraan Balap Internasional

Regional
Satu Penumpang yang Tusuk Sopir Taksi Online 23 Kali Ditangkap

Satu Penumpang yang Tusuk Sopir Taksi Online 23 Kali Ditangkap

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X