Kompas.com - 16/10/2019, 22:27 WIB
Kapolres Bogor AKBP Muhammad Joni saat ditemui awak media di ruang rapat Bupati Bogor, Cibinong, Bogor,, Jawa Barat, Rabu (16/10/2019). KOMPAS.COM/AFDHALUL IKHSANKapolres Bogor AKBP Muhammad Joni saat ditemui awak media di ruang rapat Bupati Bogor, Cibinong, Bogor,, Jawa Barat, Rabu (16/10/2019).

KABUPATEN BOGOR, KOMPAS.com - Kepolisian Resor Bogor (Polres Bogor) akan melakukan pengamanan di sejumlah objek seperti sekolah dan perguruan tinggi di Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Hal itu dilakukan supaya jelang pelantikan presiden dan wakil presiden pada 20 Oktober 2019 mendatang, semua pihak termasuk pelajar tidak terbujuk ajakan unjuk rasa seperti yang terjadi belum lama ini.

Kapolres Bogor AKBP Muhammad Joni mengatakan, pihak kepolisian telah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan untuk melakukan pengamanan di sekolah.

"Iya (termasuk sekolah) kita koordinasi karena ada KCD dari dinas provinsi dan kabupaten, agar (siswa) tidak mengikuti ajakan-ajakan liar yang tidak jelas peruntukannya dan memang bukan untuk siswa. Siswa sendiri tugasnya ya belajar," terangnya.

Baca juga: Jelang Pelantikan Presiden, Polresta Surakarta Terjunkan 700 Personel

Joni enggan menyebut lebih rinci jumlah personel yang akan disiagakan di sekolah. Yang jelas, kata dia, nantinya polisi juga akan menyisir sejumlah objek tertentu seperti jalan tol yang ada di wilayah hukum Polres Bogor.

"Yang jelas jumlahnya gabungan TNI-polisi, termasuk seluruh elemen, baik itu Satpol PP, Muspika dari wilayah masing-masing," katanya usai pertemuan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Bogor di Ruang Rapat Bupati Bogor, Cibinong, Rabu (16/10/2019).

Dari pertemuan itu, lanjut dia, polisi sepakat dan meminta semua pihak menahan diri dan tidak terpancing berita bohong yang tersebar di media sosial seperti pesan berantai ajakan unjuk rasa di WhatsApp.

Menurutnya, terhitung sejak hari ini semua kegiatan harus disesuaikan dengan persiapan pelantikan presiden hingga hari pelantikannya.

Ia menilai, tak elok rasanya jika pada saat persiapan dan pelantikan ada aksi unjuk rasa karena akan membuat situasi di Bogor tidak aman.

"Rasanya tidak elok kalau (diisi) unjuk rasanya mengajukan tentang RUU KUHP atau UU KPK tentunya hari-hari lain juga ada, ini yang kita imbau ke seluruh masyarakat," katanya.

Sebab, kata dia, ketika ada unjuk rasa yang dikhawatirkan adalah muncul oknum tertentu memanfaatkan situasi.

Baca juga: Masyarakat Diajak Sambut Pelantikan Presiden dengan Riang Gembira

 

Terlebih, pelantikan presiden di Jakarta akan dihadiri seluruh tamu-tamu negara. Tentunya, polisi harus menjaga agar pelaksanaan pelantikan berlangsung aman dan lancar.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Resmikan Alun-alun Majalengka, Kang Emil: Silakan Berekspresi di Sini

Resmikan Alun-alun Majalengka, Kang Emil: Silakan Berekspresi di Sini

Regional
798 Tempat Penyokong Wisata Tersertifikasi CHSE, Jabar Siap Sambut Wisatawan Libur Lebaran

798 Tempat Penyokong Wisata Tersertifikasi CHSE, Jabar Siap Sambut Wisatawan Libur Lebaran

Regional
Peringati Hari Kartini, Wali Kota Madiun Minta Perempuan di Pemerintahan Berjiwa Melayani

Peringati Hari Kartini, Wali Kota Madiun Minta Perempuan di Pemerintahan Berjiwa Melayani

Regional
PPKM Diperpanjang, Wali Kota Medan Nyatakan Siap Ikuti Aturan

PPKM Diperpanjang, Wali Kota Medan Nyatakan Siap Ikuti Aturan

Regional
Tinjau Pengolahan Sampah Plastik, Kang Emil Imbau Masyarakat Gunakan “Octopus”

Tinjau Pengolahan Sampah Plastik, Kang Emil Imbau Masyarakat Gunakan “Octopus”

Regional
Selama Larangan Mudik, Wagub Uu Optimis Dapat Tekan Mobilitas Warga Jabar

Selama Larangan Mudik, Wagub Uu Optimis Dapat Tekan Mobilitas Warga Jabar

Regional
Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Regional
Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Regional
Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Regional
Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Regional
Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Regional
Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Regional
Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Regional
Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Regional
Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X