Kondisi Udara Tidak Sehat, Solok Liburkan Semua Siswa Selama 3 Hari

Kompas.com - 16/10/2019, 21:18 WIB
Wali Kota Solok Zul Elfian mendatangi gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu (12/9/2018). DYLAN APRIALDO RACHMAN/KOMPAS.comWali Kota Solok Zul Elfian mendatangi gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu (12/9/2018).

PADANG, KOMPAS.com - Akibat kondisi udara yang masuk level tidak sehat, Pemerintah Kota (Pemkot) Solok, Sumatera Barat, meliburkan siswanya.

Siswa mulai dari tingkatan PAUD hingga SMA sederajat diliburkan mulai Kamis (17/10/2019) hingga Sabtu (19/10/2019).

"Karena kondisi udara di Kota Solok masuk level tidak sehat, maka Pemkot Solok memutuskan untuk meliburkan siswa mulai PAUD hingga SMA sederajat terhitung 17-19 Oktober," kata Wali Kota Solok, Zul Elfian dalam keterangan tertulisnya kepada Kompas.com, Rabu (16/10/2019).

Zul Elfian menyebutkan, surat edaran Wali Kota Solok itu tertanggal 16 Oktober dan ditujukan kepada seluruh kepala sekolah di lingkungan Pemkot Solok.

Baca juga: 5 Fakta Kabut Asap Ekstrem di Palembang, Dirikan Rumah Singgah hingga 500 Sekolah Diliburkan

Dalam surat itu, orangtua siswa juga diimbau membimbing anaknya belajar di rumah dan menghindari aktivitas di luar.

Selain itu, libur siswa bisa diperpanjang jika kondisi udara terus memburuk.

"Libur 17-19 Oktober dan masuk kembali pada Senin 21 Oktober. Jika kondisi udara makin memburuk maka libur siswa bisa diperpanjang," katanya.

Sebelumnya diberitakan, kualitas udara di Sumatera Barat terpantau tidak sehat akibat adanya asap kiriman dari daerah tetangga.

Asap itu diduga berasal dari Riau, Jambi dan Sumatera Selatan, yang saat ini memiliki hotspot kebakaran lahan dan hutan.

"Pagi ini partikel debu PM 10 sudah berada di atas baku mutu yaitu 150 ug/m3. Ini sudah masuk level tidak sehat," kata Kepala Stasiun GAW Bukit Kototabang, Agam, Sumbar, Wan Dayantolis yang dihubungi Kompas.com, Rabu (16/10/2019).

Wan menyebutkan, sebaran asap sendiri terpantau meluas dari wilayah Riau, Jambi dan Sumsel. Hal ini sejalan dengan masih adanya hotspot yang terpantau pada daerah tersebut.

Baca juga: 5 Fakta Kabut Asap Ekstrem di Palembang, Dirikan Rumah Singgah hingga 500 Sekolah Diliburkan

Wan menyebutkan, sebaran asap kiriman masuk ke wilayah Sumbar itu terpantau dari analisis citra satelit Himawari.

"Hampir semua daerah di Sumbar mengalami penurunan kualitas udara akibat asap kiriman itu, seperti Kota Padang, Padang Pariaman, Bukittinggi, Sawahlunto, Sijunjung, Dharmasraya dan lainnya," katanya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X