Sulitnya Pulangkan 2 Warga Karawang Korban Perdagangan Orang di Irak

Kompas.com - 16/10/2019, 18:44 WIB
Ilustrasi korban perdagangan manusia. THINKSTOCKPHOTOSIlustrasi korban perdagangan manusia.

KARAWANG, KOMPAS.com - Upaya pemulangan dua tenaga kerja wanita (TKW) asal Karawang, Jawa Barat, yang menjadi korban TPPO di Kurdistan, Irak, menemui kendala.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Karawang Ahmad Suroto menyebutkan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) dan Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI).

"Sudah ada info dari KBRI bahwa lokasi TKI/TKW (asal Karawang dipekerjakan) sudah dideteksi. Hanya saja, tempat daerah rawan konflik (sehingga) perlu pengamanan khusus," kata Suroto saat dihubungi Kompas.com, Rabu (16/10/2019).

Suroto berjanji akan terus berupaya memulangkan dua warga Karawang, Rustia dan Septiani Al Mukaromah, yang menjadi korban TPPO di Irak.

Baca juga: Kisah Sedih TKW Rustia Jadi Korban Perdagangan Manusia di Irak

Ia menyebutkan, sejak 2015 lalu Pemkab Karawang sebenarnya sudah melakukan moratorium pengiriman TKI ke Timur Tengah.

Namun, hingga kini ada saja TKI yang berangkat tanpa melapor ke Disnakertrans Karawang atau TKI ilegal.

"Saat ini saja ada sekitar 3.000 TKI asal Karawang yang bekerja di Timur Tengah, dan paling banyak di Arab Saudi," katanya.

Telusuri kasus TPPO

Polres Karawang bakal menelusuri informasi tindak pidana perdagangan orang (TPPO) yang menimpa dua warga Karawang, Rustia dan Septiani Al Mukaromah, di Irak.

"Akan telusuri itu," kata Kapolres Karawang AKBP Nuredy Irwansyah Putra usai press release kasus tewasnya wanita dalam kamar hotel, Selasa (15/10/2019).

Nuredy mengatakan, hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan resmi kasus TPPO tersebut. Pihaknya baru mendengar informasi itu melalui media massa dan media sosial.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X