Kronologi Oknum Staf Protokoler Coba Kabur Saat OTT Wali Kota Medan

Kompas.com - 16/10/2019, 17:23 WIB
Pria yang diduga sebagai ajudan Walikota Medan T Dzulmi Eldin berinisial A saat masuk ke dalam mobil usai diperiksa di gedung Satreskrim Polrestabes Medan, Rabu siang (16/10/2019). A tidak mau mengucapkan satu kata pun kepada wartawan. KOMPAS.COM/DEWANTOROPria yang diduga sebagai ajudan Walikota Medan T Dzulmi Eldin berinisial A saat masuk ke dalam mobil usai diperiksa di gedung Satreskrim Polrestabes Medan, Rabu siang (16/10/2019). A tidak mau mengucapkan satu kata pun kepada wartawan.

KOMPAS.com - Salah satu staf protokol Wali Kota Medan Dzulmi Eldin, yang berinisial A, sempat terlibat aksi kejar-kejaran dengan tim penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Selasa (15/10/2019).

Seperti diketahui, petugas sempat memepet dan memberhentikan paksa mobil yang dikendari A. Lalu, saa petugas meminta A untuk turun dari mobil, namun pelaku justru menolak dan segera tancap gas. 

Untung saja saat itu, dua petugas yang berada di dekat mobil, langsung melompat dan menghindari kecelakaan.

"Pengemudi justru memundurkan mobil dan memacu kecepatan hingga hampir menabrak tim KPK. Dua orang tim selamat karena langsung meloncat untuk menghindari kecelakaan," kata juru bicara KPK, Febri Diansyah dalam keterangan tertulisnya.

Baca juga: Saat OTT, Staf Protokol Wali Kota Medan Nyaris Tabrak Tim KPK

Insiden tersebut berawal saat tim KPK mendatangi rumah kepala Dinas PU di Kota Medan. Lalu, tim KPK melihat sebuah mobil Avanza berwarna silver yang diduga dikendarai pelaku A.

Menurut Febri, oknum staf protokol tersebut diduga menerima uang senilai Rp 50 juta dari Kepala Dinas PU. Uang tersebut diduga akan akan diserahkan ke Dzulmi.

"Tadi malam, sekitar pukul 21.25 WIB ketika tim mendatangi rumah Kepala Dinas PU, terpantau sebuah mobil Avanza silver yang diduga dikendarai oleh staf protokol Wali Kota. Merasa diikuti, pengemudi melajukan mobil dengan kencang di salah satu ruas jalan di Kota Medan," kata Febri dalam keterangan pers, Rabu (16/10/2019).

Pria diduga oknum staf Wali Kota Medan telah diamankan 

Pada Rabu pagi pukul 09.00 WIB, satu orang berkemeja utuh lengan pendek dengan wajah ditutup masker hijau tampak keluar dari gedung Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Medan pada pukul 13.51 WIB.

Di samping pria yang diduga berinisial A, staf Wali Kota Medan, digandeng oleh seorang pria yang juga memakai masker serupa.

Tangan kiri pria berkemeja putih tersebut menggenggam kabel yang diduga charger. Sementara di tangan kanannya, dia membawa tas abu-abu dan tampak berisi penuh.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kasus Jenazah Remaja Perempuan di Karawang, Ini Hasil Otopsi RS

Kasus Jenazah Remaja Perempuan di Karawang, Ini Hasil Otopsi RS

Regional
Sempat Divaksin, Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin Terinfeksi Covid-19

Sempat Divaksin, Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin Terinfeksi Covid-19

Regional
Gempa Magnitodo 5,1 di Talaud Sulut, BMKG: Ini Gempa Susulan

Gempa Magnitodo 5,1 di Talaud Sulut, BMKG: Ini Gempa Susulan

Regional
Staf Protokol Bupati Kulon Progo Tertular Covid-19, Imbas Klaster Keluarga

Staf Protokol Bupati Kulon Progo Tertular Covid-19, Imbas Klaster Keluarga

Regional
Bacok Korban Berkali-kali, Pemuda di Cianjur Ini Mengaku sebagai Perempuan di Facebook

Bacok Korban Berkali-kali, Pemuda di Cianjur Ini Mengaku sebagai Perempuan di Facebook

Regional
Kasus Anak Gugat Orangtua karena Fortuner, Hakim: Selama Belum Putusan, Masih Mungkin Mediasi

Kasus Anak Gugat Orangtua karena Fortuner, Hakim: Selama Belum Putusan, Masih Mungkin Mediasi

Regional
'Kami Sangat Terpukul, Kami Minta Pelaku Dihukum Berat, kalau Perlu Dihukum Mati'

"Kami Sangat Terpukul, Kami Minta Pelaku Dihukum Berat, kalau Perlu Dihukum Mati"

Regional
Banjir di Aceh Tamiang Meluas, 4.000 Orang Mengungsi

Banjir di Aceh Tamiang Meluas, 4.000 Orang Mengungsi

Regional
Ambulans Bawa 3 Pasien Covid-19 Ditabrak Suzuki X-Over Saat Terobos Lampu Merah, Ini Kata Polisi

Ambulans Bawa 3 Pasien Covid-19 Ditabrak Suzuki X-Over Saat Terobos Lampu Merah, Ini Kata Polisi

Regional
Banjir di Banjarmasin Belum Surut, Warga Masih Bertahan di Pengungsian

Banjir di Banjarmasin Belum Surut, Warga Masih Bertahan di Pengungsian

Regional
Potensi Bahaya Gunung Merapi Berubah, 121 Pengungsi di Magelang Kembali ke Rumah

Potensi Bahaya Gunung Merapi Berubah, 121 Pengungsi di Magelang Kembali ke Rumah

Regional
Polisi Selidiki Unsur Pidana Izin 2 Perumahan di Lokasi Longsor Sumedang

Polisi Selidiki Unsur Pidana Izin 2 Perumahan di Lokasi Longsor Sumedang

Regional
KPU Tetapkan Jekek-Setyo sebagai Pemenang Pilkada Wonogiri

KPU Tetapkan Jekek-Setyo sebagai Pemenang Pilkada Wonogiri

Regional
KPU Tetapkan Adik Atut Jadi Bupati Terpilih Hasil Pilkada Serang

KPU Tetapkan Adik Atut Jadi Bupati Terpilih Hasil Pilkada Serang

Regional
Diguyur Hujan Deras, Manado Kembali Banjir dan Longor

Diguyur Hujan Deras, Manado Kembali Banjir dan Longor

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X