Guru Silat Cabuli 5 Murid sejak 2016, Modusnya Pijat Peregangan Otot

Kompas.com - 16/10/2019, 13:27 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi

LAMPUNG, KOMPAS.com – Seorang guru silat berinisial SU di Kabupaten Tulang Bawang Barat hampir diamuk massa, Minggu (13/10/2019).

Pria asal Kampung Panaragan Jaya Indah, Kabupaten Tulang Bawang Barat, ini dituduh mencabuli lima muridnya sejak 2016.

Kapolres Tulang Bawang AKBP Syaiful Wahyudi mengatakan, lima korban ialah NL (13), TI (16), WS (17), SI (20), warga Kabupaten Tulang Bawang Barat, dan LS (17), warga Kabupaten Tulang Bawang.

“Aksi pelaku sudah dilakukan sejak 2016. Pertama dilakukan terhadap korban SI di rumah korban yang dalam keadaan sepi. Pencabulan ini terulang pada April 2016 saat korban mengikuti pertandingan di Bandar Lampung,” kata Syaiful saat dihubungi, Rabu (16/10/2019).

Baca juga: Guru Les Vokal yang Cabuli Siswi SMP Jadi Tersangka

Sementara korban LS, TI, dan WS dicabuli di sebuah pondok pesantren dan gedung SMK di Tulang Bawang Barat pada April 2019.

Pelaku juga mencabuli korban NL di lokasi yang sama April–Juni 2019 saat mengikuti pertandingan di Bandar Lampung pada Juli 2019.

“Modus pelaku adalah melakukan pemijatan terhadap korban dengan alasan peregangan otot,” kata Syaiful.

Baca juga: Sambil Mengajar, Guru Les Vokal Cabuli Pelajar SMP hingga Hamil 8 Bulan

Atas perbuatannya, pelaku kini ditahan di Mapolres Tulang Bawang dan dikenai Pasal 82 ayat (1), (2) dan (4) Jo Pasal 76E UU Nomor 17 tahun 2016 tentang Penetapan Perpu Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X