Fakta Baru Penangkapan Terduga Teroris di Lampung, Ditemukan Bahan Pembuat Bom hingga Keluarga Tidak Tahu

Kompas.com - 16/10/2019, 12:12 WIB
Tim Gegana Brimob Polda Lampung meletakkan sejumlah bahan yang diduga material pembuat bom di sebuah meja di depan rumah nenek dari terduga R di Way Halim, Selasa (15/10/2019) petang. Penggeledahan ini dilakukan karena Tim Densus 88 menemukan material bahan pembuat bom saat menangkap R di Telukbetung pada Senin (14/10/2019) kemarin. KOMPAS.com/TRI PURNA JAYATim Gegana Brimob Polda Lampung meletakkan sejumlah bahan yang diduga material pembuat bom di sebuah meja di depan rumah nenek dari terduga R di Way Halim, Selasa (15/10/2019) petang. Penggeledahan ini dilakukan karena Tim Densus 88 menemukan material bahan pembuat bom saat menangkap R di Telukbetung pada Senin (14/10/2019) kemarin.

KOMPAS.com - Tim Densus 88 Antiteror mengeledah rumah nenek salah satu terduga teroris berinisial R, di Jalan Gunung Dempo, Kelurahan Way Halim, Kota Bandar Lampung, Selasa (15/10/2019) siang.

Penggeledahan rumah nenek terduga teroris R yang dilakukan Densus 88 merupakan pengembangan atas penemuan sejumlah barang bukti dan material bahan peledak dari terduga teroris R.

Hasilnya, Densus 88 berhasil menemukan bubuk sulfur seberat 1,5 kg, bubuk putih seberat 2 kg, bubuk pembuat petasan, lima unit ponsel yang sudah dimodifikasi dan lampu LED detonator.


Sementara itu, Lurah Way Halim, Hartanto mengatakan, nenek Nurhasanah penghuni rumah yang digeledah Tim Densus 88 Antiteror tidak terlibat aktivitas terorisme.

Bahan yang diduga material pembuat bom adalah milik cucu tirinya.

Berikut ini fakta baru selengkapnya:

1. Rumah nenek terduga teroris digeledah Densus 88

Ilustrasi Densus 88PERSDA NETWORK/BINA HARNANS Ilustrasi Densus 88

Tim Densus 88 Antiteror mengembangkan kasus penemuan sejumlah barang bukti dan material bahan peledak dari penangkapan satu terduga teroris di Bandar Lampung.

Densus 88 pun menggeledah rumah nenek salah satu terduga teroris.

Rumah yang digeledah yakni kediaman nenek terduga teroris berinisial R di Jalan Gunung Dempo, Kelurahan Way Halim, Kota Bandar Lampung, Selasa (15/10/2019) petang.

Dari pantauan di lokasi, penggeledahan itu dilakukan Tim Densus 88 Antiteror bersama Tim Gegana Brimob Polda Lampung serta Tim Inafis Polresta Bandar Lampung.

Belum ada keterangan resmi dari kepolisian mengenai penggeledahan rumah ini.

Namun, diduga kuat penggeledahan dilakukan karena Tim Densus 88 menemukan lima peluru serta material pembuat bahan peledak saat menangkap terduga teroris berinisial R di Jalan Dr Susilo, Telukbetung Utara pada Senin (14/10/2019) kemarin.

Penggeledahan ini membuat warga sekitar terkejut. Warga tidak menyangka rumah seorang nenek digeledah Densus 88. Polisi juga memasang garis polisi untuk mensterilkan area sekitar rumah yang digeledah.

Baca juga: Densus 88 Geledah Rumah Seorang Nenek karena Curiga Ada Bahan Peledak

2. Densus 88 temukan bahan pembuat bom

Tim Penjinak Bom Gegana Brimob Polda Lampung memasukkan sejumlah material yang diduga bahan pembuat bom ke dalam mobil untuk diperiksa, Selasa (15/10/2019). Material ini ditemukan dar rumah nenek terduga R di Way Halim, Kota Bandar Lampung.KOMPAS.com/TRI PURNA JAYA Tim Penjinak Bom Gegana Brimob Polda Lampung memasukkan sejumlah material yang diduga bahan pembuat bom ke dalam mobil untuk diperiksa, Selasa (15/10/2019). Material ini ditemukan dar rumah nenek terduga R di Way Halim, Kota Bandar Lampung.

Setelah melakukan penggeledahan di rumah nenek terduga teroris R, Densus 88 menemukan sejumlah material yang diduga bahan pembuat bom.

Salah satu personel Tim Densus 88 Antiteror yang menolak namanya dipublikasikan kepada pewarta mengatakan, dari penggeledahan itu, pihaknya menyita sejumlah barang bukti yakni bubuk sulfur seberat 1,5 kilogram dan butiran bubuk supernova.

“Bubuk supernova digunakan untuk pembuatan petasan. Kami juga menyita bubuk warna putih yang belum diketahui namanya seberat 2 kilogram,” katanya saat ditemui di lokasi penggeledahan.

Selain menyita bubuk sulfur dan butiran bubuk supernova, Densus 88 juga menyita beberapa detonator lampu LED dan lima unit ponsel yang telah dirakit untuk pemicu bahan peledak.

“Kalau secara detilnya saya kurang paham. Sekarang bahan-bahan yang diduga bahan peledak tersebut sudah dibawa tim penjinak bom untuk diperiksa lebih lanjut,” kata anggota Tim Densus 88 Antiteror itu.

Baca juga: Densus 88 Temukan Bahan Pembuat Bom di Rumah Nenek Terduga Teroris

3. Lurah tegaskan nenek Nurhasanah tidak terlibat terorisme

Ilustrasi terorismeShutterstock Ilustrasi terorisme

Lurah Way Halim, Hartanto memastikan nenek Nusrhasanah yang rumahnya digeledah Tim Densus 88 Antiteror tidak terlibat aktivitas terorisme.

Bahan material yang diamankan Densus 88 diduga untuk pembuat bom adalah milik cucu tirinya.

“R ini adalah cucu tiri Ibu Nurhasanah. Bahan peledak itu milik temannya R, (bahan peledak) dititip oleh R di rumah Ibu Nurhasanah,” katanya, Selasa.

Baca juga: Lurah Way Halim: Nenek Nurhasanah Tidak Terlibat Terorisme

4. Barang yang diduga bom dititipkan teman R ke neneknya

Ilustrasi bomShutterstock Ilustrasi bom

Masih dikatakan Hartanto, dari Nenek Nurhasanah diketahui bahwa R memang tidak tinggal di rumah itu dan hanya sesekali saja datang berkunjung.

“Selama ini anak yang membawa barang tersebut (R) kadang datang kadang tidak," kata Hartanto.

"Jadi temannya R hanya menitipkan barang dan neneknya enggak tahu apa-apa. Ternyata bom.” sambungnya.

Baca juga: Densus 88 Tangkap 4 Terduga Teroris di Bandar Lampung

5. R cucu tiri dari nenek Nurhasanah

Ilustrasi terorismeShutterstock Ilustrasi terorisme

Ketua RT setempat, Yusrizal mengatakan, terduga teroris R tidak tercatat sebagai penghuni rumah itu.

Selama ini Nurhasanah tinggal bersama dua cucunya yang masih bujang.

“Tapi bukan dia itu (R). Dia (R) itu cucu tirinya. Enggak pernah di sini. Jadi tadi (warga) pada kagetlah, datang Brimob dan keluar bawa (bahan) bom,” katanya.

Baca juga: 2 Terduga Teroris di Lampung Sering Pergi Bersama pada Pagi Hari

6. Keluarga tidak tahu barang yang dititipkan adalah material bom

Ilustrasi.THINKSTOCK Ilustrasi.

M Farhan Azis (20) sepupu terduga teroris R mengatakan, pihak keluarga terkejut dengan datangnya kepolisian yang menggeledah kediaman neneknya, Nurhasanah.

“Waktu dikabarkan polisi saya dan keluarga kaget, saat pemeriksaan saja saya enggak boleh ikut ke dalam,” kata Farhan, Selasa.

Farhan menambahkan, tas yang berisi material yang diduga bahan pembuat bom yang dibawa kepolisian itu tas milik R yang disimpan di kamarnya.

“Tas yang disimpan di dalam lemari di kamar saya itu milik dia (R) yang dibawa polisi, tapi saya nggak tahu apa isinya, saya kira cuma baju,” katanya.

Baca juga: 4 Fakta Penangkapan Terduga Teroris di Lampung, Sita Amunisi dan Bahan Peledak hingga Diduga Terkait Jaringan JAD

7. Dikira pakaian kotor

Ilustrasi.Shutterstock Ilustrasi.

Nenek terduga teroris R, Nurhasanah membenarkan bahwa barang-barang yang disita oleh kepolisian dititipkan oleh R.

Namun, saat dititipkan itu, Nurhasanah mengira bahwa tas itu berisi pakaian kotor.

“Saya itu enggak tahu apa-apa,” katanya yang terlihat shock dengan kejadian itu.

Baca juga: Densus 88 Tangkap Satu Terduga Teroris di Malang

(Penulis: Kontributor Lampung, Tri Purna Jaya)

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Warga Sleman Temukan Bayi Perempuan yang Baru Lahir 3 Hari di Pinggir Jalan

Warga Sleman Temukan Bayi Perempuan yang Baru Lahir 3 Hari di Pinggir Jalan

Regional
Kasus Bocah 11 Tahun Disandera Abu Sayyaf, Keluarga: Dia Ikut Pamannya Cari Ikan

Kasus Bocah 11 Tahun Disandera Abu Sayyaf, Keluarga: Dia Ikut Pamannya Cari Ikan

Regional
Sempat Padam 19 Jam, Listrik di Kalsel dan Kalteng Diklaim Sudah Pulih 85 Persen

Sempat Padam 19 Jam, Listrik di Kalsel dan Kalteng Diklaim Sudah Pulih 85 Persen

Regional
Salah Info soal Kakek Mati Kelaparan, Wagub Sulsel Tetap Minta Warga Miskin Diperhatikan

Salah Info soal Kakek Mati Kelaparan, Wagub Sulsel Tetap Minta Warga Miskin Diperhatikan

Regional
Terseret Ombak Pantai Sawarna Banten, 1 Wisatawan Jakarta Tewas

Terseret Ombak Pantai Sawarna Banten, 1 Wisatawan Jakarta Tewas

Regional
'Selfie' di Atas Jembatan Gantung di Bengkulu Berujung Maut, 10 Orang Tewas Terseret Banjir

"Selfie" di Atas Jembatan Gantung di Bengkulu Berujung Maut, 10 Orang Tewas Terseret Banjir

Regional
Warga Semarang Tolak Tempat Pembuangan Sampah yang Dekat dengan Permukiman

Warga Semarang Tolak Tempat Pembuangan Sampah yang Dekat dengan Permukiman

Regional
Bantu Hiu Paus yang Terdampar di Pantai, Warga: Kami Tolong karena Masih Hidup

Bantu Hiu Paus yang Terdampar di Pantai, Warga: Kami Tolong karena Masih Hidup

Regional
Pria di Semarang Masih Hidup meski Sudah Terpental Ditabrak Kereta

Pria di Semarang Masih Hidup meski Sudah Terpental Ditabrak Kereta

Regional
Listrik Padam Lebih dari 19 Jam, Gubernur Kalsel Minta PLN Percepat Perbaikan

Listrik Padam Lebih dari 19 Jam, Gubernur Kalsel Minta PLN Percepat Perbaikan

Regional
Harapan Ridwan Kamil pada Gebrakan Rektor Baru ITB Reini Wirahadikusumah

Harapan Ridwan Kamil pada Gebrakan Rektor Baru ITB Reini Wirahadikusumah

Regional
Wi-Fi Gratis di Masjid, Menyusul di Tempat Ibadah Lainnya

Wi-Fi Gratis di Masjid, Menyusul di Tempat Ibadah Lainnya

Regional
Ancam Satwa Endemik, Walhi Imbau Izin 9 Perusahaan HTI Ditinjau Ulang

Ancam Satwa Endemik, Walhi Imbau Izin 9 Perusahaan HTI Ditinjau Ulang

Regional
Titik Terang Identitas Kerangka Manusia di Sofa Rumah Kosong Bandung: Pria Paruh Baya, Ras Asia

Titik Terang Identitas Kerangka Manusia di Sofa Rumah Kosong Bandung: Pria Paruh Baya, Ras Asia

Regional
Mulai 5 Februari, Perlintasan Kereta Api Purwosari Ditutup untuk Pembangunan Flyover

Mulai 5 Februari, Perlintasan Kereta Api Purwosari Ditutup untuk Pembangunan Flyover

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X