776 Titik Api Muncul di Sumsel, Kualitas Udara Palembang Berbahaya

Kompas.com - 16/10/2019, 11:44 WIB
Kabut asap pekat yang menyelimuti kota Palembang akibat kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah Sumatera Selatan, Senin (14/10/2019). KOMPAS.com/AJI YK PUTRAKabut asap pekat yang menyelimuti kota Palembang akibat kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah Sumatera Selatan, Senin (14/10/2019).

PALEMBANG, KOMPAS.com- Titik api di Sumatera Selatan mengalami peningkatan.

Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel, ada 776 titik api yang tersebar di Sumsel.

Angka itu mengalami peningkatan dibandingkan data BPBD yang diupdate pada Selasa (15/10/2019). Di mana ada 415 hotspot yang tersebar di Sumsel.

Situs resmi BMKG di laman bmkg.go.id mencatat, kualitas udara di Palembang dalam level berbahaya.

Sebab, Konsentrasi Partikulat (PM10) pada pukul 06.00WIB tembus 451.02 mikrogram per meter kubik.

Baca juga: Kabut Asap Terekstrem di Palembang, Kapan Hujan Mengguyur Wilayah Itu?

Kemudian pada pukul 07.00 WIB, berada di angka 495.77 per meter kubik.

Pukul 08.00 WIB berada di 506.46 per meter kubik, dan pukul 09.00 WIB masih berada di angka 506.96 per meter kubik.

Kepala Bidang Penanganan Kedaruratan BPBD Sumsel Ansori mengatakan, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) masih menjadi wilayah dengan hotspot terbanyak.

Di daerah ini, ada 436 titik api yang muncul.

Lahan gambut yang terbakar membuat proses pemadaman menjadi terhambat.

Ditambah lagi jarak jangkau ke lokasi yang sulit dimasuki petugas pemadam.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X