Kompas.com - 16/10/2019, 08:59 WIB
Dokumen DKPPP: Petugas dari Tim Unit Reaksi Cepat Penyakit Hewan Menular Strategis (URC PHMS) DKPPP Kota Tegal saat membakar unggas yang mati karena flu burung di Kelurahan Keturen, Tegal Selatan, Selasa (15/10/2019) KOMPAS.com/Tresno SetiadiDokumen DKPPP: Petugas dari Tim Unit Reaksi Cepat Penyakit Hewan Menular Strategis (URC PHMS) DKPPP Kota Tegal saat membakar unggas yang mati karena flu burung di Kelurahan Keturen, Tegal Selatan, Selasa (15/10/2019)

TEGAL, KOMPAS.com - Lebih dari 150 ekor unggas milik warga di Kota Tegal, Jawa Tengah dalam sepekan ini dilaporkan mati mendadak.

Dinas Kelautan dan Perikanan, Pertanian, dan Pangan (DKPPP) Kota Tegal, yang menerima laporan menyatakan unggas mati karena terjangkit flu burung.

Kepala Bidang Peternakan DKPPP Heru Prasetya, mengungkapkan, setelah tim melakukan survey lapangan dan melakukan pemeriksaan terhadap hewan yang mati, dinyatakan positif karena terserang flu burung.

Jumlahnya mencapai lebih dari 150 di sejumlah kecamatan di Kota Tegal.

"Setelah melakukan pemeriksaan di antaranya menggunakan rapid tes, hasilnya positif flu burung," kata Heru, saat dihubungi Rabu (16/10/2019). 

Baca juga: Cegah Masuknya Flu Burung, Love Bird dan Ayam Filipina Dimusnahkan

Selanjutnya, kata Heru, Tim Unit Reaksi Cepat Penyakit Hewan Menular Strategis (URC PHMS) DKPPP yang menerima laporan itu, terakhir melakukan pemusnahan di Kelurahan Keturen, Kecamatan Tegal Selatan, Selasa (15/10/2019).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Kemarin 19 ekor ayam kita bakar di Kelurahan Keturen, Kecamatan Tegal Selatan. Di bakar juga sebagai langkah antisipasi agar jangan sampai menyebar ke yang lainnnya,” ungkap Heru.

Unggas mati mendadak

Sebelumnya, dalam beberapa hari terakhir, pihaknya menerima sejumlah laporan.

Dimulai dari warga Jalan Poso Kelurahan Panggung, Kecamatan Tegal Timur, kalkun milik Junaidi yang berjumlah 60 ekor sakit dan 8 di antaranya mati mendadak dalam tiga hari.

Laporan selanjutnya datang masih dari tetangga Junaidi, yakni Samah yang kehilangan 16 ekor ayam yang juga mati mendadak.

Kemudian, laporan dari Kelurahan Debong Lor, Tegal Barat. Seorang warga bernama Mudasir melaporkan 20 ayam kampung miliknya mati mendadak.

Kemudian unggas milik Nanik Mardianti warga Kelurahan Keturen, Tegal Selatan, juga melaporkan bahwa ayam petelur sebanyak 10 ekor juga mati dalam tiga hari.

Baca juga: Seorang Warga Diduga Meninggal Akibat Virus Flu Burung

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

Regional
Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Regional
9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

Regional
Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Regional
Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Regional
Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Regional
Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Regional
Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Regional
Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Regional
Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Regional
PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

Regional
Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Regional
Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Regional
Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Regional
Wagub Uu Minta Masyarakat Aktif Kembangkan Potensi Wisata di Desa Jabar

Wagub Uu Minta Masyarakat Aktif Kembangkan Potensi Wisata di Desa Jabar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.