Upaya Penyelundupan 16.000 Ekor Bibit Lobster Digagalkan, 1 Pelaku Buron

Kompas.com - 16/10/2019, 06:59 WIB
Kapolres Trenggalek (baju dinas) menunjukkan barang bukti hasil ungkap kasus upaya penyelundupan 16.000 benih lobster di Trenggalek, Jawa Timur (15/10/2019) KOMPAS.com/SLAMET WIDODOKapolres Trenggalek (baju dinas) menunjukkan barang bukti hasil ungkap kasus upaya penyelundupan 16.000 benih lobster di Trenggalek, Jawa Timur (15/10/2019)

 

Satu pelaku tertangkap, kasus terungkap

Pengungkapan kasus ini berawal pada hari Jumat pekan lalu (04/10/2019), setelah satu orang tersangka BS tertangkap oleh tim opsnal satreskrim polres Trenggalek.

Diketahui, dari hasil penyergapan terdapat barang bukti sebanyak total 16.000 benih lobster.

Dengan rincian, per satu bungkus plastik berisi sekitar 100 ekor benih lobster, dan ada sebanyak 160 kantong plastik. 

Kesemuanya disimpan dalam lima kardus besar. 

Semua barang bukti, berada di bagian belakang mobil yang dikemudikan oleh tersangka BS.

Dari pengakuannya, tersangka awal tersebut mengaku hanya sebagai kurir dan mendapat imbalan sebesar Rp 1,6 juta sekali mengantar benih lobster ke Jakarta. 

Pelaku berinisial BS ini ditangkap di jalan raya Karangan dalam perjalanannya menuju Jakarta.

“Penangkapan ini berdasarkan informasi dari warga, ditambah hasil penyelidikan oleh jajaran kami,” ujar AKBP Jean Calvijn.

Baca juga: Penyelundupan Ratusan Bibit Lobster ke Singapura Digagalkan

Jaringan penyelundup bibit lobster ke Vietnam dan Thailand

Dari hasil pemeriksaan lanjutan tersangka pertama, kemudian berkembang ke tersangka lain yakni KA, yang diketahui sebagai pengepul. 

Tersangka atas nama KA, bertindak sebagai pembeli benih lobster dari para nelayan kawasan pantai Prigi,Pantai Panggul, dan Pantai Munjungan. 

Kemudian, hasil pembelian dari sejumlah nelayan di kabupaten Trenggalek tersebut dijual kepada salah satu pemesan berinisial UJ, dan dikirim ke Jakarta melalui jalan darat.

Rencananya bibit lobster tersebut akan di jual kembali ke negara Vietnam dan Thailand oleh UJ, yang kini ditetapkan sebagai buron.

“Keterangan tersangka KA sebagai pengepul, bibit lobster ini atas permintaan UJ di Jakarta, dan kemudian akan diekspor ke Vietnam dan Thailand,” papar AKBP Jean Calvijn.

“Sementara yang kami tangkap ada dua orang, dan satu orang pelaku lain masih dalam pengejaran, yakni UJ,” terang Jean Calvijn.

Baca juga: Polisi Ungkap Perdagangan Bibit Lobster Ilegal

Ancaman enam tahun penjara

Dari hasil penggledahan di rumah tersangka KA, ditemukan barang bukti berupa satu karung kantong plastik yang diduga sebagai wadah benih lobster. 

Kemudian sejumlah nota hasil transaksi jual beli benih lobster, serta barang bukti lain yang ada kaitannya dengan kasus ini. 

Kemudian barang bukti beserta pelaku di bawa ke Mapolres Trenggalek, guna penyelidikan lebih lanjut.

Diketahui, belasan ribu benih lobster yang akan diselundupkan ini jenis pasir, dan sebagian bibit lobster jenis mutiara, senilai Rp 40 juta. 

Dua tersangka itu dikenai pasal 92 subsider pasal 100 UU RI Nomor 31 Tahun 2004 sebagaimana telah diubah dengan UU RI Nomor 45 Tahun 2009 tentang Perikanan Jo pasal 55 ayat (1) KUHP.

“Dengan ancaman hukuman maksimal enam tahun penjara dan dapat ditahan,” tutur Calvijn.

Baca juga: Begini Modus Penyelundupan Bibit Lobster Melalui Bandara

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ini Fakta Lengkap Penyelamatan KM Lady Nathalia

Ini Fakta Lengkap Penyelamatan KM Lady Nathalia

Regional
Kronologi Bus Rombongan Peziarah Terbakar di Jalur Cirebon-Ciamis

Kronologi Bus Rombongan Peziarah Terbakar di Jalur Cirebon-Ciamis

Regional
4 Fakta Dugaan Penipuan Umrah di Banyumas, 9 Bulan Mendaftar hingga Pemilik Biro Perjalanan Kabur

4 Fakta Dugaan Penipuan Umrah di Banyumas, 9 Bulan Mendaftar hingga Pemilik Biro Perjalanan Kabur

Regional
Belasan Ular Kobra Teror Warga di Tasikmalaya

Belasan Ular Kobra Teror Warga di Tasikmalaya

Regional
Korban Penipuan Umrah di Banyumas Lebih dari 100 Orang, Baru 1 yang Melapor

Korban Penipuan Umrah di Banyumas Lebih dari 100 Orang, Baru 1 yang Melapor

Regional
Perawat di Aceh Timur Mengaku Ditendang Wakil Bupati Saat Pasang Oksigen

Perawat di Aceh Timur Mengaku Ditendang Wakil Bupati Saat Pasang Oksigen

Regional
Viral Kucing Disiksa dengan Digantung di Bali, Pengunggah Foto Dipolisikan

Viral Kucing Disiksa dengan Digantung di Bali, Pengunggah Foto Dipolisikan

Regional
Lagi Sortir Sampah, Pekerja Gudang Rongsok Temukan Granat Aktif

Lagi Sortir Sampah, Pekerja Gudang Rongsok Temukan Granat Aktif

Regional
Polres Mimika Libatkan Paguyuban untuk Pengamanan Gereja Saat Natal

Polres Mimika Libatkan Paguyuban untuk Pengamanan Gereja Saat Natal

Regional
Krisis Air Bersih, Warga Borong Terpaksa Mandi dan Cuci Baju di Kali Wae Bobo

Krisis Air Bersih, Warga Borong Terpaksa Mandi dan Cuci Baju di Kali Wae Bobo

Regional
Mobil Ertiga yang Ditumpangi Satu Keluarga Terseret Kereta Api Ratusan Meter di Mojokerto

Mobil Ertiga yang Ditumpangi Satu Keluarga Terseret Kereta Api Ratusan Meter di Mojokerto

Regional
Wali Kota Bandung Jenguk 8 Satpol PP yang Terluka Saat Penggusuran Tamansari

Wali Kota Bandung Jenguk 8 Satpol PP yang Terluka Saat Penggusuran Tamansari

Regional
30 Kolam Jaring Apung Hancur Diterjang Air Bah, Belasan Ton Ikan Lepas

30 Kolam Jaring Apung Hancur Diterjang Air Bah, Belasan Ton Ikan Lepas

Regional
Kronologi Mercedes Benz Tabrak Truk Brimob, 1 Tewas, 2 Luka-luka

Kronologi Mercedes Benz Tabrak Truk Brimob, 1 Tewas, 2 Luka-luka

Regional
Dapat Bantuan Jokowi, Nenek yang Jual Sendok untuk Beli Beras Kini Bisa Cicil Utang

Dapat Bantuan Jokowi, Nenek yang Jual Sendok untuk Beli Beras Kini Bisa Cicil Utang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X