Tiga Pekan Buron, Pembunuh Ibu Rumah Tangga di Pangandaran Ditangkap

Kompas.com - 15/10/2019, 17:26 WIB
Kapolres Ciamis, AKBP Bismo Teguh Prakoso menjelaskan kronologi pembunuhan ibu rumah tangga di Parigi, Kabupaten Pangandaran saat ekspos di Mapolres Ciamis, Selasa (15/10/2019). KOMPAS.COM/CANDRA NUGRAHAKapolres Ciamis, AKBP Bismo Teguh Prakoso menjelaskan kronologi pembunuhan ibu rumah tangga di Parigi, Kabupaten Pangandaran saat ekspos di Mapolres Ciamis, Selasa (15/10/2019).

CIAMIS, KOMPAS.com - Penyidik Satuan Reserse Kriminal Polres Ciamis menangkap pembunuh Dede Tresnawati (36), ibu rumah tangga warga kompleks wisata Batu Hiu, Dusun Golempang, Desa Ciliang, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran.

Pelaku berinisial T (27) ditangkap Senin (14/10/2019) setelah buron selama tiga pekan.

"Kejadian (pembunuhan) terjadi di Parigi, 18 September 2019. Pelaku ditangkap di Tangerang," ujar Kapolres Ciamis, AKBP Bismo Teguh Prakoso saat ekspos kasus di Mapolres, Selasa (15/10/2019).

Baca juga: Fakta Ibu Rumah Tangga Tewas Ditembak, Cinta Segitiga hingga Sewa Pembunuh Bayaran

Bismo menjelaskan, tersangka sudah satu bulan mengenal korban. Mereka pernah bertemu satu kali.

Pada pertemuan kedua yang juga malam terjadinya pembunuhan, tersangka mendatangi rumah yang juga warung korban.

Korban merupakan wanita yang hidup seorang diri yang menafkahi seorang anak dengan membuka warung.

Pada pertemuan malam itu, tersangka mengajak korban agar berhenti melakukan perbuatan yang tak diinginkan.

Rupanya, selain menjual makanan dan minuman di warung, korban juga menjajakan diri.

"Pengakuan pelaku ingin menikahi korban," kata Bismo.

Namun, korban menolak. Korban beralasan butuh pendapatan untuk menafkahi keluarganya.

Kemudian terjadi cekcok sekitar pukul 20.00-22.00.

Saat larut malam, tersangka mengajak korban untuk berhubungan badan. Namun, ajakannya lagi-lagi ditolak korban.

"Pelaku pergi ke kamar mandi, kemudian terbersit untuk menghabisi korban," kata Bismo.

Setelah dari kamar mandi, tersangka memanggil korban yang sedang berada di ruang depan.

Saat korban menghampiri, tersangka langsung mencekik korban hingga tewas.

Setelah membunuh, tersangka mengambil sepeda motor dan ponsel korban. Tersangka kemudian melarikan diri.

"Pagi hari sekitar pukul 04.00 WIB, tersangka menjual sepeda motor korban ke penadah di daerah Cikalong, Tasikmalaya," kata Bismo.

Pada kasus ini penyidik menahan dua orang. Seorang tersangka pembunuhan dan seorang lagi tersangka penadah barang curian.

"Alhamdulillah tersangka T berhasil kita tangkap setelah tiga pekan dikejar," jelas Bismo.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka T dijerat Pasal 338 juncto 365 KUHP tentang Pencurian dengan Kekerasan. Tersangka diancam kurungan 15 tahun penjara.

Sebelumnya, korban atas nama Dede Tresnawati (36) ditemukan tewas di rumahnya, di kompleks wisata Batu Hiu, Dusun Golempang, Desa Ciliang, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran, Rabu pagi (18/9/2019).

Awalnya, korban ditemukan anak bungsunya dalam kondisi terlentang di lantai ruang tengah rumahnya.

Baca juga: Buron 42 Hari, 3 Pelaku Penembakan Ibu Rumah Tangga Ditangkap

Berdasarkan keterangan saksi, ada tiga lelaki yang bertamu ke rumah korban pada Selasa malam sekitar pukul 24.00 WIB.

Ketiganya menggunakan sepeda motor jenis Yamaha RX King dan sebuah sepeda motor matic.

Pada peristiwa itu, sepeda motor milik korban jenis Honda Beat warna putih dan ponsel hilang.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Diduga Bodong, Polda Jatum Sita 2 McLaren, hingga 4 Ferrari

Diduga Bodong, Polda Jatum Sita 2 McLaren, hingga 4 Ferrari

Regional
4 Desa di Dharmasraya Terendam Banjir 3 Meter, Ratusan KK Terisolasi

4 Desa di Dharmasraya Terendam Banjir 3 Meter, Ratusan KK Terisolasi

Regional
Polisi Pulangkan 3 Warga yang Terlibat Kerusuhan Saat Penggusuran Tamansari

Polisi Pulangkan 3 Warga yang Terlibat Kerusuhan Saat Penggusuran Tamansari

Regional
Tiba di Trenggalek, Jenazah TKI Korban Pembunuhan di Malaysia Disambut Ratusan Warga

Tiba di Trenggalek, Jenazah TKI Korban Pembunuhan di Malaysia Disambut Ratusan Warga

Regional
Warga Tamansari Digusur, Predikat Bandung Kota Peduli HAM Dikritisi

Warga Tamansari Digusur, Predikat Bandung Kota Peduli HAM Dikritisi

Regional
9 Bulan Tak Gajian, Petugas Kebersihan Demo di Jalan Trans Sulawesi

9 Bulan Tak Gajian, Petugas Kebersihan Demo di Jalan Trans Sulawesi

Regional
BBKSDA Riau Pasang Kamera Trap di Lokasi Temuan Jejak Harimau Sumatera

BBKSDA Riau Pasang Kamera Trap di Lokasi Temuan Jejak Harimau Sumatera

Regional
Ular Piton Sepanjang 1 Meter Berkeliaran di Balai Kota Surakarta

Ular Piton Sepanjang 1 Meter Berkeliaran di Balai Kota Surakarta

Regional
Bupati Bogor Sebut UN Jadi Masalah Besar bagi Siswa di Indonesia

Bupati Bogor Sebut UN Jadi Masalah Besar bagi Siswa di Indonesia

Regional
Menolak Diajak Pulang, Seorang Istri Tewas Ditusuk 8 Kali oleh Suaminya

Menolak Diajak Pulang, Seorang Istri Tewas Ditusuk 8 Kali oleh Suaminya

Regional
Kerap Resahkan Penumpang, 2 Calo Tiket di Pelabuhan Sekupang Ditangkap

Kerap Resahkan Penumpang, 2 Calo Tiket di Pelabuhan Sekupang Ditangkap

Regional
Kronologi Sopir Taksi Online Dibegal Penumpangnya dan Ditinggalkan di Pinggir Jalan

Kronologi Sopir Taksi Online Dibegal Penumpangnya dan Ditinggalkan di Pinggir Jalan

Regional
Cabuli Balita 3 Tahun di Kupang, Pria Asal Liliba Ini Ditangkap

Cabuli Balita 3 Tahun di Kupang, Pria Asal Liliba Ini Ditangkap

Regional
Angin Kencang Terjang Jember, Pohon Roboh di 7 Lokasi

Angin Kencang Terjang Jember, Pohon Roboh di 7 Lokasi

Regional
Ratusan Hektar Sawah di Kampar Terancam Gagal Panen Akibat Banjir

Ratusan Hektar Sawah di Kampar Terancam Gagal Panen Akibat Banjir

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X