Pengungsi Gempa Maluku Bisa Kembali Berobat Gratis di RS Darurat

Kompas.com - 15/10/2019, 07:30 WIB
Rumah sakit darurat dr Ishak Umarela yang berada di lokasi pengungsian di Desa Tulehu, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah. KOMPAS.com/RAHMAN PATTYRumah sakit darurat dr Ishak Umarela yang berada di lokasi pengungsian di Desa Tulehu, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah.

AMBON, KOMPAS.com - Pengungsi gempa Maluku bisa kembali berobat secara gratis di rumah sakit (RS) darurat, tanpa harus menggunakan kartu BPJS Kesehatan. 

Kepastian itu dikeluarkan setelah pemerintah provinsi Maluku menggelar rapat koordinasi untuk membahas masalah tersebut di Kantor Gubernur Maluku, Senin (14/10/2019).

Rapat yang dipimpin Sekretaris Daerah Maluku Kasrul Selang itu dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Maluku, Kepala BPBD Provinsi Maluku. 

Rapat juga dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Kota Ambon, Seram Bagian Barat dan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Maluku Tengah.

Baca juga: Pengungsi Korban Gempa Dipungut Biaya Saat Berobat di RS Darurat, Bupati Prihatin

 

Pertemuan itu juga turut dihadiri Direktur RSUD Tulehu, Direktur RSUD dr Haulussy Ambon dan Direktur RSUD Piru dan pihak BPJS Kesehatan.

Dalam pertemuan yang berlangsung hingga malam hari itu disepakati, para pengungsi korban gempa di tiga kabupaten akan diberikan pelayanan gratis di rumah sakit. 

Termasuk juga di rumah sakit darurat dr Ishak Umarela yang berada di Desa Tulehu, Kabupaten Maluku Tengah.

Baca juga: Berobat ke Rumah Sakit Darurat, Pengungsi Korban Gempa Maluku Harus Membayar

Masa tanggap darurat

Dengan demikian, ribuan pengungsi korban gempa di Desa Tulehu, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah dan sekitarnya kini bisa kembali berobat secara gratis.

“Selama masa tanggap darurat ini pasien yang tidak ditangani oleh BPJS kesehatan itu ditangani oleh kita," kata Sekda Maluku Kasrul Selang, usai pertemuan itu kepada wartawan, Senin.

"Setelah masa tanggap darurat pun kalau masyarakat masih ada di pengungsian kita tetap melayani.”

Adapun perpanjangan masa tanggap darurat bencana gempa di Kabupaten Maluku Tengah dan Seram Bagian Barat masih tersisa dua hari lagi sejak diperpanjang pada 9 Oktober 2019 lalu.

Selepas masa tanggap darurat, Pemerintah Provinsi Maluku kini menetapkan masa transisi selama tiga bulan untuk penanganan korban gempa. 

Termasuk juga upaya rekonstruksi rumah-rumah warga dan fasilitas umum yang rusak.

Baca juga: BPJS Kesehatan Bantah Minta Pengungsi Korban Gempa Maluku Membayar Saat Berobat di RS Darurat

Pelayanan berjalan seperti biasa

Direktur RSUD dr Ishak Umarela, dr Dwi Murti Nuriyanti mengatakan setelah perpanjangan masa tanggap darurat dan masa transisi selesai maka semua adminstrati dan pelayanan akan kembali seperti biasa.

“Setelah masa transisi kembali lagi seperti pelayaan di rumah sakit pada umumnya jadi yang menggunakan asuransi dilayani dan masyarakat umum juga dilayani seperti biasa,” katanya.

Dwi Murti menyebut saat gempa, rumah sakit yang dipimpinnya itu ikut mengalami kerusakan dan tidak bisa digunakan. 

Sehingga rumah sakit tersebut harus pindah lokasi ke tempat aman. 

Sayangnya karena tidak dilakukan sosialisasi ke masyarakat sehingga munculah polemik tersebut.

“Memang harus disosialisasikan lagi karena rumah sakit kami tidak bisa digunakan lagi. Jadi itu rumah sakit dr Umarela yang mengungsi ke lokasi pengungsian, jadi RS darurat,” katanya. 

Baca juga: Berobat ke Rumah Sakit Darurat Disuruh Bayar, Pengungsi Gempa: Rumah Sakit Ingin Kami Mati

Baca tentang


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Zainuddin, Uang Tabungan 8 Tahun Dikuras Penipu dalam Hitungan Menit, Tersisa Rp 124.558

Kisah Zainuddin, Uang Tabungan 8 Tahun Dikuras Penipu dalam Hitungan Menit, Tersisa Rp 124.558

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 13 Agustus 2020

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 13 Agustus 2020

Regional
Rumah Saksi Perjuangan Melawan Agresi Militer Belanda Terancam Pembangunan Tol

Rumah Saksi Perjuangan Melawan Agresi Militer Belanda Terancam Pembangunan Tol

Regional
Pelaku Pembuang Bayi di Sleman Seorang Pelajar dan Mahasiswa Kedokteran

Pelaku Pembuang Bayi di Sleman Seorang Pelajar dan Mahasiswa Kedokteran

Regional
Gunungkidul Bangun 1000 Titik Jaringan Internet di 2020

Gunungkidul Bangun 1000 Titik Jaringan Internet di 2020

Regional
Seluruh Anggota DPRD Kabupaten Banjar Menolak Diperiksa Swab Tenggorokannya

Seluruh Anggota DPRD Kabupaten Banjar Menolak Diperiksa Swab Tenggorokannya

Regional
Tertular Pasien, 4 Perawat RSUD Klungkung Positif Covid-19

Tertular Pasien, 4 Perawat RSUD Klungkung Positif Covid-19

Regional
'75 Tahun Merdeka, Desa Kami Belum Masuk Listrik, Anak-anak Belajar Pakai Lampu Teplok...'

"75 Tahun Merdeka, Desa Kami Belum Masuk Listrik, Anak-anak Belajar Pakai Lampu Teplok..."

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 13 Agustus 2020

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 13 Agustus 2020

Regional
Warga yang Makan Daging Busuk BPNT Muntah-muntah

Warga yang Makan Daging Busuk BPNT Muntah-muntah

Regional
Masih Berkabung, Petugas Kesulitan Tracing Warga yang Rebut Jenazah Covid-19

Masih Berkabung, Petugas Kesulitan Tracing Warga yang Rebut Jenazah Covid-19

Regional
Tersangka Kasus Pengeroyokan dan Perusakan Midodareni di Solo Bertambah

Tersangka Kasus Pengeroyokan dan Perusakan Midodareni di Solo Bertambah

Regional
Kasus Randi, Mahasiswa UHO yang Tertembak dalam Demo, Disidangkan di PN Jaksel

Kasus Randi, Mahasiswa UHO yang Tertembak dalam Demo, Disidangkan di PN Jaksel

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 13 Agustus 2020

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 13 Agustus 2020

Regional
289 Anak Usia Sekolah Positif Corona di Papua, Ini Penjelasannya

289 Anak Usia Sekolah Positif Corona di Papua, Ini Penjelasannya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X