Polisi Bongkar Jaringan Aborsi di Malang, Penjual Pil Untung Rp 50.000 Per Butir

Kompas.com - 14/10/2019, 18:05 WIB
Kapolres Malang Kota AKBP Dony Alexander (tengah) saat merilis 5 pelaku aborsi di Mapolres Malang Kota, Senin (14/10/2019) KOMPAS.COM/ANDI HARTIKKapolres Malang Kota AKBP Dony Alexander (tengah) saat merilis 5 pelaku aborsi di Mapolres Malang Kota, Senin (14/10/2019)

 

MALANG, KOMPAS.com – Jajaran Polres Malang Kota berhasil mengungkap skandal pelaku aborsi.

Terdapat lima tersangka yang diamankan, mulai dari penyedia obat berupa pil yang mengakibatkan aborsi hingga pelaku aborsi.

Kelima pelaku itu berisial ASF (20) seorang mahasiswi asal Kelurahan Bedali, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang yang merupakan pelaku aborsi, TDSAS (22) warga Desa Tirtomoyo, Kecamatan Pakis, Kabupaten yang menjadi pengecer pil aborsi dan BHN (20) mahasiswi asal Dampit, Kabupaten Malang yang menjadi perantara penjualan obat.

Baca juga: Ini Pengakuan Penjual Obat ke Perempuan yang Telan 16 Pil Aborsi di Jepara

Selain itu juga ada II (32) warga Kelurahan Madyopuro Kota Malang sebagai penyedia obat dan TS (48) warga Sekarpuro, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang selaku pemasok obat tersebut.

Pelaku berinisial TDSAS mengaku sudah mengecer pil pemicu aborsi itu sejak akhir 2018.

Terdapat sejumlah orang yang sudah membeli obat kepadanya tanpa disertai resep dari dokter.

“Mulai tahun 2018 akhir,” katanya saat dirilis di Mapolres Malang Kota, Senin (14/10/2019).

Biasanya, pelaku aborsi membeli obat itu melalui temannya. Sehingga, alur penjualan pil itu melibatkan sejumlah orang.

“Pembeli dari teman ke teman gitu, Pak,” ungkapnya.

Dikatakannya, pil dengan nama gastrul itu bisa menggugurkan kandungan ketika dikonsumsi dalam dosis tertentu. Dalam setiap butir penjualan, TDSAS mengaku untung Rp 50.000.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X