Dua Pembunuh Sopir Mobil Rental Jadi yang Pertama Terima Vonis Mati dari PN Garut

Kompas.com - 14/10/2019, 16:04 WIB
Dua terdakwa kasus pembunuhan sopir mobil rental menggunakan rompi tahanan saat mendengarkan vonis dari majelis hakim Pengadilan Negeri Garut, Senin (14/10/2019) KOMPAS.COM/ARI MAULANA KARANGDua terdakwa kasus pembunuhan sopir mobil rental menggunakan rompi tahanan saat mendengarkan vonis dari majelis hakim Pengadilan Negeri Garut, Senin (14/10/2019)

GARUT, KOMPAS.com – Vonis hukuman mati yang dijatuhkan Pengadilan Negeri Garut bagi kedua terdakwa kasus pembunuhan sopir mobil rental JS (33) dan DN (33) pada Senin (14/10/2019), menjadi kasus pertama dengan vonis hukuman mati dari Pengadilan Negeri Garut.

“Ini vonis hukuman mati yang pertama kalinya di Pengadilan Negeri Garut,” jelas Asep Saeful Hayat, penasehat hukum kedua terdakwa JS dan DN, saat diwawancara wartawan usai persidangan.

Menurut Asep, kedua kliennya keberatan dengan putusan tersebut hingga akhirnya memutuskan untuk menempuh upaya hukum berupa banding.


Baca juga: Dua Pembunuh Sopir Mobil Rental di Garut Divonis Hukuman Mati

Keduanya merasa keberatan karena putusan hakim dirasa terlalu berat dan masih ada kasus yang dipandang lebih sadis namun putusannya tidak sampai hukuman mati.

“Ada kasus pembunuhan mahasiswa dan diperkosa, tuntutan jaksa 20 tahun vonisnya seumur hidup,” kata Asep saat diminta contoh kasus yang dinilai kedua terdakwa lebih sadis dari yang mereka lakukan.

Asep mengungkapkan, sebagai penasehat hukum yang ditunjuk negara untuk mendampingi kedua terdakwa, dirinya telah berupaya mengajukan hal-hal yang dipandang meringankan. Namun, semua itu ditolak oleh majelis hakim.

“Normatif (hal-hal yang meringankannya), mereka tulang punggung keluarga dan masih punya anak kecil, mereka juga mengakui semua perbuatannya dan tidak berbelit-belit dalam persidangan,” katanya.

Solihin, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam perkara tersebut mengungkapkan, pihaknya memutuskan pikir-pikir dulu atas putusan hakim. Karena, pihak terdakwa menyatakan banding atas putusan hakim.

“Kalau mereka (terdakwa) terima, kita akan terima, kita pikir-pikir dulu sambil koordinasi dengan pimpinan,” katanya usai persidangan.

Solihin menuturkan, dalam perkara tersebut pihaknya memang menuntut kedua terdakwa dengan hukuman pidana seumur hidup.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X