Bongkar Markas Diduga Milik KNPB, Polisi Temukan Ratusan Anak Panah dan Senapan Angin

Kompas.com - 14/10/2019, 13:20 WIB
Polisi dari Satuan Shabara Polres Mimika ketika menghitung anak panah usai membongkar markas diduga milik KNPB, Selasa (14/10/2019). KOMPAS.com/IRSUL PANCA ADITRAPolisi dari Satuan Shabara Polres Mimika ketika menghitung anak panah usai membongkar markas diduga milik KNPB, Selasa (14/10/2019).

TIMIKA, KOMPAS.com - Polisi membongkar markas yang diduga milik Komite Nasional Papua Barat ( KNPB) di Jalan Cenderawasih, SP 3, Kelurahan Karang Senang, Distrik Kuala Kencana, Mimika, Papua, Senin (14/10/2019).

Wakapolres Mimika Kompol I Nyoman Punia mengatakan, pembongkaran diduga markas KNPB ini dilakukan atas laporan masyarakat.

"Ada laporan masyarakat bila di tempat itu sering dilakukan pertemuan sejumlah orang," kata Nyoman ditemui di Kantor Pelayanan Polres Mimika, Senin.

Baca juga: Kapolri: Papua Aman kalau Tokoh ULMWP dan KNPB Ditangkap

Saat polisi mendatangi lokasi tidak ada seorang di dalamnya. Polisi menduga mereka telah melarikan diri.

Polisi hanya mengamankan tiga orang yang berada di sekitar lokasi untuk dimintai keterangan.

Di lokasi tersebut, polisi menyita 115 anak panah, 22 busur, 1 kapak, 2 parang, dan 2 senapan angin.

Selain itu diamankan juga atribut dari KNPB berupa topi dan pakaian bercorak loreng, serta papan, tas noken, gelang bercorak bintang kejora.

"Kami masih dalami apakah ini memang markas KNPB," tutur Nyoman.

Sebelumnya di Jayapura, Kapolri Jendral Tito Karnavian mengatakan, situasi di keamanan belum kondisif bila kelompok pemicu kerusuhan belum ditangkap.

Dua kelompok yang disebut Tito adalah United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) dan Komite Nasional Papua Barat (KNPB).

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X