Perang Tomat, Bentuk Protes Para Petani, Kini Berubah Jadi Atraksi yang Dinanti

Kompas.com - 14/10/2019, 09:40 WIB
Warga Kampung Cikareumbi RW03 Desa Cikidang Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat tengah melakukan perang tomat sebagai upaya peningkatan wisata budaya kreatif dan ekonomi hasil pertanian, Minggu (13/10/2019). Melempar tomat busuk memiliki filosofi membuang sifat buruk. KOMPAS.COM/AGIE PERMADIWarga Kampung Cikareumbi RW03 Desa Cikidang Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat tengah melakukan perang tomat sebagai upaya peningkatan wisata budaya kreatif dan ekonomi hasil pertanian, Minggu (13/10/2019). Melempar tomat busuk memiliki filosofi membuang sifat buruk.

BANDUNG, KOMPAS.com -  Anjloknya harga tomat di pasaran beberapa tahun lalu sempat membuat petani tomat menjerit. 

Padahal, saat itu petani tengah menikmati hasil panen yang melimpah.

Di balik melimpahnya hasil panen saat itu bukan memberikan keuntungan materi para petani, tapi malah sebaliknya.

Hasil panen tidak dapat dinikmati, malah cenderung dibiarkan membusuk dan berserakan jatuh di tanah.

Ini merupakan salah satu bentuk protes petani.

Baca juga: Kisah Anwar, Merintis Usaha Gula Semut Sejak SMA, Kini Miliki Omzet Ratusan Juta Per Bulan

Namun, siapa sangka cara protes ini mampu dijadikan sebuah atraksi yang menarik. Mulai muncul ide untuk menggelar perang tomat.

Di Jawa Barat, tepatnya di Kampung Cikareumbi RW 03 Desa Cikidang Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Barat, kondisi itu menjadi ide bagaimana para petani meluapkan kekecewaan, mengekspresikannya dengan pendekatan seni-budaya yakni menggelar perang tomat.

Harapan agar dapat mengenalkan potensi seni-budaya, alam, dan hasil pertanian warga sekitar. Kegiatan ini pun dilakukan sampai saat ini.

Sejak Minggu (13/10/2019) pagi, warga Kampung Cikareumbi tampak ramai berkerumun dan menyisakan jalanan yang sengaja dikosongkan sebagai arena peperangan.

Arena peperangan itu dibatasi sawen (daun kawung) dan bebetek (jajanan khas kampung) yang menggantung berjajar sepanjang jalan.

Sebelum masuk ke acara inti, rangkaian kegiatan berupa parade arak-arakan hasil bumi menarik perhatian warga.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemerintah Daerah Ini Sediakan WiFi Gratis 24 Jam Bagi Pendaftar CPNS

Pemerintah Daerah Ini Sediakan WiFi Gratis 24 Jam Bagi Pendaftar CPNS

Regional
APBD Jateng 2020 Disahkan Sebesar Rp 28,3 Triliun

APBD Jateng 2020 Disahkan Sebesar Rp 28,3 Triliun

Regional
Trans Jateng Diprotes Awak Mikrobus di Purbalingga, Begini Respons Pemprov

Trans Jateng Diprotes Awak Mikrobus di Purbalingga, Begini Respons Pemprov

Regional
Hujan dan Angin Kencang di Banyuasin, 83 Rumah Rusak

Hujan dan Angin Kencang di Banyuasin, 83 Rumah Rusak

Regional
Pelaku Penggelapan Dana Nasabah BNI Ambon Kirim Toyota Alphard ke Temannya di Surabaya

Pelaku Penggelapan Dana Nasabah BNI Ambon Kirim Toyota Alphard ke Temannya di Surabaya

Regional
Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan Lukai 6 Orang, Ini Nama-namanya

Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan Lukai 6 Orang, Ini Nama-namanya

Regional
Sungai Anyar di Solo Tercemar Limbah Detergen

Sungai Anyar di Solo Tercemar Limbah Detergen

Regional
Nasib Warga di Daerah Rawan Bencana di Sukabumi Tunggu Hasil Kajian Badan Geologi

Nasib Warga di Daerah Rawan Bencana di Sukabumi Tunggu Hasil Kajian Badan Geologi

Regional
Pasca-bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan, Seluruh Driver Ojol yang Masuk ke Mapolresta Samarinda Diperiksa

Pasca-bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan, Seluruh Driver Ojol yang Masuk ke Mapolresta Samarinda Diperiksa

Regional
Sosok Djaduk Ferianto di Mata Dewa Budjana, Juki Kill The DJ, hingga Syaharani

Sosok Djaduk Ferianto di Mata Dewa Budjana, Juki Kill The DJ, hingga Syaharani

Regional
Pasca-bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan, Linmas di Surabaya Dilengkapi Rompi Anti-Peluru

Pasca-bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan, Linmas di Surabaya Dilengkapi Rompi Anti-Peluru

Regional
Pendaftar CPNS di Jatim Capai 2.362, Tertinggi Ketiga Nasional

Pendaftar CPNS di Jatim Capai 2.362, Tertinggi Ketiga Nasional

Regional
8 Kabupaten Kota di Jabar Rawan Pelanggaran Pilkada, Mana Saja?

8 Kabupaten Kota di Jabar Rawan Pelanggaran Pilkada, Mana Saja?

Regional
Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan Sering Pergi Pagi Pulang Tengah Malam

Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan Sering Pergi Pagi Pulang Tengah Malam

Regional
Sekolah Terendam Banjir, Siswa MTsN Matangkuli Terpaksa Diliburkan

Sekolah Terendam Banjir, Siswa MTsN Matangkuli Terpaksa Diliburkan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X