Kompas.com - 14/10/2019, 07:19 WIB
Mutiamah menunjukkan foto Rustia, putrinya yang jadi korban TPPO di Irak, Minggu (13/10/2019). KOMPAS.com/FARIDA FARHANMutiamah menunjukkan foto Rustia, putrinya yang jadi korban TPPO di Irak, Minggu (13/10/2019).

KARAWANG, KOMPAS.com - Mutiamah (66) duduk termenung di depan rumahnya, di Dusun Wagir II, Desa Bengle, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Karawang, Sabtu (12/10/2019).

Ia tengah memikirkan putrinya, Rustia, yang ditengarai menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di Kurdistan Irak.

Mutiamah tak berhenti merapal harapan agar putri bungsunya bisa kembali ke rumah dengan selamat.

"Saya bilang pulang saja, gak papa gak bawa uang, yang penting sehat," kata Mutiamah mengulang nasihat kepada putrinya saat ditemui Kompas.com di rumahnya, Dusun Wagir II, Desa Bengle, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Karawang, Minggu (13/10/2019).

Mutiamah mengaku beberapa kali ditelpon putrinya melalui handphone tetangganya. Kepadanya, Rustia berpesan agar Mutiamah sehat dan banyak istirahat.

"Ia juga bilang agar anaknya sehat-sehat," katanya.

Baca juga: Dua Remaja SMA Jadi Korban Perdagangan Manusia di Makassar

Pamit ke Turki, malah dibawa ke Irak

Selama menjadi TKI, kata dia, putrinya sempat sekali mengirim uang saat awal-awal berangkat.

Namun, kepadanya, Rustia tak menceritakan apa yang tengah dihadapinya. Ia justru mendengar kabar putrinya menjadi korban TPPO dari orang lain.

"Saat dijemput oleh yayasan dari Jakarta saya tidak tahu. Suami juga gak tahu karena lagi kerja," katanya.

Rustia, kata dia, pergi menjadi TKI sejak Ramadhan lalu.

Namun saat itu, pihak penyalur menyebut akan diberangkatkan ke Turki dengan iming-iming gaji Rp 7 juta per bulan. Namun bukannya ke Turki, Rustia justru dibawa ke Irak.

Baca juga: Polri Ungkap Penyalur TKI Ilegal ke Abu Dhabi yang Langgar Moratorium

"Dia (Rustia) tahu sedang di Irak dari majikannya yang pertama," kata Karna, Kaur Kesra Desa Bengle, Kecamatan Bengle, Kabupaten Karawang.

Mengetahui tengah di Irak, kata Karna, Rustia kemudian menghubungi pihak penyalur kerja. Namun kontak Rustia diblokir.

Rustia awalnya berniat berangkat ke Singapura. Namun lantaran hasil medikal dinyatakan unfit, ia pun tak jadi berangkat.

Namun, Rustia kemudian dihubungi oleh penyalur dan ditawari bekerja di Turki.

"Dia (Rustia) dijemput oleh salah seorang penyalur dari Jakarta," katanya.

Baca juga: Polisi Duga Ada Pemalsuan Umur Korban Perdagangan Manusia di KTP

Rustia sempat kabur, tapi...

Rustia sempat kabur dan tertangkap oleh polisi Irak. Kepada Karna, Rustia bersama kawan-kawan TKI lainnya sempat disekap di sebuah hotel. Namun, Karna tak tahu pasti siapa yang menyekap mereka.

"Bukannya dikembalikan ke Indonesia, dia malah dipekerjakan kembali. Saat ini dia bekerja di majikan yang kedua," katanya.

Karna menyebut, Wahyu, suami Rustia, sudah mendatangi Kantor Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) untuk mengadukan apa yang dialami istrinya. Saat ini, tengah diproses oleh pihak-pihak terkait.

Karna mengakui jika Rustia berangkat menjadi TKI secara ilegal. Selain Rustia, Septiani, warga Desa Walahar, Kecamatan Klari, Kabupaten Karawang, juga menjadi korban TPPO di Irak.

Baca juga: Alasan WNI Nekat Jadi TKI Ilegal di Malaysia: Ingin Gaji Tinggi hingga Minimnya Lapangan Kerja



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Positif Covid-19, Atalia Praratya Banjir Doa dan Dukungan

Positif Covid-19, Atalia Praratya Banjir Doa dan Dukungan

Regional
Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Regional
Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Regional
Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Regional
Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Regional
Ketua PWI Sumut Apresiasi Inisiatif Bobby Nasution Ajak Wartawan Berdialog

Ketua PWI Sumut Apresiasi Inisiatif Bobby Nasution Ajak Wartawan Berdialog

Regional
Bobby Nasution Akan Bangun Ruang Wartawan di Balai Kota Medan

Bobby Nasution Akan Bangun Ruang Wartawan di Balai Kota Medan

Regional
Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Regional
Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Regional
Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Regional
Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Regional
Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Regional
Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Regional
Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Regional
Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X