Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 14/10/2019, 06:56 WIB
Dani Julius Zebua,
Aprillia Ika

Tim Redaksi

Termasuk ketika manggung di Cangkring. Seperti yang sudah-sudah, ia  kembali membawakan 7 lagu sepanjang lebih 1 jam.

Sobat Ambyar benar-benar terbawa suasana, karena lagu seperti Kalung Emas, Pamer Bojo, Banyu Langit, Layang Kangen, Sewu Kutho dan Stasiun Balapan.

Padahal, aksi Didi sejatinya tidak heboh, tidak begitu atraktif, meski tidak kaku.

Didi tampil dalam balutan resmi serba hitam. Ada manik-manik keperakan di bahu kanan.

Ia menyanyi tanpa jingkrak, tanpa goyang pinggul ataulah joget heboh. Ia lebih banyak memainkan ujung jari, sesekali terlihat seperti menahan diri untuk bergoyang.

Baca juga: Bersama Didi Kempot, Patah Hati Layak Dijogeti

Ambyarrr...

Aksi panggung Didi memang khas di Cangkring. Ia lebih banyak memasukkan tangan ke saku celana sementara tangan lain bergantian memegang mikropon.

Sesekali tangan terentang memberi aba-aba ke penonton.

Sekalipun tanpa aksi panggung heboh, penikmat lagu-lagu Didi malah semakin menggila. Ribuan orang menonton konser ini. Tribun di Barat stadion pun bahkan penuh terisi.

Mereka ikut menyanyi dan joget sepanjang Didi menyanyi.

Lagi-lagi lantaran terbawa suasana lirik lagu-lagu patah hati.

"Masook. Yo Dilarakke ati emang ra enak (hati disakiti memang tidak enak). Emang ra enak. Yo  dipenak-penake wae (dienakkan saja). Jar ke wae. Jar ke waee (biarkan saja) .. Ambyar," kata Didi di panggung.

Baca juga: Kembalinya Raja Campursari Didi Kempot, Musisi Jalanan The Godfather of Broken Heart

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Fakta dan Kronologi Bentrokan Warga 2 Desa di Lombok Tengah, 1 Orang Tewas

Fakta dan Kronologi Bentrokan Warga 2 Desa di Lombok Tengah, 1 Orang Tewas

Regional
Komunikasi Politik 'Anti-Mainstream' Komeng yang Uhuyy!

Komunikasi Politik "Anti-Mainstream" Komeng yang Uhuyy!

Regional
Membedah Strategi Komunikasi Multimodal ala Komeng

Membedah Strategi Komunikasi Multimodal ala Komeng

Regional
Kisah Ibu dan Bayinya Terjebak Banjir Bandang Berjam-jam di Demak

Kisah Ibu dan Bayinya Terjebak Banjir Bandang Berjam-jam di Demak

Regional
Warga Kendal Tewas Tertimbun Longsor Saat di Kamar Mandi, Keluarga Sempat Teriaki Korban

Warga Kendal Tewas Tertimbun Longsor Saat di Kamar Mandi, Keluarga Sempat Teriaki Korban

Regional
Balikpapan Catat 317 Kasus HIV Sepanjang 2023

Balikpapan Catat 317 Kasus HIV Sepanjang 2023

Regional
Kasus Kematian akibat DBD di Balikpapan Turun, Vaksinasi Tembus 60 Persen

Kasus Kematian akibat DBD di Balikpapan Turun, Vaksinasi Tembus 60 Persen

Regional
Puan: Seperti Bung Karno, PDI-P Selalu Berjuang Sejahterakan Wong Cilik

Puan: Seperti Bung Karno, PDI-P Selalu Berjuang Sejahterakan Wong Cilik

Regional
Setelah 25 Tahun Konflik Maluku

Setelah 25 Tahun Konflik Maluku

Regional
BMKG: Sumber Gempa Sumedang Belum Teridentifikasi, Warga di Lereng Bukit Diimbau Waspada Longsor

BMKG: Sumber Gempa Sumedang Belum Teridentifikasi, Warga di Lereng Bukit Diimbau Waspada Longsor

Regional
Gempa Sumedang, 53 Rumah Rusak dan 3 Korban Luka Ringan

Gempa Sumedang, 53 Rumah Rusak dan 3 Korban Luka Ringan

Regional
Malam Tahun Baru 2024, Jokowi Jajan Telur Gulung di 'Night Market Ngarsopuro'

Malam Tahun Baru 2024, Jokowi Jajan Telur Gulung di "Night Market Ngarsopuro"

Regional
Sekolah di Malaysia, Pelajar di Perbatasan Indonesia Berangkat Sebelum Matahari Terbit Tiap Hari

Sekolah di Malaysia, Pelajar di Perbatasan Indonesia Berangkat Sebelum Matahari Terbit Tiap Hari

Regional
Kisah Pengojek Indonesia dan Malaysia di Tapal Batas, Berbagi Rezeki di 'Rumah' yang Sama...

Kisah Pengojek Indonesia dan Malaysia di Tapal Batas, Berbagi Rezeki di "Rumah" yang Sama...

Regional
Menara Pengintai Khas Dayak Bidayuh Jadi Daya Tarik PLBN Jagoi Babang

Menara Pengintai Khas Dayak Bidayuh Jadi Daya Tarik PLBN Jagoi Babang

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com