Melihat Ritual Nyalin, Warisan Tradisi Agraris dari Karawang

Kompas.com - 14/10/2019, 06:45 WIB
Para penari dalam tradisi Nyalin di persawahan Desa Dukuhkarya, Kecamatan Rengasdengklok, Karawang, Minggu (13/10/2019) siang. KOMPAS.com/FARIDA FARHANPara penari dalam tradisi Nyalin di persawahan Desa Dukuhkarya, Kecamatan Rengasdengklok, Karawang, Minggu (13/10/2019) siang.

KARAWANG, KOMPAS.com - Puluhan orang berkumpul di sawah milik Herman El Fauzan di Desa Dukuhkarya, Kecamatan Rengasdengklok, Karawang, Minggu (13/10/2019) siang.

Mereka tengah melangsungkan tradisi Nyalin.

Sejumlah petani membawa bakul dan memotong tangkai padi siap panen terbaik menggunakan ten-ten, kemudian disimpan di leuit, tempat penyimpanan padi sebagai benih pada musim tanam selanjutnya.

Nyalin merupakan tradisi mengganti benih dengan mengambil bulir padi terbaik sebagai bibit pada musim tanam selanjutnya.

Mantra, doa, dipanjatkan dengan khusyuk. Nyalin juga sebagai etika budaya sebelum memanen.

Baca juga: Melihat Tradisi Pekandeana Ana-ana Maelu, Memuliakan Anak Yatim Piatu di Baubau

Menuai pro dan kontra

Seorang petani tengah memetik bulir padi berkualitas untul benih musim tanam berikutnya dalam upacara Nyalin di sawah milik Herman El Fauzan di Desa Dukuhkarya, Kecamatan Rengasdengklok, Karawang, Minggu (13/10/2019) siang.KOMPAS.com/FARIDA FARHAN Seorang petani tengah memetik bulir padi berkualitas untul benih musim tanam berikutnya dalam upacara Nyalin di sawah milik Herman El Fauzan di Desa Dukuhkarya, Kecamatan Rengasdengklok, Karawang, Minggu (13/10/2019) siang.
"Izin sebelum panen, tentu kepada Allah SWT. Ini sebagai ungkapan penerimaan, rasa sukur kepada sang pencipta atas rezeki yang diterima," ujar Herman, petani sekaligus budayawan Karawang usai Nyalin di Desa Dukuh Karya, Kecamatan Rengasdengklok, Karawang.

Lelaki 60 tahun yang kerap disapa abah itu menyebut Nyalin sudah dilakukan secara turun temurun di keluarganya.

Ia merupakan keturunan ketiga yang tetap mempertahankan tradisi itu.

Nyalin mang tak selalu dilakukan secara ramai-ramai bak upacara adat. Biasanya dilakukan secara individu.

Namun saat ini tak semua petani melaksanakan tradisi itu. Hanya satu dua masih gigih bertahan.

Baca juga: Tradisi Nganggung Sambut Tahun Baru Islam, Makan Bersama Pakai Dulang

Jadi wisata agraris

Puluhan orang berkumpul di sawah milik Herman El Fauzan di Desa Dukuhkarya, Kecamatan Rengasdengklok, Karawang, Minggu (13/10/2019) siang. Mereka tengah melangsungkan tradisi Nyalin.KOMPAS.com/FARIDA FARHAN Puluhan orang berkumpul di sawah milik Herman El Fauzan di Desa Dukuhkarya, Kecamatan Rengasdengklok, Karawang, Minggu (13/10/2019) siang. Mereka tengah melangsungkan tradisi Nyalin.
Terlepas dari pro kontra tradisi itu, Herman ingin menyajikan Nyalin sebagai wisata agraris.

Tradisi yang digelar untuk kali kelima ini sedikit diimprovisasi dan disesuaikan dengan zaman ini, tanpa mengubah tata cara Nyalin.

"Tujuannya untuk menarik perhatian, memberi pengetahuan kepada kaum muda," katanya.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X