Saat Napi berubah Menjadi Santri …

Kompas.com - 14/10/2019, 06:35 WIB
Napi menjadi santri saat shalat usai pengajian di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Lhoksukon, Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara, Minggu (13/10/2019) KOMPAS.com/MASRIADI Napi menjadi santri saat shalat usai pengajian di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Lhoksukon, Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara, Minggu (13/10/2019)

LHOKSEUMAWE, KOMPAS.com – Jam baru menunjukan pukul 10.00 WIB, Minggu (13/10/2019). Ruang lantai dua di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Lhoksukon, Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara, mulai dipenuhi narapidana. Jumlahnya sekitar 50 orang lebih.

Itulah pesantren pertama yang berdiri di dalam rumah tahanan Indonesia. Pada 12 September 2019 lalu menjadi hari penting bagi narapidana. Saat itu, secara resmi didirikan pesantren yang diberi nama Daruttaubah.

Seorang ustaz duduk di tengah. Membuka kitab kuning dan memulai pengajian. Tampak narapidana tampil bersih dan rapi. Khusuk mendengarkan penjelasan ustaz. Sesekali tawa lepas saat sesi tanya dan jawab berlangsung.

“Kami ini lokasinya sempit. Jadi, saya pikir, suntuk juga napi di dalam. Selain itu, namanya warga binaan, nah, bina itu dalam sisi agama lebih baik. Napi juga senang,” kata Plt Kepala Rutan Lhoksukon, Ramli.

Baca juga: Seorang Napi di Lapas Makassar Tewas Gantung Diri

Pria ini berpuluh tahun menjadi sipir di rumah tahanan itu. Susah dan senang menjaga narapidana telah dilewati. Karena itu pula, dia mendirikan pesantren.

“Pengajian dimulai jam 10.00 WIB sampai sebelum shalat zuhur. Siap mengaji langsung shalat jamaah, setelah itu baru selesai dan aktivitas lainnya. Total 368 narapidana sekarang di sini. Semua itu santri Daruttaubah,” sebutnya sembari tersenyum.

Dari jumlah itu, 12 diantaranya wanita. Kaum hawa ini pun ikut menjadi santri. Tiga ruang dijadikan satu untuk menampung para santri ini.

“Libur hari minggu. Jadi, enam hari dalam sepekan mereka menjadi santri,” terang Ramli.

Tampak pengajian itu pun antusias. Narapidana tak segan-segan menanyakan berbagai persoalan, mulai dari tatacara shalat yang benar hingga persoalan berat seperti korupsi.

“Kami bebaskan mereka bertanya apa saja di pengajian ini,” kata Ramli.

Baca juga: Polisi: Rencana Pelarian Napi Lapas Sigi Dirancang Dalam 2 Hari, Otak Pelaku Diburu

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pembuangan Limbah Pabrik di Jalanan Cianjur Berpotensi Mencemari DAS Citarum

Pembuangan Limbah Pabrik di Jalanan Cianjur Berpotensi Mencemari DAS Citarum

Regional
Wali Kota Hendi Pastikan Jokowi Akan Tinjau Vaksinasi Tahap 2 di Kota Semarang

Wali Kota Hendi Pastikan Jokowi Akan Tinjau Vaksinasi Tahap 2 di Kota Semarang

Regional
Kasus Covid-19 di Jateng Melandai, Ganjar Minta Upaya 3T Terus Digenjot

Kasus Covid-19 di Jateng Melandai, Ganjar Minta Upaya 3T Terus Digenjot

Regional
Resmikan Tempat Fisioterapi, Wali Kota Hendi Motivasi Penderita Cerebral Palsy

Resmikan Tempat Fisioterapi, Wali Kota Hendi Motivasi Penderita Cerebral Palsy

Regional
KM Fajar Baru 8 Terbakar Saat Bersandar di Pelabuhan Rakyat Sorong, Korban Jiwa Nihil

KM Fajar Baru 8 Terbakar Saat Bersandar di Pelabuhan Rakyat Sorong, Korban Jiwa Nihil

Regional
Kacang Tak Lupa Kulit, Ganjar Sempatkan Diri Sowan ke Rumah Indekos Semasa Kuliah

Kacang Tak Lupa Kulit, Ganjar Sempatkan Diri Sowan ke Rumah Indekos Semasa Kuliah

Regional
'Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat'

"Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat"

Regional
Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Regional
Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Regional
Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Regional
Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Regional
Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Regional
Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah 'Siap, Pak'

Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah "Siap, Pak"

Regional
Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X