[POPULER NUSANTARA] Istri Dandim Kendari Menangis Usai Sertijab | Rumah Dijual Mertua, Keluarga Sapri Merana

Kompas.com - 14/10/2019, 06:23 WIB
Kolonel Kav Hendi Suhendi dan istrinya seusai serah terima jabatan di Aula Sudirman Markas Korem di Kendari, Sulawesi Tenggara, Sabtu (12/10/2019). KOMPAS.com/KIKI ANDI PATIKolonel Kav Hendi Suhendi dan istrinya seusai serah terima jabatan di Aula Sudirman Markas Korem di Kendari, Sulawesi Tenggara, Sabtu (12/10/2019).

KOMPAS.com - Berita tentang IPDN, istri mantan Dandim Kendari yang menangis usai acara serah terima jabatan suaminya, Kolonel Inf Hendi Suhendi, menjadi sorotan pembaca Kompas.com pada hari kemarin, Minggu (13/10/2019).

Ketegaran dan keiklhasan Kolonel Hendi terungkap saat mengakui perbuatan IPDN mengunggah konten negatif terkait insiden penusukan Menko Polhukam Wiranto adalah kesalahan yang harus diambil hikmahnya. 

Perbuatan istrinya tersebut berujung pencopotan jabatan sebagai Dandim Kendari yang baru dijalani Hendi selama 3 bulan.

Sementara itu, terkait penyerangan terhadap Wiranto, mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo meminta masyarakat untuk tidak terburu-buru menyimpulkan bahwa adan jaringan tertentu yang terlibat.

Gatot mengajak masyarakat untuk menunggu hasil penyelidikan dan konfirmasi dari pihak berwajib.

Berikut ini berita populer nusantara secara lengkap:

1. Istri mantan Dandim Kendari menangis usai sertijab

IPDN, istri mantan Komandan Kodim 1417 Kendari Kolonel Kav Hendi Suhendi, menangis usai Upacara Sertijab Komandan Kodim 1417 Kendari di Aula Tamalaki Korem 143 Haluoleo, Kendari, Sulawesi Tenggara, Sabtu (12/10/2019). Panglima Komando Daerah Militer (Kodam) XIV Hasanuddin Mayjen TNI Surawahadi mengatakan akan menyerahkan kepada pihak kepolisian kasus Irma Zulkifli Nasution Hendari yang diduga melanggar UU ITE akibat komentar di media sosial tentang penyerangan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto. ANTARA FOTO/Jojon/ama.ANTARA FOTO/JOJON IPDN, istri mantan Komandan Kodim 1417 Kendari Kolonel Kav Hendi Suhendi, menangis usai Upacara Sertijab Komandan Kodim 1417 Kendari di Aula Tamalaki Korem 143 Haluoleo, Kendari, Sulawesi Tenggara, Sabtu (12/10/2019). Panglima Komando Daerah Militer (Kodam) XIV Hasanuddin Mayjen TNI Surawahadi mengatakan akan menyerahkan kepada pihak kepolisian kasus Irma Zulkifli Nasution Hendari yang diduga melanggar UU ITE akibat komentar di media sosial tentang penyerangan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto. ANTARA FOTO/Jojon/ama.

Istri mantan Dandim Kendari, IPDN, hanya bisa menangis usai jabatan suaminya sebagai Dandim Kendari dicopot, Sabtu (12/10/2019).

Usai acara sertijab yang digelar di Aula Sudirman Markas Komando Resor Militer Kendari, Sulawesi Tenggara, Kololnel Hendi tampak tegar dan mengakui bahwa keluarganya mengambil hikmah dari kasus tersebut.

"Ambil hikmah buat kita semua," kata Hendi kepada sejumlah wartawan.

Pada saat itu, Kolonel Hendi pun tampak mendampingi istrinya yang hanya tertunduk sambil sesekali menyeka air matanya saat menyalami sejumlah tamu undangan.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X