Kisah Sedih Pengungsi Gempa Maluku: 1 Tenda Isi 5 KK hanya Dapat 1 Kg Beras dan 2 Mi Instan...

Kompas.com - 14/10/2019, 06:15 WIB
Pengungsi gempa di Desa Waai, Kecamatan Salahutu, Kabuopaten Maluku Tengah masih bertahan di lokasi ketinggian di desa tersebut, Sabtu (5/10/2019) KOMPAS.COM/RAHMAT RAHMAN PATTYPengungsi gempa di Desa Waai, Kecamatan Salahutu, Kabuopaten Maluku Tengah masih bertahan di lokasi ketinggian di desa tersebut, Sabtu (5/10/2019)

SALAHUTU, KOMPAS.com - Sejumlah pengungsi di Dusun Umekau, Desa Tulehu, Kecamatan Salahutu Kabupaten Maluku Tengah mengeluhkan ketidakmerataan penyaluran bantuan bagi para pengungsi di desa tersebut.

Sejumlah pengungsi yang ditemui Kompas.com di lokasi pengungsian tersebut mengaku sangat kecewa dengan ketidakmerataan penyaluran bantuan tersebut.

Menurut mereka, meski banyak bantuan terus mengalir, namun banyak dari mereka yang mengungsi di dusun Umekau tidak mendapatkan bantuan-bantuan tersebut.

“Kita hanya dapat beras 1 kg, mi instan dua bungkus dan air mineral dua botol saja,” kata Alim kepada Kompas.com di Tulehu, Minggu (13/10/2019) malam.

Dia mengaku bantuan yang diberikan itu pun tidak setiap hari disalurkan.

Baca juga: Berobat ke Rumah Sakit Darurat Disuruh Bayar, Pengungsi Gempa: Rumah Sakit Ingin Kami Mati

Bantuan dihitung per tenda, bukan per jumlah keluarga

Sejak terjadi pengungsian, warga yang mengungsi di dusun tersebut baru mendapat bantuan beras dan mi instan sebanyak dua kali.

Ironisnya kata dia, bantuan yang dibagikan kepada para pengungsi itu dihitung berdasarkan tenda dan bukan kepala keluarga. 

Padahal, banyak tenda darurat yang ditempati lebih dari lima kepala keluarga (KK).

“Kita heran saja bantuan terus masuk tapi entah disalurkan ke mana? Kita di sini hanya dapat beras dan mi,” ujarnya.

Pengungsi lain, Aminah mengaku jika penyaluran bantuan di desa tersebut masih terfokus di lokasi pengungsian yang ada di kawasan Universitas Darusalam, sehingga banyak pengungsi di lokasi lain tidak kebagian bantuan.

“Saya juga heran mengapa bantuan sebanyak itu tapi kita tidak dapat, katanya ada handuk, selimut, makanan bayi dan lain-lain sudah disalurkan tapi kita tidak dapat itu,” ujarnya.

Baca juga: Ribuan Pengungsi Gempa Maluku Dirawat di RS Darurat, 229 Masuk IGD

Bantuan sebaiknya diserahkan langsung

Pengungsi gempa di Desa Waai, Kecamatan Salahutu, Kabuopaten Maluku Tengah masih bertahan di lokasi ketinggian di desa tersebut, Sabtu (5/10/2019)KOMPAS.COM/RAHMAT RAHMAN PATTY Pengungsi gempa di Desa Waai, Kecamatan Salahutu, Kabuopaten Maluku Tengah masih bertahan di lokasi ketinggian di desa tersebut, Sabtu (5/10/2019)
Dia pun menyarankan kepada para relawan yang menyalurkan bantuan sebaiknya mendatangi langsung tenda-tenda darurat di lokasi pengungsian dan menyerahkan langsung bantuan kepada pengungsi agar semua pengungsi bisa menerima bantuan tersebut.

“Kalau ditampung lagi, itu pasti disalurkan hanya di titik-titik tertentu saja,” ujarnya.

Pantauan Kompas.com, di Dusun Umekau ada puluhan tenda darurat yang menampung ratusan warga pengungsi korban gempa Maluku.

Warga mengungsi ke lokasi tersbut setelah gempa bermagnitudo 6,8 mengguncang Pulau Ambon dan sekitarnya pada Kamis (26/9/2019). 

Baca juga: Berobat ke Rumah Sakit Darurat, Pengungsi Korban Gempa Maluku Harus Membayar

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pesta Miras Oplosan Perayaan Ultah Berujung Maut, 4 Orang Tewas, 5 Kritis

Pesta Miras Oplosan Perayaan Ultah Berujung Maut, 4 Orang Tewas, 5 Kritis

Regional
Iseng Pamer Ular Weling Tangkapan, Bocah Ini Tewas Digigit

Iseng Pamer Ular Weling Tangkapan, Bocah Ini Tewas Digigit

Regional
Tes SKD CPNS Banyumas Segera Digelar, Ini yang Harus Diperhatikan

Tes SKD CPNS Banyumas Segera Digelar, Ini yang Harus Diperhatikan

Regional
Cerita Perempuan Pengantin Pesanan China: Umur Saya Dipalsukan Jadi 24 Tahun (3)

Cerita Perempuan Pengantin Pesanan China: Umur Saya Dipalsukan Jadi 24 Tahun (3)

Regional
Jalan Depok Jadi Pusat Kuliner Baru Kota Semarang

Jalan Depok Jadi Pusat Kuliner Baru Kota Semarang

Regional
Bocah 11 Tahun Tewas Digigit Ular Weling yang Ditangkapnya

Bocah 11 Tahun Tewas Digigit Ular Weling yang Ditangkapnya

Regional
Kisah Nenek Rubingah, Ditendang karena Dituduh Mengutil, Berawal dari Seplastik Mangga

Kisah Nenek Rubingah, Ditendang karena Dituduh Mengutil, Berawal dari Seplastik Mangga

Regional
Bocah yang Disiksa Orangtua Kandung Alami Pendarahan di Otak, Tak Bisa Melihat, Tak Bisa Bicara

Bocah yang Disiksa Orangtua Kandung Alami Pendarahan di Otak, Tak Bisa Melihat, Tak Bisa Bicara

Regional
Ditjen Dukcapil Beri Sanksi Pemutusan Jaringan kepada Pemkot Makassar

Ditjen Dukcapil Beri Sanksi Pemutusan Jaringan kepada Pemkot Makassar

Regional
Cerita Perempuan Pengantin Pesanan China: Saya Cuma Bisa Cari Rebung di Hutan (2)

Cerita Perempuan Pengantin Pesanan China: Saya Cuma Bisa Cari Rebung di Hutan (2)

Regional
Penderita HIV di Padang Menurun, Kebanyakan Didominasi Lelaki Seks Lelaki

Penderita HIV di Padang Menurun, Kebanyakan Didominasi Lelaki Seks Lelaki

Regional
Jaga Sejarah Bangsa, Semarang Usung Haul Bertema Sejarah adalah Roh Nasionalisme

Jaga Sejarah Bangsa, Semarang Usung Haul Bertema Sejarah adalah Roh Nasionalisme

Regional
Hadapi Virus Corona, Dinkes Batam Siagakan 2 Rumah Sakit hingga Alat Thermal Scanner

Hadapi Virus Corona, Dinkes Batam Siagakan 2 Rumah Sakit hingga Alat Thermal Scanner

Regional
Perbaikan Jalan Terputus akibat Longsor di Cikeusal Tasikmalaya Dikebut walau Diguyur Hujan

Perbaikan Jalan Terputus akibat Longsor di Cikeusal Tasikmalaya Dikebut walau Diguyur Hujan

Regional
Jurnalis Mongabay Ditahan meski Masuk Indonesia dengan Visa Bisnis, Ini Penjelasan Imigrasi

Jurnalis Mongabay Ditahan meski Masuk Indonesia dengan Visa Bisnis, Ini Penjelasan Imigrasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X