Kapolda Papua Ingatkan Polisi di Mimika: Jangan Lengah, Ancaman Itu Nyata

Kompas.com - 13/10/2019, 14:26 WIB
Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw IRSUL PANCA ADITRAKapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw

TIMIKA, KOMPAS.com - Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpauw meminta seluruh personel kepolisian baik yang bertugas di Kota Timika maupun area pertambangan PT Freeport Indonesia untuk selalu waspada dan tidak lengah.

Menurut mantan Kapolda Sumatera Utara ini, ancaman dari kelompok kriminal bersenjata (KKB) maupun kelompok-kelompok yang ingin membuat rusuh di Mimika.

“Ancaman ini nyata bukan tidak nyata. Saya minta personel yang bertugas di Mimika jangan lengah,” kata Paulus kepada awak media usai memimpin apel pasukan di Kantor Pelayanan Polres Mimika, Minggu (13/10/2019) pagi.

Baca juga: Kapolda Papua: Tersangka Kerusuhan Wamena Bertambah Jadi 14 Orang

Apel pasukan itu diikuti personel Polres Mimika, Brimob Yon B Pelopor Polda Papua, dan 300 personel Brimob yang tergabung dalam Satgas Aman Nusa BKO Polres Mimika.

Personel Brimob ini berasal dari Polda Gorongtalo, Polda Kalimantan Selatan, dan Kalamantan Barat.

Paulus meminta anggotanya harus bisa membedakan mana orang biasa dan luar biasa melalui pandangan mata, bahasa tubuh dan lainnya.

Baca juga: Kembali Jadi Kapolda Papua, Ini Kebijakan Irjen Paulus Waterpauw

“Dengan gerakan tubuh pasti anda punya feeling mereka itu siapa. Jadi diawasi, dan ditempel secara ketat. Saya yakin kalian punya kemampuan untuk itu," ujarnya.

Meski situasi Mimika kondisi, tetapi Paulus menegaskan anggotanya selalu waspada, sebab kehadiran polisi untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat agar dapat beraktivitas seperti biasa.

"Kehadiran Polri dan TNI untuk melindungi dan melayani masyarakat," tuturnya.

Baca juga: Dilantik Jadi Kapolda Papua, Irjen Paulus Akan Utamakan Penanganan Korban Kerusuhan

Paulus juga meminta kepada tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, tokoh perempuan, tokoh pemuda, dan lainnya agar dapat membantu kepolisian dengan memberikan iinformasi apabila ada sekelompok orang yang salah atau mungkin mengembangan isu-isu negatif lewat media sosial.

"Dengan memberikan bantuan informasi itu sudah cukup baik, agar kami segera menanganinya," katanya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X