Kompas.com - 12/10/2019, 14:37 WIB
Koordinator SIKAP (kiri) Quadi Azam menilai keterangan polisi rancu tentang matinya Koordinator kuasa hukum Walhi Sumut Golfrid Siregar rancu, Sabtu (12/10/2019) KOMPAS.COM/MEI LEANDHA ROSYANTIKoordinator SIKAP (kiri) Quadi Azam menilai keterangan polisi rancu tentang matinya Koordinator kuasa hukum Walhi Sumut Golfrid Siregar rancu, Sabtu (12/10/2019)

MEDAN, KOMPAS.com - Meninggalnya Koordinator Kuasa Hukum Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sumatera Utara Golfrid Siregar masih belum juga terungkap hingga saat ini.

Pada Jumat (11/10/2019), Polda Sumut merilis nama tiga orang pelaku. Namun, tiga orang ini ditangkap dengan dugaan mencuri barang-barang berharga milik Golfrid Siregar.

Modusnya, pura-pura menolong dengan mengantarkan korban ke rumah sakit, lalu mengambil dan menjual barang-barangnya.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumut Kombes Andi Rian mengatakan, ketiga tersangka adalah Kempes, Feri dan Wandes.

Mereka merupakan komplotan yang terdiri dari lima orang. Dua orang lainnya sedang dalam pengejaran polisi.

 

Baca juga: Kasus Kematian Aktivis Walhi, Polisi Tetapkan 3 Tersangka Pencurian

Barang berharga milik korban yang berhasil disita adalah tas, laptop, ponsel, dompet, cincin, dan berkas-berkas. Sementara satu buah cincin, dompet, dan ponsel hilang.

Berdasarkan pengakuan seorang pelaku, dompet dibuang ke sungai. Isinya uang sebanyak Rp150.000 diambil untuk membayar sarapan pagi.

Golfrid semula disebut tewas dalam kecelakaan lalu lintas. Namun, Walhi Sumut menduga ada penganiayaan sebelum Golfrid ditemukan tak berdaya di pinggir jalan.

Saat ditanya hasil otopsi, Kapolda Sumut Irjen Agus Andrianto meminta Kepala Laboratorium Forensik Cabang Medan Kombes Wahyu Marsudi menjawab.

Menurut Wahyu berdasarkan uji laboratorium, pada lambung korban ditemukan kandungan alkohol dalam jumlah banyak.

Perbedaan soal helm dan alkohol

Untuk diketahui, korban meninggal dunia pada Minggu (6/10/2019) sore. Sifat alkohol mudah menguap, paling lama dua hari bisa bertahan di tubuh manusia. Namun, pada hari keenam kematian korban, polisi menyatakan alkohol masih terdeteksi.

Untuk luka-luka di tubuh korban, hasil visum et repertum ditemukan luka pada mulut, kuping, hidung mengeluarkan darah. Lebam di pipi dan mata sebelah kanan. Kemudian jari kaki sebelah kanan lecet dan luka lebam di tangan kiri.

Sementara hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) yang dilakukan Kepala Satuan Lalu lintas Polrestabes Medan AKBP Juliani Prihatini, diduga sepeda motor korban menghantam trotoar lalu korban terjatuh. Dia menduga saat kejadian korban tidak memakai helm.

"Helm itu ditentengnya di lengan kiri, petugas melihat ada luka lebam di tangan kiri," kata Juli.

Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andriyanto (kiri) dan Kasatlantas Polrestabes Medan, AKBP Juliani Prihartini memeriksa kerusakan (goresan) pada kendaraan Golfrid Siregar yang pada tanggal 3 Oktober 2019 tergeletak di dekatnya. Kondisi luka pada diri Golfrid, goresan pada kendaraan di sebelah kanan dan juga temuan cairan alkohon pada lambung korban. Agus menyebut Golfrid merupakan korban kecelakaan tunggal.KOMPAS.COM/DEWANTORO Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andriyanto (kiri) dan Kasatlantas Polrestabes Medan, AKBP Juliani Prihartini memeriksa kerusakan (goresan) pada kendaraan Golfrid Siregar yang pada tanggal 3 Oktober 2019 tergeletak di dekatnya. Kondisi luka pada diri Golfrid, goresan pada kendaraan di sebelah kanan dan juga temuan cairan alkohon pada lambung korban. Agus menyebut Golfrid merupakan korban kecelakaan tunggal.
Sedangkan menurut Andi Rian, berdasarkan keterangan 16 orang saksi, diasumsikan kalau korban meninggalkan rumah pamannya di Jalan Bajak 1, Kecamatan Medan Amplas pada Rabu (2/10/2019) sekitar pukul 23.50 WIB.

Sebelumnya korban bertemu banyak orang di warung kopi depan rumah pamannya Kennedy Silaban. Tak lama, korban ditemukan terkapar di Underpass Titikuning sekira pukul 00.15 sampai 00.30 WIB.

"Jadi ada jeda waktu 30 menit sampai 45 menit. Waktu itu kondisi hujan, jalanan basah,” ucap Andi.

Baca juga: Kuasa Hukum Walhi Tewas karena Kecelakaan Tunggal, Ini Penjelasan Polisi

Akan tetapi, sekitar pukul 23.00, saat mau mematikan lampu rumah, Kennedy Silaban melihat Golfrid sedang berteduh di sebuah tiang dengan ransel dan helm sudah menutup kepalanya.

Tak lama, korban pamit pulang. Jarak tempuh sepeda motor antara Jalan Bajak 1 dengan lokasi korban ditemukan dalam posisi hujan sekitar 5 sampai 10 menit.

"Aku tengok jelas dia pakai helm corong, tertutup semua, kalau kecelakaan lalu lintas, wajah tak terganggulah," ucap Kennedy.

Kennedy juga membantah keterangan polisi yang menuding korban minum minuman yang mengandung alkohol di warung kopi dekat rumahnya. Menurut dia, warung itu tidak pernah menjual minuman keras atau tuak.

"Tak ada miras di sini, tuak pun tak ada," kata dia.

Baca juga: Diduga Dibunuh, Kuasa Hukum Walhi Tangani Kasus Perizinan Pembukaan Kawasan Hutan untuk PLTA dan Pembalakan Liar

Rancu

Koordinator Aliansi Masyarakat Sipil Anti Penyiksaan (Sikap) Quadi Azam menilai keterangan polisi rancu.

Sampai hari ini, hasil pengungkapan kejanggalan meninggalnya Golfried Siregar belum didapat. Para tersangka yang ditetapkan hanya orang-orang yang diduga mencuri barang-barang korban.  

"Paparan kemarin juga tidak ada mengungkap penyebab luka berat di kepala korban yang membuat dia koma sampai mengembuskan napas terakhirnya. Maka kami menilai keterangan polisi rancu semua," kata Quadi, Sabtu (12/10/2019).

Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto saat memaparkan temuan dari penyelidikan kasus kematian kuasa hukum Walhi Sumut, Golfrid Siregar setelah membentuk tim khusus, Jumat (11/10/2019). Dugaan sementara, Golfrid meninggal akibat kecelakaan tunggal.KOMPAS.COM/DEWANTORO Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto saat memaparkan temuan dari penyelidikan kasus kematian kuasa hukum Walhi Sumut, Golfrid Siregar setelah membentuk tim khusus, Jumat (11/10/2019). Dugaan sementara, Golfrid meninggal akibat kecelakaan tunggal.
Dia meminta kasus ini diusut lebih transparan dengan melibatkan elemen masyarakat sipil. Caranya, dengan membentuk tim pencari fakta.

Tim bekerja secara independen untuk menjaga akuntabilitas temuan fakta, mengungkap dalang pelaku pembunuhan (jika terbukti), hingga menghindari asumsi-asumsi negatif seperti tidak transparan, tidak profesional dan tidak sesuai prosedur penanganan penyidikan dugaan tindakan.

Ini seperti tertuang dalam Peraturan Kapolri Nomor 14 Tahun 2012 tentang Manajemen Penyidikan Tindak Pidana.

"Hal-hal ini, menurut kami justru dapat merugikan pihak kepolisian. Apa yang dialami korban merupakan ancaman nyata bagi para pembela HAM," ucap Quadi.

Baca juga: Telusuri Penyebab Kematian Kuasa Hukum Walhi, Ini Temuan Polisi dari Rekaman CCTV

Hal yang sama juga dinyatakan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan. Lembaga ini menyayangkan pernyataan-pernyataan prematur polisi tentang  penyebab kematian Golfrid Siregar.

Proses penyelidikan dan penyidikan dinilai LBH Medan terlalu cepat menyimpulkan penyebab kematian.

Menurut LBH Medan, akan banyak pihak yang dirugikan jika polisi asal menduga tanpa melakukan proses penyelidikan dan penyidikan yang akurat.

"Kami melihat ada beberapa kejanggalan dalam kasus ini. Ini membuat kami khawatir dan curiga, jangan-jangan ini merupakan perbuatan sengaja untuk menghilangkan nyawa seseorang, dapat dikualifikasi merupakan sebuah tindakan pembunuhan," kata Kepala Divisi SDA dan Lingkungan LBH Medan, Muhammad Alinafiah Matondang.

Baca juga: Diduga Dibunuh, Kuasa Hukum Walhi Sumut Tewas dengan Luka Parah di Kepala

Di sisi lain, LBH Medan menilai Polda Sumut lambat dalam menangani kasus. Ini ditandai dengan lamanya proses penyelidikan dan penyidikan terhadap pelaku.

"Kami meminta Polda Sumut transparan dan melibatkan aktivis-aktivis HAM di Sumut dalam melakukan proses penyelidikan dan penyidikan," kata Alinafiah.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Regional
KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

Regional
Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Regional
Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Regional
Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Regional
Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Regional
Hadapi Digitalisasi Keuangan, Pemprov Jabar Minta UMKM Tingkatkan Literasi Keuangan

Hadapi Digitalisasi Keuangan, Pemprov Jabar Minta UMKM Tingkatkan Literasi Keuangan

Regional
Resmikan SLB Negeri 1 Demak, Ganjar Berharap Tenaga Pendidikan Bantu Siswa Jadi Mandiri

Resmikan SLB Negeri 1 Demak, Ganjar Berharap Tenaga Pendidikan Bantu Siswa Jadi Mandiri

Regional
Jabar Quick Response Bantu Warga Ubah Gubuk Reyot Jadi Rumah Layak Huni

Jabar Quick Response Bantu Warga Ubah Gubuk Reyot Jadi Rumah Layak Huni

Regional
PPKM Diperpanjang, Ridwan Kamil Minta Warga Jabar Lakukan Ini

PPKM Diperpanjang, Ridwan Kamil Minta Warga Jabar Lakukan Ini

Regional
Baru Diresmikan, Jembatan Gantung Simpay Asih Diharapkan Jadi Penghubung Ekonomi Warga Desa

Baru Diresmikan, Jembatan Gantung Simpay Asih Diharapkan Jadi Penghubung Ekonomi Warga Desa

Regional
Disdik Jabar Kembali Izinkan Siswa Gelar Studi Wisata, asalkan...

Disdik Jabar Kembali Izinkan Siswa Gelar Studi Wisata, asalkan...

Regional
Antisipasi Hepatitis Akut, Pemprov Jabar Siapkan Skenario Jitu dengan Teknologi Molekuler Terbaru

Antisipasi Hepatitis Akut, Pemprov Jabar Siapkan Skenario Jitu dengan Teknologi Molekuler Terbaru

Regional
Melalui BLUD, Ridwan Kamil Optimistis Pendidikan di Jabar Bisa Hasilkan Prestasi

Melalui BLUD, Ridwan Kamil Optimistis Pendidikan di Jabar Bisa Hasilkan Prestasi

Regional
Tidak Libur Lebaran, 21 Anggota Jabar Quick Response Bantu Operasi SAR Evakuasi Korban Banjir Bandang Sumedang

Tidak Libur Lebaran, 21 Anggota Jabar Quick Response Bantu Operasi SAR Evakuasi Korban Banjir Bandang Sumedang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.