Soal Kematian Aktivis Walhi Golfrid Siregar, Keterangan Polisi Dinilai Rancu

Kompas.com - 12/10/2019, 14:37 WIB
Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andriyanto (kiri) dan Kasatlantas Polrestabes Medan, AKBP Juliani Prihartini memeriksa kerusakan (goresan) pada kendaraan Golfrid Siregar yang pada tanggal 3 Oktober 2019 tergeletak di dekatnya. Kondisi luka pada diri Golfrid, goresan pada kendaraan di sebelah kanan dan juga temuan cairan alkohon pada lambung korban. Agus menyebut Golfrid merupakan korban kecelakaan tunggal. KOMPAS.COM/DEWANTOROKapolda Sumut Irjen Pol Agus Andriyanto (kiri) dan Kasatlantas Polrestabes Medan, AKBP Juliani Prihartini memeriksa kerusakan (goresan) pada kendaraan Golfrid Siregar yang pada tanggal 3 Oktober 2019 tergeletak di dekatnya. Kondisi luka pada diri Golfrid, goresan pada kendaraan di sebelah kanan dan juga temuan cairan alkohon pada lambung korban. Agus menyebut Golfrid merupakan korban kecelakaan tunggal.

Sedangkan menurut Andi Rian, berdasarkan keterangan 16 orang saksi, diasumsikan kalau korban meninggalkan rumah pamannya di Jalan Bajak 1, Kecamatan Medan Amplas pada Rabu (2/10/2019) sekitar pukul 23.50 WIB.

Sebelumnya korban bertemu banyak orang di warung kopi depan rumah pamannya Kennedy Silaban. Tak lama, korban ditemukan terkapar di Underpass Titikuning sekira pukul 00.15 sampai 00.30 WIB.

"Jadi ada jeda waktu 30 menit sampai 45 menit. Waktu itu kondisi hujan, jalanan basah,” ucap Andi.

Baca juga: Kuasa Hukum Walhi Tewas karena Kecelakaan Tunggal, Ini Penjelasan Polisi

Akan tetapi, sekitar pukul 23.00, saat mau mematikan lampu rumah, Kennedy Silaban melihat Golfrid sedang berteduh di sebuah tiang dengan ransel dan helm sudah menutup kepalanya.

Tak lama, korban pamit pulang. Jarak tempuh sepeda motor antara Jalan Bajak 1 dengan lokasi korban ditemukan dalam posisi hujan sekitar 5 sampai 10 menit.

"Aku tengok jelas dia pakai helm corong, tertutup semua, kalau kecelakaan lalu lintas, wajah tak terganggulah," ucap Kennedy.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kennedy juga membantah keterangan polisi yang menuding korban minum minuman yang mengandung alkohol di warung kopi dekat rumahnya. Menurut dia, warung itu tidak pernah menjual minuman keras atau tuak.

"Tak ada miras di sini, tuak pun tak ada," kata dia.

Baca juga: Diduga Dibunuh, Kuasa Hukum Walhi Tangani Kasus Perizinan Pembukaan Kawasan Hutan untuk PLTA dan Pembalakan Liar

Rancu

Koordinator Aliansi Masyarakat Sipil Anti Penyiksaan (Sikap) Quadi Azam menilai keterangan polisi rancu.

Sampai hari ini, hasil pengungkapan kejanggalan meninggalnya Golfried Siregar belum didapat. Para tersangka yang ditetapkan hanya orang-orang yang diduga mencuri barang-barang korban.  

"Paparan kemarin juga tidak ada mengungkap penyebab luka berat di kepala korban yang membuat dia koma sampai mengembuskan napas terakhirnya. Maka kami menilai keterangan polisi rancu semua," kata Quadi, Sabtu (12/10/2019).

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kasus Covid-19 di Semarang Naik 700 Persen, Walkot Hendi Berlakukan PKM

Kasus Covid-19 di Semarang Naik 700 Persen, Walkot Hendi Berlakukan PKM

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Naik, Walkot Hendi Resmikan RS Darurat

Kasus Covid-19 di Semarang Naik, Walkot Hendi Resmikan RS Darurat

Regional
Akses ke Faskes Sulit, Dompet Dhuafa Sumbangkan Ambulans untuk Warga Desa Tanjung Raya

Akses ke Faskes Sulit, Dompet Dhuafa Sumbangkan Ambulans untuk Warga Desa Tanjung Raya

Regional
Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

Regional
Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Regional
Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Regional
Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Regional
Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Regional
25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Regional
Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Regional
Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Regional
Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Regional
Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Regional
Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X