Mendulang Harta Karun Sriwijaya di Desa Pelimbangan, Antara Nasib Nelayan dan Sejarah (2)

Kompas.com - 12/10/2019, 08:00 WIB
Emas hasil penemuan warga yang dijual ke pengepul di Kecamatan Cengal, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan. KOMPAS.COM/AJI YK PUTRAEmas hasil penemuan warga yang dijual ke pengepul di Kecamatan Cengal, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan.

Sehingga, tiga lokasi itu banyak ditemukan perhiasan seperti emas, manik-manik maupun logam mulia. 

"Kita menemukan kemudi kapal dengan ketebalan 5 sentimeter di situ. Sehingga dugaan itu adalah pelabuhan perdagangan masa Sriwijaya sangat memungkinkan," ujar Budi.

Selain kemudi kapal, banyak tiang rumah ditemukan di pinggir sungai lokasi perburuan.

Setelah dilakukan penelitian lebih mendalam, tiang itu telah ada pada abad ke 2 yakni pada zaman pra-Sriwijaya.

Baca juga: Polisi Pasang Spanduk Peringatan di Lokasi Perburuan Harta Karun yang Diduga dari Kerajaan Sriwijaya

"Lalu pada penelitian Agusutus 2019 di Desa Sungai Jeruju, Kecamatan Cengal yang tidak jauh dari lokasi perburuan harta karun, ditemukan papan, perahu, kemudi, gerabah, dan keramik yang merupakan kebudayaan Dinasti Tang pada abad ke-8," kata Budi. 

"Dinasti Tang salah satu kebudayaan luar yang ikut berinteraksi dengan Sriwijaya pada masa tersebut. Perahu yang ditemukan pun bergaya Asia Tenggara yang budaya pembuatannya banyak terjadi pada abad 1-13."

"Harta karun itu memang kemungkinan berasal dari masa Sriwijaya dengan penemuan lain di sekitarnya yang sudah kita teliti. Tapi harus dipastikan lagi.”

Baca juga: Kisah Perburuan Harta Karun Kerajaan Sriwijaya, Warga Dapat Emas di Gambut Berusia 3000 Tahun

 

Alur sejarah yang hilang

Maraknya perburuan harta karun bisa menyulitkan Arkeolog untuk mencari alur sejarah Kerajaan Sriwijaya dilokasi tersebut.

Karena seluruh barang yang ditemukan warga banyak dijual tanpa lebih dulu melapor kepada dinas kebudayaan setempat.

Pada tahun depan, Budi bersama tim akan melakukan ekskavasi di desa Pelimbangan. Penelitian itu dilanjutkan untuk mencari alur sejarah kerajaan Sriwijaya.

“Warga mencari hanya emas, manik-manik, yang bisa dijual saja. Tapi jika menemukan keramik, gerabah, apalagi yang sudah pecah tidak utuh pasti dibuang," jelasnya.

"Padahal itu yang penting buat kita, bisa dicari tahu umurnya. Kalau temuan emas, logam itu tidak bisa diketahui umurnya. Kita juga sosialisasi kalau masyarakat menemukan keramik, guci, gerabah supaya dikumpulkan.”

Baca juga: Polisi Sebut Harta Karun Kerajaan Sriwijaya Hoaks, Warga: Kami Banyak Dapat Emas

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sebelum Kepala Bappeda Jatim Meninggal, 21 Anak Buahnya Positif Covid-19

Sebelum Kepala Bappeda Jatim Meninggal, 21 Anak Buahnya Positif Covid-19

Regional
Kawanan Belalang Tak Terhitung Jumlahnya 'Serbu' Landasan Pacu Bandara

Kawanan Belalang Tak Terhitung Jumlahnya "Serbu" Landasan Pacu Bandara

Regional
663 Pedagang dan Pembeli di Pasar Keputran Surabaya Rapid Test Massal, 37 Orang Reaktif

663 Pedagang dan Pembeli di Pasar Keputran Surabaya Rapid Test Massal, 37 Orang Reaktif

Regional
Gubernur Kalbar Akan Berhentikan 2 Kepala SMK di Pontianak yang Pungut Biaya Seragam

Gubernur Kalbar Akan Berhentikan 2 Kepala SMK di Pontianak yang Pungut Biaya Seragam

Regional
Satpol PP Banyumas Mandikan Manusia Silver yang Kepergok Minta Sumbangan di Pinggir Jalan

Satpol PP Banyumas Mandikan Manusia Silver yang Kepergok Minta Sumbangan di Pinggir Jalan

Regional
Tak Kenakan Masker, Pria Ini Dihukum Sapu Alun-alun pada Hari Ultahnya

Tak Kenakan Masker, Pria Ini Dihukum Sapu Alun-alun pada Hari Ultahnya

Regional
Pasien Ini Baru Sembuh Setelah Dirawat 75 Hari dan 19 Kali Tes Swab

Pasien Ini Baru Sembuh Setelah Dirawat 75 Hari dan 19 Kali Tes Swab

Regional
Aniaya Ibu Kandung hingga Meninggal, Pria Ini Bertaubat Usai Jalani Hipnoterapi Bersama Kapolres

Aniaya Ibu Kandung hingga Meninggal, Pria Ini Bertaubat Usai Jalani Hipnoterapi Bersama Kapolres

Regional
150 Ibu Hamil di Surabaya Tes Swab, Saat Melahirkan Akan Dites Ulang

150 Ibu Hamil di Surabaya Tes Swab, Saat Melahirkan Akan Dites Ulang

Regional
Diduga Perkosa Bocah 9 Tahun di Hutan, Oknum Polisi Dilaporkan ke Propam

Diduga Perkosa Bocah 9 Tahun di Hutan, Oknum Polisi Dilaporkan ke Propam

Regional
Sebelum Positif Covid-19, Wagub Kaltim Temani Istri Operasi hingga Rapat Paripurna Bersama DPRD

Sebelum Positif Covid-19, Wagub Kaltim Temani Istri Operasi hingga Rapat Paripurna Bersama DPRD

Regional
6 Kali Banjir dalam 2 Bulan di Luwu, Wagub Sulsel Minta Sungai Dinormalisasi

6 Kali Banjir dalam 2 Bulan di Luwu, Wagub Sulsel Minta Sungai Dinormalisasi

Regional
Pipa Gas Meledak di Palembang, Menyemburkan Api Setinggi 2 Meter

Pipa Gas Meledak di Palembang, Menyemburkan Api Setinggi 2 Meter

Regional
Warga Perbatasan RI-Malaysia Sulit Dapat BBM, Orang Sakit Terpaksa Ditandu 20 Km

Warga Perbatasan RI-Malaysia Sulit Dapat BBM, Orang Sakit Terpaksa Ditandu 20 Km

Regional
Perempuan Tanpa Busana Muncul di Belakangnya Saat Webinar, Ini Klarifikasi Dosen Uncen

Perempuan Tanpa Busana Muncul di Belakangnya Saat Webinar, Ini Klarifikasi Dosen Uncen

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X