Cerita di Balik Penusukan Kapolsek Menes yang Menolong Wiranto, Pisau Ditutupi Kain Hitam

Kompas.com - 12/10/2019, 05:13 WIB
Kapolsek Menes Kompol Dariyanto saat menceritakan kronologi penusukan terhadap Wiranto di Alun - alun Menes, Pandeglang, Banten. Dariyanto juga menjadi korban dan saat ini tengah dirawat di RS Sari Asih Kota Serang, Jumat (11/10/2019). KOMPAS.COM/ACEP NAZMUDINKapolsek Menes Kompol Dariyanto saat menceritakan kronologi penusukan terhadap Wiranto di Alun - alun Menes, Pandeglang, Banten. Dariyanto juga menjadi korban dan saat ini tengah dirawat di RS Sari Asih Kota Serang, Jumat (11/10/2019).

KOMPAS.com - Kapolsek Menes Kompol Dariyanto mengaku tak melihat pisau yang digunakan pelaku untuk menusuk dirinya karena ditutupi dengan kain hitam.

"Punggung saya ditusuk dari belakang, seperti ada tusukan, saya berbalik arah. Akhirnya terlihat yang menyerang saya. Saya enggak tahu karena pisaunya itu tertutup kain hitam," kata Dariyanto kepada wartawan di RS Sari Asih, Kota Serang, Jumat (11/10/2019).

Seperti diketahui, Dariyanto mengaku tak sadar telah ditusuk oleh seorang wanita berinisial FA, saat terjadi penusukan kepada Menko Polhukam Wiranto di Alun-alun Pandeglang, Banten, Kamis (10/10/2019).

Baca juga: Setelah Menolong Wiranto, Kapolsek Menes Tak Sadar Kena Tusuk di Dada dan Bahu

Saat itu, dirinya hanya mencoba membantu Wiranto usai ditusuk oleh salah satu pelaku. Apalagi, suasana saat itu pun riuh oleh teriakan warga yang mengetahui Wiranto ditusuk oleh seorang pria, yang berinisial SA.

Setelah itu, menurut Dariyanto, dirinya langsung menyingkirkan pelaku yang menusuknya hingga pelaku terjatuh.

Pelaku lantas ditangkap oleh massa yang menurut Dariyanto adalah intel berpakaian preman.

Saat itu Dariyanto mengaku belum sadar jika mendapat tusukan senjata tajam di dada dan bahu. Hal tersebut baru dia ketahui saat bajunya memerah karena rembesan darah.

"Akhirnya saya berjalan ke puskesmas dengan berlumuran darah, yang jaraknya 500 meter dari TKP," kata dia.

Tak Tahu yang diserang adalah Wiranto

Sementara itu, Mabes Polri menyebut, penusukan Wiranto pada Kamis (10/10/2019), dilakukan SA secara spontan. Bahkan, pelaku mengaku tak mengetahui bahwa yang ditusuknya adalah Wiranto.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Dedi Prasetyo dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jumat (11/10/2019).

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X